1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Petani NTB Nikmati Kemudahan Akses Pupuk Subsidi

Stok Sawit Agustus 2025 Turun

Produksi minyak sawit (CPO) bulan Agustus 2025 mencapai 5.062 ribu ton, turun 1% dari bulan sebelumnya 5.113 ribu ton. Hal ini disampaikan oleh M. Hadi Sugeng Wahyudiono, Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dalam konfrensi pers GAPKI di Jakarta (28/10). Demikian juga dengan produksi PKO bulan Agustus juga turun menjadi 481 ribu ton yang sebelumnya  493 ribu ton.

Namun jika dilihat secara YoY sampai dengan bulan Agustus, produksi CPO+PKO tahun 2025 mencapai 39.037 ribu ton atau naik sekitar 13,08% lebih tinggi dari produksi tahun 2024 sebesar 34.522 ribu ton. “Hal ini disebabkan cuaca di tahun 2024 dan 2025 juga cukup bagus. Harga di tahun lalu juga bagus sehingga khusunya petani bisa mengelola dan merawat kebunnya dengan bagus,” papar Sugeng.

Sedangkan total ekspor produk sawit pada bulan Agustus mengalami penurunan sebesar 1,81% dari bulan sebelumnya menjadi 3.473 ribu ton. Sugeng menerangkan, penurunan ekspor terbesar terjadi pada CPO yang turun menjadi 494 ribu ton atau 21,09% lebih rendah dari bulan sebelumnya kemudian diikuti oleokimia yang turun menjadi 436 ribu ton dari 438 ribu ton.

Kenaikan ekspor terjadi pada minyak sawit olahan menjadi 2.343 ribu ton dari 2.307 ribu ton dan juga pada olahan minyak inti sawit sebesar 199 ribu ton dari 164 ribu ton. Penurunan ekspor terjadi ke negara ke India (-160 ribu ton), Bangladesh (-76 ribu ton), dan Pakistan (-48 ribu ton). Sedangkan kenaikan ekspor terjadi untuk tujuan Malaysia (103 ribu ton), China (101 ribu ton), Afrika (40 ribu ton), EU-27 (32 ribu ton), Rusia (6 ribu ton), dan USA (4 ribu ton).

Dari sisi nilai ekspor produk sawit bulan Agustus justru mengalami kenaikan menjadi US$ 3,819 miliar pada bulan Agustus atau naik sebesar 3,50% dari bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan harga rata-rata Januari-Agustus tahun 2025 sebesar US$ 1.204/ton Cif Rotterdam. Lebih tinggi dari rata-rata Januari-Agustus tahun 2024 sebesar US$ 1.009/ton Cif Rotterdam. Secara YoY sampai dengan bulan Agustus, nilai ekspor 2025 naik cukup signifikan mencapai US$ 24,785 miliar lebih tinggi 42,88% dari ekspor tahun 2024. “Angka yang luar biasa betapa besarnya sumbangan komoditi ini terhadap devisa negara dan penyerapan tenaga kerja,” bebernya.

Stok awal bulan Agustus sebes 2.568 ribu ton, sedangkan produksi CPO+PKO turun menjadi 5.542 ribu ton. Konsumsi dalam negeri naik menjadi 2.100 ribu ton sedangkan ekspor turun menjadi 3.473 ribu ton, sehingga stok di akhir Agustus turun menjadi 2.543 ribu ton. “Kencangnya ekspor dan konsumsi berimbas pada stok awal kita,” jelas Sugeng.

Kendati demikian, Sugeng menekankan peningkatan produktivitas menjadi suatu keharusan karena konsumsi dalam negeri terus meningkat begitu pun ekspor. GAPKI sudah melakukan beberapa langkah strategis seperti introduksi sumberdaya genetik dan serangga penyerbuk dari Tanzania. Begitu pula dengan efisiensi biaya produksi agar harga minyak dari kelapa sawit tetap kompetitif dibandingkan dengan minyak nabati lainnya. “Mudah-mudahan ini bisa tetap kita jaga supaya bukan hanya murah tapi juga berkualitas supaya pasar di luar negeri tetap bisa kita isi,” tutupnya.

 

 

Arfi Zulta HB

Tag:

Bagikan:

Trending

PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Tanzania
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
KKP Hentikan Sementara Operasional UPI Denpasar
KKP Hentikan Operasional UPI Denpasar
3 Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional
3 Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional
Scroll to Top