1. Home
  2. »
  3. Agrina Cetak
  4. »
  5. ILDEX Indonesia 2025: Peluang Investasi Industri Pertanian

Industri Sawit, Penopang Utama Neraca Perdagangan

Industri Sawit, Penopang Utama Neraca Perdagangan

Jakarta, Agrina-online.com. Di balik podium Hai Sawit Simposium ke-2 digelar di Hotel Bidakara pada Rabu, 22 April 2026. Sambutan Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil dibacakan Direktur Sawit dan Palma Lainnya, Iim Muchtarom mengatakan bahwa “emas cair” Indonesia masih menjadi tulang punggung ekonomi yang tak tergantikan.

Statistik yang dipaparkan lim menunjukkan betapa dominannya duet Indonesia dan Malaysia di pasar global. Keduanya menggenggam kendali atas 80–85% pasokan minyak sawit dunia.

Ia merinci, produksi 2025 Indonesia mencatat angka 53,6 juta ton, sementara Malaysia membuntuti dengan 19-20 juta ton.

Sektor ini, menyumbang hingga 4,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Lalu lebih dari 16 juta orang menggantungkan hidupnya pada komoditas tersebut.

Nilai ekspor produk sawit Indonesia pada 2025 mencapai USD24,42 miliar atau setara ratusan triliun. “Kelapa sawit adalah penopang utama surplus neraca perdagangan nasional,” ujarnya.

lim membawa kabar yang memadukan optimisme sekaligus kewaspadaan. Pesan pentingnya bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia.

Dalam menghadapi tekanan kebijakan internasional seperti EUDR, sinergi kedua negara serumpun ini dianggap krusial agar tidak hanya menjadi penonton di pasar global.

Aturan ini menuntut setiap produk sawit yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari deforestasi serta memiliki sistem pelacakan yang transparan.

Bagi Indonesia, tuntutan ini bukan sekadar soal kepatuhan administratif, melainkan menyangkut transformasi mendasar dalam tata kelola industri.

lim menegaskan bahwa perbaikan harus dimulai dari hulu. Legalitas lahan, transparansi rantai pasok, hingga praktik budidaya yang ramah lingkungan menjadi kunci.

“Transformasi ini tidak bisa ditunda. Kita harus memastikan sawit Indonesia tidak hanya besar, tetapi juga berkelanjutan. Semoga forum ini melahirkan rekomendasi konkret untuk menjawab tantangan global dengan pendekatan kolaboratif,” jelasnya. 

Di tempat sama, M Gema Aliza P, Ketua Panitia HASI mengatakan, menyebut forum ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebuah momentum untuk mempererat koneksi industri.

“HASI lahir dari kegelisahan sederhana yang dirasakan di lapangan. Banyak profesional hebat dengan pengalaman luar biasa, namun belum memiliki wadah kolaborasi yang nyata,” ungkapnya.

Ekosistem Digital

Hai Sawit Indonesia tampaknya tak ingin berhenti hanya pada urusan simposium. Mereka tengah merajut ekosistem digital yang ambisius melalui aplikasi dengan moto “Sawit dalam Genggaman”.

Aplikasi ini mengintegrasikan empat fitur utama: pembaruan berita industri, bursa lowongan kerja, informasi kegiatan, hingga pelatihan untuk pengembangan kompetensi SDM.

Langkah ekspansi terus berlanjut. Pada Mei 2026 mendatang, mereka berencana meluncurkan edisi perdana majalah/newsletter Hai Sawit sebagai kanal informasi yang lebih mendalam.

Ada pula program HSI Partner Prime yang ditujukan bagi perusahaan yang ingin melakukan promosi secara konsisten.

Menutup rangkaian sambutannya, Gema melemparkan sinyal optimistis bagi keberlanjutan forum ini. Ia mengumumkan bahwa HASI 2027 direncanakan bakal diboyong ke Yogyakarta.

“Harapan kami, HASI tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi menjadi gerakan yang terus berkembang dan semakin besar,” pungkasnya.

Sebuah janji untuk membawa industri sawit ke arah yang lebih terbuka dan terhubung, melampaui sekadar angka produksi di atas kertas.

Simposium yang dihadiri oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI ini menjadi magnet bagi para pemain besar dari dua negara jiran, Indonesia dan Malaysia.

Tak kurang dari perusahaan perkebunan, asosiasi, hingga para pakar berkumpul untuk membedah isu-isu teknis yang benar-benar terjadi di lapangan.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp Image 2026-04-23 at 3.51
Bayu Krisnamurti : Ingatkan Perkuat Sistem Pangan Sayuran Nasional
Industri Sawit, Penopang Utama Neraca Perdagangan
Industri Sawit, Penopang Utama Neraca Perdagangan
Terapkan Efisiensi dan Inovasi Agronomi, Kinerja Astra Agro Tumbuh Positif
Terapkan Efisiensi dan Inovasi Agronomi, Kinerja Astra Agro Tumbuh Positif
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Tanzania
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Scroll to Top