1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Kinerja Penjualan PTPN 1 Melambung

Bayer dan Kemenko PM Satukan Kekuatan untuk Petani

Jakarta, Agrina-online.com. Penguatan ketahanan pangan dinilai tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi oleh petani. Petani kecil juga harus memiliki akses pembiayaan, teknologi, hingga pasar agar mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan sektor pertanian.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Bayer bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mulai menjajaki kolaborasi strategis untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi petani melalui program Better Life Farming (BLF) dan Perintis Berdaya.

Penjajakan kerja sama itu diawali dengan kunjungan dan dialog multipihak di Better Life Farming Center (BLFC) Mojokerto, Jawa Timur.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghubungkan teknologi pertanian, akses pembiayaan formal, pendampingan usaha tani, hingga kepastian pasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Infrastruktur BLFC yang selama ini berfungsi sebagai kios pintar pertanian di tingkat desa nantinya akan diperkuat bersama jaringan Perintis Berdaya agar mampu membangun tata kelola ekonomi pertanian yang lebih menguntungkan bagi petani kecil.

Sejak diluncurkan di Indonesia pada 2020, program BLF telah membentuk 590 BLFC yang tersebar di 13 provinsi. Menariknya, sekitar 20 persen pusat layanan tersebut dikelola perempuan.

Program ini juga disebut membawa dampak nyata di lapangan. Pendapatan kios pertanian BLFC meningkat sekitar 34 persen, sementara produktivitas petani peserta naik antara 15 hingga 25 persen.

 

Petani Perlu Ekosistem Lengkap

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison menilai, penguatan petani harus dilakukan melalui ekosistem yang menyeluruh, bukan sekadar bantuan sesaat.

“Dari kunjungan hari ini, saya melihat sendiri di Mojokerto, bagaimana petani kecil bisa berdaya kalau ekosistemnya lengkap, dari pendampingan, pembiayaan, sampai kepastian pasar. Ini yang sering terputus di lapangan,” ujarnya.

Menurut Leontinus, Program Perintis Berdaya hadir bukan untuk membangun sistem baru dari nol, melainkan menghubungkan berbagai inisiatif yang sudah berjalan baik agar dapat diperluas.

“Sedari awal, Program Perintis Berdaya hadir bukan untuk membuat program baru dari nol, tapi untuk menjahit inisiatif-inisiatif baik seperti Better Life Farming agar bisa diperluas dan direplikasi. Pendekatannya pemberdayaan, bukan bantuan, tujuannya petani mandiri, punya daya tawar, dan tidak bergantung,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekonomi petani.

“Kami di Kemenko PM tidak bisa jalan sendiri. Justru kami terbuka mengajak swasta, lembaga pembiayaan, dan pelaku rantai pasok untuk duduk bersama. Model seperti BLF ini sudah berjalan, tugas kami memastikan ekosistemnya bisa tumbuh lebih luas dan tidak ‘silo’. Semoga ke depan bisa benar-benar dijajaki kolaborasi yang memberdayakan!” katanya.

 

Teknologi dan Pasar Jadi Kunci

Dari sisi industri, Bayer melihat kolaborasi ini sebagai peluang memperluas dampak penguatan pertanian berbasis desa secara lebih masif. Bayer Crop Science Agriculture Affairs & LTO Lead Indonesia, Aditia Rusmawan mengatakan, model pertanian closed-loop yang diterapkan BLF mampu memperkuat produktivitas sekaligus keberlanjutan usaha tani.

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama lintas sektor dan pemerintah. Insiatif kemitraan nasional BLF dan Perintis Berdaya diharapkan akan mempercepat transformasi pertanian di pedesaan di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Menurut Aditia, penerapan teknologi budidaya, benih unggul, pendampingan usaha tani, hingga akses pembiayaan dan pasar menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas petani kecil.

“Melalui peninjauan BLFC di Mojokerto, kita melihat bagaimana implementasi model closed-loop, teknologi budidaya dan benih unggul mampu meningkatkan produktivitas petani. Dengan dukungan kebijakan makro pemerintah, kami optimistis model penguatan ekosistem berbasis desa ini dapat direplikasi secara masif di berbagai provinsi untuk terwujudnya kesejahteraan petani lahan kecil,” jelasnya.

Dialog multipihak dalam kegiatan tersebut turut melibatkan pengelola BLFC, petani kecil, lembaga pembiayaan, mitra offtaker, perusahaan asuransi pertanian, hingga kelompok petani muda dan perempuan tani.

Pembahasan difokuskan pada penguatan akses pembiayaan berkelanjutan, perluasan pasar yang lebih adil, serta peluang pengembangan model Better Life Farming sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

 

Omzet Kios Petani Naik Empat Kali Lipat

Salah satu petani sekaligus pemilik BLFC di Mojokerto, Imam Baihaqi mengaku, ekosistem BLF membantu petani mengatasi persoalan klasik yang selama ini dihadapi di lapangan.

“Selama ini, tantangan terbesar kami adalah ketidakpastian, mulai dari modal di awal musim tanam, tata cara budidaya yang benar, hingga ke mana harus menjual hasil panen dengan harga yang baik. Melalui ekosistem BLF, kami mendapatkan pendampingan menyeluruh dari hulu ke hilir termasuk akses pembiayaan dan pasar,” katanya.

Ia menyebut dampak program tersebut terasa langsung terhadap perkembangan usaha tani dan kios pertaniannya. “Dampaknya sangat nyata, omzet kios BLFC saya meningkat empat kali lipat,” ujar Imam Baihaqi.

Imam berharap rencana kolaborasi antara Better Life Farming dan Perintis Berdaya dapat segera direalisasikan agar manfaat program semakin luas dirasakan petani. “Dukungan dari pemerintah tentu akan memperluas jangkauan program ini, sehingga lebih banyak petani yang bisa merasakan manfaat nyata,” pungkasnya.

 

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

IMG-20260526-WA0004
Bayer dan Kemenko PM Satukan Kekuatan untuk Petani
WhatsApp Image 2026-05-23 at 7.47
HIPKASI Minta Tata Kelola Ekspor Sawit Dilakukan Bertahap
ol230526-sawit jangan diatur asing
Prabowo Tak Mau Harga Sawit Diatur Asing
WhatsApp Image 2026-05-22 at 11.33
Sawit Mulai Siaga Hadapi Ancaman “Godzilla El-Nino”
OL220526-tata kelola sawit DHE SDA
Pemerintah Perketat DHE SDA, Tata Kelola Ekspor Sawit Masuk Babak Baru
Scroll to Top