1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Optimistis Bisnis Pestisida 2026 Naik, Asosiasi Crop Care Indonesia Siap…

Empat Lab Penguji Cesium 137 Kantongi Restu USFDA

Jakarta, Agrina-online.com. United States Food and Drug Administration (USFDA) telah menyetujui empat laboratorium di Indonesia untuk dapat melakukan pengujian Cesium-137 (Cs-137) pada udang.

 

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini menjelaskan, “Kemarin kami telah menerima approval dari FDA terdapat empat laboratorium, dari beberapa yang kami ajukan. Laboratorium ini memiliki kapasitas dan kompeten melakukan pengujian Cs-137 pada udang untuk mendukung layanan sertifikasi bebas Cs-137.”

 

Menurut Ishartini, ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS) dari Jawa dan Lampung diwajibkan menyertakan persyaratan tambahan yaitu HC Mutu dengan keterangan bebas kontaminasi Cs-137. Aturan ini efektif berlaku per 31 Oktober lalu merujuk pada FDA Import Alert #99-52.

 

Penerbitan HC Mutu tersebut hanya dapat dikeluarkan oleh Badan Mutu KKP selaku CE yang diakui FDA melalui proses scanning dan testing bebas Cs-137 dengan validasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku otoritas nuklir.

 

“Pengujian bebas Cs-137 pada udang sebagai salah satu prasyarat ekspor ke AS saat ini dapat dilakukan di 4 laboratorium yaitu BRIN, BAPETEN, ALYPZ, dan SGS Vietnam,” rinci Ishartini di Jakarta, Kamis (14/11).

 

Ishartini menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan FDA dan instansi terkait di dalam negeri seperti BRIN, Bapeten, Bea Cukai serta kementerian/lembaga lainnya untuk dapat memberikan pelayanan prima sertifikasi bebas Cs-137 untuk mendorong kapasitas ekspor dan keberterimaan produk udang Indonesia ke AS.

 

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa quality assurance merupakan salah satu modal utama dalam fasilitasi perdagangan, sehingga KKP selain sebagai pemangku kepentingan kelautan dan perikanan juga telah terbukti memberikan kontribusinya sebagai economic tools bagi pertumbuhan ekonomi khususnya melalui kinerja ekspor.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

Kedaulatan Perunggasan Nasional"
Peternak Desak Program MBG Serap Produksi Peternak Nasional
peternak
Peternak Rakyat Berharap Dilibatkan Dalam Ekosistem Perunggasan Terintegrasi
WhatsApp Image 2026-05-06 at 1.34
Prof. Bungaran Saragih : Menata Ulang Distribusi Protein Nasional
Tanzania
Indonesia Perkaya Genetik Sawit, SDG Asal Tanzania Resmi Dilepas
sawit
Kolaborasi Indonesia-Tanzania Solusi Tantangan Global
Scroll to Top