Minggu, 2 Agustus 2020

Ihwal Makan Buah dan Sayur

Ihwal Makan Buah dan Sayur

Foto: Sabrina Yuniawati
Selain menawarkan kesegaran dengan kandungan airnya yang hampir 90%, melon juga kaya akan mineral kalium 228 mg/100 g buah

Dalam peta Our World in Data, Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang konsumsi per kapita buahnya di bawah rekomendasi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
 
Berdasarkan data 2017, konsumsi buah kita baru mencapai 171,33 g dari 200 g per hari. Demikian pula konsumsi per kapita sayuran kita juga terbilang masih rendah, yaitu 119,82 g per hari. Sementara rekomendasi FAO sebesar 250 g per hari.
 
Padahal berdasarkan Statista.com, Indonesia termasuk produsen buah nomor 7 dunia di bawah China, India, Brasil, Amerika Serikat, Turki, dan Meksiko dengan produksi 20,44 juta ton pada 2018. Sang jawara, China, jauh melesat dengan pasokan 240,75 juta ton. 
 
Data Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) memperlihatkan, konsumsi buah per kapita masyarakat Indonesia periode 2015-2017 menunjukkan tren naik.
 
Meskipun, ada tahun-tahun tertentu yang tidak tersedia datanya. Sementara, data Badan Ketahanan Pangan, Kementan menunjukkan, masyarakat perkotaan mengonsumsi buah lebih banyak ketimbang masyarakat di pedesaan.
 
Hal ini sangat mungkin didorong oleh pengetahuan yang lebih baik tentang kebutuhan untuk mengonsumsi pangan seimbang atau beragam. 
 
Sepuluh jenis buah yang terbanyak dikonsumsi masyarakat kita adalah pisang, pepaya, jeruk, salak, semangka, apel, jambu, alpukat, mangga, dan melon.
 
Jumlah konsumsi jenis buah tersebut juga berhubungan dengan ketersediaannya di dalam negeri. Pisang misalnya, data Kementan menunjukkan produksinya pada 2018 mencapai 72.643.793 kuintal, pepaya 8.875.801 kuintal, sementara melon yang di urutan paling buncit hanya 1.186.914 kuintal. 
 
Melon (Cucumis melo) termasuk komoditas buah yang harganya relatif baik. Apalagi, bila produsen membidik pasar ritel modern dan toko buah yang konsumennya didominasi kalangan menengah ke atas.
 
Konsumen ini bersedia merogoh kantong lebih dalam untuk mendapatkan kualitas buah yang lebih tinggi dibandingkan yang beredar di pasar tradisional. Mereka tentu kurang meminati “melon rasa mentimun” yang hambar.
 
Mereka suka melon yang daging buahnya lembut atau renyah (crunchy) tergantung jenisnya dan manis dengan kadar kemanisan minimal brix 12. 
 
Selain menawarkan kesegaran dengan kandungan airnya yang hampir 90%, melon juga kaya akan mineral kalium 228 mg/100 g buah. Buah ini pun mengandung serat, mineral lain seperti Fe, Mg, fosfor, natrium, magnesium, vitamin C, A, E, K, dan tentu saja gula.  
 
Khusus tentang kalium, mineral ini berperan dalam memelihara fungsinormal otot, jantung, sistem saraf, dan juga merupakan regulator utama tekanan darah.
 
Salah satu hasil penelitian di Sleman, Yogyakarta pada penderita hipertensi berusia di atas 60 tahun, konsumsi jus melon teratur dua kali sehari dapat menurunkan tekanan darah, dari 171 mm Hg (sistolik) menjadi 141 mm Hg.
 
Kandungan karotenoid, khususnya pada melon berdaging buah warna jingga sangat baik sebagai pelindung tubuh dari  pengaruh radikal bebas. 
 
Minat masyarakat untuk mengonsumsi buah, termasuk melon, dan sayuran diperkirakan akan meningkat dalam tahun-tahun mendatang. Hal ini seiring dengan pertumbuhan populasi kelas menengah dan meningkatnya urbanisasi.
 
Menurut laporan ekonom senior Bustanul Arifin dkk ke Bappenas, FAO, dan WFP, jumlah kelas menengah Indonesia tahun ini mencapai 85 juta jiwa (31% dari populasi).
 
Pada 2030 jumlahnya akan meningkat menjadi 165 juta jiwa (56%) dan pada 2045 akan mencapai 254 juta jiwa (80%).
 
Pertumbuhan populasi dan kelas menengah tersebut akan mengubah pola konsumsi pangan dan permintaan terhadap pangan pada masa mendatang.
 
Pendapatan per kapita yang lebih tinggi dan pengetahuan yang lebih baik akan membuat konsumen tersebut membutuhkan pangan yang lebih sehat dan lebih bervariasi.
 
Dalam masa pandemi virus Corona sekarang ini, masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh mereka tetap kuat agar tidak mudah terserang virus tersebut.
 
Kementerian Kesehatan pun menganjurkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran sebagai salah satu langkah untuk pencegahan penyakit Covid-19 yang disebabkan virus Corona itu.
 
Apalagi, WHO memperkirakan pandemi ini akan berlangsung lama. Jadi, jangan enggan makan buah dan sayur. 
 
 
 
Peni Sari Palupi

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain