1. Home
  2. »
  3. Agrina Cetak
  4. »
  5. Startup Terbaik Thailand Unjuk Kebolehan

Hasil Samping Ikan Disulap Jadi Minuman Kolagen, Dukung Ekonomi Perempuan dan Lingkungan

Bogor,Agrina-online.com. Limbah padat dari industri pengolahan ikan selama ini kerap diabaikan. Kulit, tulang, sisik, hingga gelembung renang biasanya hanya jadi pakan ternak atau kerupuk kulit.

Padahal, limbah tersebut menyimpan potensi ekonomi besar. Prof. Dr. Mala Nurilmala, guru besar IPB University sekaligus ketua Asosiasi Co-Product Akuatik Indonesia, menemukan bahwa limbah perikanan kaya akan protein dan kolagen.

Kolagen merupakan protein struktural bernilai tinggi, biasa digunakan dalam industri pangan, kosmetik, kesehatan, dan nutraceutical. Selama ini Indonesia masih mengimpor kolagen dari bahan baku babi atau sapi yang belum terjamin kehalalannya.

Berbekal riset itu, tim IPB meluncurkan “Collagel” pada Februari 2025. Produk ini telah mendapat izin edar BPOM dan sertifikat halal dari BPJPH. Untuk menjawab tren minuman kekinian, muncullah Collagen Z dalam varian kopi, matcha, mangga, dan berry.

Pelatihan dan workshop untuk masyarakat

Agar inovasi ini tepat sasaran, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Divisi Social Responsibility Center bekerja sama dengan Yayasan SayHI (Social Innovation Hub Indonesia) dan Halal Science Center (HSC) IPB mengadakan pelatihan dan workshop.

Kegiatan ini diikuti oleh pemuda, pemudi, dan ibu-ibu PKK dari wilayah Bogor dan Jakarta. Mereka dibekali manajemen produksi, pemasaran digital, hingga pencatatan berbasis teknologi. Para peserta juga difasilitasi dengan booth dan sepeda motor roda tiga (sepeda mobile) untuk berjualan Collagen Z.

Juni Hadi (Yayasan SayHI) dan Tun Tedja (HSC) menyambut antusias kegiatan ini. Noviana Putri Kusumasari, Manager Business, Government, Enterprise Service Witel Jabar dari Telkom, memberikan dukungan penuh.

“Inovasi ini tidak sekadar pemberdayaan ekonomi, tapi juga menjadi pejuang lingkungan yang mendukung circular economy dan keberlanjutan,” ujarnya.

Acara yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Kartini ini juga dihadiri Dr. Rahmadi Sunoko (Kepala BBP3KP-KKP), perwakilan Sekda Bogor, serta Dinas Koperasi dan UMKM Bogor. Trainer kondang Kang Ubay turut membekali peserta dengan strategi jualan dan pemasaran.

Kolaborasi HSC IPB, Yayasan SayHI, dan PT Telkom Indonesia ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular. Pengelolaan limbah perikanan menjadi produk bernilai tinggi tidak hanya menciptakan lapangan usaha baru, tetapi juga mengurangi pencemaran lingkungan.

Program ini terbuka untuk direplikasi di wilayah lain demi mendukung kemandirian ekonomi, keberlanjutan, dan ekosistem halal di Indonesia.

Brenda A.

Tag:

Bagikan:

Trending

Antusiasme peserta pada Mini Expo FARM 2025
FARM 2026: Forum Industri Udang bersama Pakar Nasional & Internasional
Perkuat Ketahanan Industri, Pupuk Indonesia Jajaki Kemitraan Strategis Sektor Pupuk di Rusia
Perkuat Ketahanan Industri, Pupuk Indonesia Jajaki Kemitraan Strategis Sektor Pupuk di Rusia
BPDP dan Ditjenbun Dukung SDM Perkebunan Belajar di PTPN IV Regional 4 Batanghari
BPDP dan Ditjenbun Dukung SDM Perkebunan Belajar di PTPN IV Regional 4 Batanghari
Astra Agro Raih Penghargaan Ekonomi Hijau, Sulap Limbah Jadi Biogas  
Astra Agro Raih Penghargaan Ekonomi Hijau, Sulap Limbah Jadi Biogas  
Pendidikan Tinggi Tak Lagi Jauh bagi Perempuan Rimba
Pendidikan Tinggi Tak Lagi Jauh bagi Perempuan Rimba
Scroll to Top