1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Presiden Prabowo Terapkan Pintu Tunggal Ekspor Sawit

GAPKI dan ILO Bekali Pelatihan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

GAPKI & ILO

Jakarta, Agrina-online.com.  Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan International Labour Organization (ILO) kembali berkolaborasi dalam penyelenggaraan Pelatihan Responsible Business Conduct (RBC) dan Human Rights Due Diligence (HRDD) bagi perusahaan anggota GAPKI di Jakarta.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas perusahaan anggota GAPKI dalam menerapkan perilaku bisnis yang bertanggung jawab serta uji tuntas hak asasi manusia, khususnya pada dimensi ketenagakerjaan di sektor kelapa sawit.

Pelaksanaan tersebut berlangsung pada 28- 29 Januari 2026 di Jakarta. Upaya ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya ekspektasi pasar global, investor, dan pemerintah terhadap praktik bisnis yang menghormati hak pekerja dan hak asasi manusia di seluruh rantai pasok.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyampaikan bahwa isu ketenagakerjaan dan HAM (Hak Asasi Manusia) tidak hanya sekadar kepatuhan pada regulasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlanjutan usaha dan daya saing industri.

“Penguatan praktik kerja yang selaras dengan prinsip penghormatan HAM merupakan bagian dari manajemen risiko perusahaan sekaligus fondasi untuk menjaga kepercayaan pasar dan daya saing di perdagangan global,” ujar Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, Kamis (29/1).

Beberapa topik yang dibahas dalam pelatihan ini diantaranya adalah pengenalan instrumen internasional tentang perilaku bisnis yang bertanggung jawab, seperti Deklarasi ILO tentang Perusahaan Multinasional dan Konvensi Fundamental ILO, serta tahapan praktis Uji Tuntas HAM.

Peserta juga dibekali dengan alat bantu praktis dan studi kasus untuk mendukung implementasi RBC dan HRDD di perusahaan dan rantai pasoknya.

Di akhir pelatihan, setiap perusahaan diwajibkan menyusun rencana aksi beserta linimasa implementasi yang berfokus pada dimensi ketenagakerjaan.

GAPKI dan ILO selanjutnya akan memilih sedikitnya sepuluh perusahaan untuk mengikuti program pendampingan lanjutan selama enam bulan guna memastikan rencana aksi tersebut dapat dijalankan secara efektif.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan GAPKI dan ILO yang telah berlangsung sejak 2017, serta didukung oleh proyek Realizing Trade Gains Free from Gender Discrimination and Child Labour (RealGains).

Melalui kegiatan ini, GAPKI dan ILO berharap perusahaan kelapa sawit Indonesia semakin siap menghadapi tuntutan Uji Tuntas HAM (HRDD) yang berkembang dalam perdagangan dan rantai pasok global, sekaligus memperkuat komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

pelatihan sdm sawit
Kejar Produktivitas, Pekebun Sawit Dibekali Budidaya dan ISPO
IMG-20260623-WA0031
Produktivitas Sawit Rakyat Masih Tertinggal, SDM Pekebun Jadi Kunci
Pupuk Indonesia hanya melaksanakan ekspor berdasarkan penugasan resmi pemerintah
Transformasi Tata Kelola dan Efisiensi, Pupuk Indonesia Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500
AEO KBI 170626
Raih Sertifikasi AEO, Kona Bay Indonesia Tegaskan Komitmen Standar Perdagangan Internasional
WMU targetkan peningkatan kapasitas hingga 500.000 ekor pada 2027, berpotensi sebagai produsen telur cage-free terbesar di Asia Tenggara.
WMU Berpeluang Menjadi Produsen Telur Cage-Free Terbesar di Asia Tenggara
Scroll to Top