1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2025, Pasokan dan Harga Pangan…

EUDR Peluang Membangun Kepercayaan Pasar Global

Nusa Dua, Agrina-online.com. Implementasi EU Deforestation Regulation (EUDR) merupakan awal dari gelombang baru standar pasar global. Pietro Paganini, Adjunct Professor dari John Cabot University, Roma, mengungkap hal itu dalam diskusi di hari kedua IPOC 2025.

Dalam paparannya berjudul “EUDR and Beyond: Navigating New Frontiers for Palm Oil”, Paganini menegaskan, tantangan terbesar sawit saat ini bukanlah produktivitas, melainkan masalah persepsi dan kepercayaan. “Kelapa sawit adalah komoditas yang paling produktif dan paling inklusif, tetapi justru memiliki reputasi paling buruk,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Paganini menekankan bahwa kesenjangan antara fakta dan persepsi telah membuat sawit kerap dijadikan kambing hitam. Padahal, komoditas ini berperan besar dalam pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan gizi dunia, serta efisiensi penggunaan lahan.

Alih-alih melihat EUDR hanya sebagai hambatan, Ia juga menyarankan industri sawit untuk menjadikannya sebagai arena kompetisi baru dalam membangun kepercayaan dan nilai tambah. “Nol deforestasi dan keterlacakan penuh akan menjadi standar baru pasar global. EUDR membuka perlombaan global untuk membangun kepercayaan dan inovasi,” tegasnya.

Dia mengapresiasi adanya masa uji coba 24 bulan, masa transisi satu tahun bagi UMKM dan petani kecil, serta pembentukan komunitas praktik dan komite pengarah sebagai bentuk kompromi realistis untuk memastikan implementasi yang lebih inklusif.

Lebih lanjut, Paganini menjelaskan bahwa teknologi harus dipandang bukan sebagai beban biaya, melainkan investasi strategis dalam daya saing. “Teknologi adalah frontier baru bagi daya saing dan kepercayaan,” katanya.

Ia juga menekankan pemanfaatan drone dan satelit untuk pemantauan dan kepatuhan, blockchain untuk transparansi dan ketertelusuran, serta kecerdasan buatan (AI) untuk peningkatan efisiensi.

Menurut Paganini, peningkatan produktivitas melalui replanting, inovasi agronomi, hingga digitalisasi lahan merupakan pilar utama keberlanjutan. “Semakin tinggi hasil panen, semakin rendah tekanan terhadap lahan. Inilah keberlanjutan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp Image 2026-06-24 at 12.53
BRIN Galang Kolaborasi Global untuk Pertanian Rendah Emisi
pelatihan sdm sawit
Kejar Produktivitas, Pekebun Sawit Dibekali Budidaya dan ISPO
IMG-20260623-WA0031
Produktivitas Sawit Rakyat Masih Tertinggal, SDM Pekebun Jadi Kunci
Pupuk Indonesia hanya melaksanakan ekspor berdasarkan penugasan resmi pemerintah
Transformasi Tata Kelola dan Efisiensi, Pupuk Indonesia Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500
AEO KBI 170626
Raih Sertifikasi AEO, Kona Bay Indonesia Tegaskan Komitmen Standar Perdagangan Internasional
Scroll to Top