1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Peringatan HTN, SPI Mendesak Pelaksanaan Reforma Agraria

Tekan Losses TBS, Pekebun Muara Enim Belajar Standar Industri

Palembang, Agrina-online.com. Tahukah Anda bahwa buah sawit atau TBS yang melimpah di pohon belum tentu menghasilkan cuan maksimal saat ditimbang? Kesalahan kecil saat memetik, lalai mengutip brondolan, hingga kecerobohan saat penanganan pascapanen kerap menjadi ‘lubang bocor’ yang menggerus pendapatan petani tanpa disadari.
Fenomena losses atau kehilangan hasil inilah yang kini tengah dibenahi secara serius di Sumatera Selatan. Sebanyak 133 pekebun dari empat koperasi sawit di Kabupaten Muara Enim diboyong ke Palembang untuk ditempa dalam acara Pelatihan Petani Sawit Kelas Teknik Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–25 Juli 2026 ini diinisiasi oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) bersinergi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian.

Intip Langsung Praktik Skala Industri
Tidak sekadar mendengarkan teori di dalam kelas, para petani diajak menyelami langsung seluk-beluk pemanenan presisi. Yaitu, mulai dari cara menentukan kriteria matang panen yang pas, manajemen penanganan brondolan, hingga sistem pengangkutan dan ketertelusuran (traceability).
Puncaknya pada 23 Juli 2026, para peserta melakukan field trip ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan. Di sana mereka melihat secara langsung bagaimana perusahaan perkebunan besar menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) panen ketat demi menjaga kualitas Tandan Buah Segar (TBS).
Pengalaman lapangan ini menjadi krusial. Mengingat, peserta tidak hanya terdiri dari pekebun yang terbagi dalam Angkatan VI hingga IX, tetapi juga memboyong empat penyuluh lapangan dari Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim serta dua perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel.

Pentingnya Menjaga Kualitas TBS
Kepala Bagian Usaha Hulu Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT RPN, Fandi Hidayat menekankan, tingginya produktivitas lahan akan sia-sia jika tidak diimbangi eksekusi panen yang tepat.
“Melalui pelatihan ini diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mampu menerapkan praktik yang tepat di lapangan sehingga produktivitas, mutu hasil, dan efisiensi usaha perkebunan dapat terus meningkat,” ujarnya.
Fandi menggarisbawahi, kesalahan sekecil apa pun saat panen berakibat fatal pada nilai jual. Hal senada diungkap Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Dian Eka Putra yang menyebut panen sebagai penentu akhir keberhasilan usaha tani.
“Karena itu teknik panen dan penanganan pascapanen menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas hasil sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas,” katanya.
Dian juga berpesan agar para peserta tidak menyimpan ilmu ini untuk diri sendiri. Melainkan, membagikannya kepada sesama pekebun di daerah asal.
Optimisme serupa disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Muslim Budiman. Menurut Muslim, perubahan perilaku panen yang lebih tertata akan secara otomatis menekan angka losses, meningkatkan efisiensi, dan pada akhirnya menambah tebal kantong para petani rakyat.
Lewat kolaborasi strategis Program SDMP 2026 ini, RPN, BPDP, dan Ditjenbun berharap teknik panen modern ini dapat menular luas, membawa perkebunan sawit rakyat Muara Enim naik kelas dan makin sejahtera.

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

IMG-20260725-WA0013
Tekan Losses TBS, Pekebun Muara Enim Belajar Standar Industri
AOL2407-GPPU
Pembibitan Jadi Penentu Masa Depan Perunggasan
Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton Semester I 2026
Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton Semester I 2026
Kementan Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes
Kementan Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes
Riset Sawit Harus Mampu Hadirkan Inovasi yang Mendorong Kemajuan Industri Sawit Berkelanjutan
Riset Sawit Harus Mampu Hadirkan Inovasi yang Mendorong Kemajuan Industri Sawit Berkelanjutan
Scroll to Top