Bogor, Agrina-online.com – Industri udang Indonesia membuktikan ketangguhannya untuk bertahan di tengah dinamika pasar global sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa industri udang Indonesia memiliki resilience tinggi dan siap untuk bertransformasi ke depannya.
Mendukung langkah tersebut, Farmers Learning Club (FLC) dan Shrimp Club Indonesia (SCI) bekerja sama dengan Minapoli kembali menyelenggarakan FARM 2026 bertemakan, “From Resilience to Excellence: Towards the Golden Age of Shrimp Farming”.
Insight Teknis & Pasar Terkini dari Belasan Narasumber Terkemuka FARM 2026 akan menghadirkan sesi konferensi bersama 11 pembicara terpilih yang bertujuan membahas insight, isu, tantangan serta solusi terkini dalam aspek teknis budidaya udang di lapangan hingga kondisi pasar secara komprehensif.
Pada sesi kegiatan ada beberapa fokus topik bahasan antara lain, Sistem budidaya udang; Manajemen kesehatan & penyakit udang; Hatchery & genetik udang; Manajemen kualitas air; Manajemen pakan & nutrisi udang; Insight tren pasar udang Comment Highlight.
Gerry Gilang Kamahara selaku Ketua FLC bersama Prof. Dr. Andi Tamsil, MS., IPM. selaku Ketua SCI akan memberikan kata pengantar untuk menyambut seluruh peserta FARM 2026.
Sesi konferensi akan dibuka dengan keynote speech dari Dr. Tb. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dr. Natthinee Munkongwongsiri, Associate Director of Research & Technical Transfer dari SyAqua Group, akan membahas mengenai pemuliaan genetik untuk mendorong produktivitas tambak.
Narendra Santika Hartana, Animal Health Manager dari Suri Tani Pemuka, akan menjelaskan manajemen kesehatan udang dari sudut pandang aqua pathologist dengan pendekatan holistik dan multidisiplin.
Prof. Andy Shinn, Ph.D. selaku Global Technical Expert (Health) dari INVE Aquaculture, juga akan memaparkan mengenai manajemen kesehatan udang serta insight tentangbiosecurity.
Setiawan Aditia, Technical Applications Manager (Aquaculture) Asia Pacific dari LANXESS, akan menerangkan kombinasi biosecurity, penggunaan probiotik, serta nutrisi fungsional.
Martha Mamora, Area Manager Adisseo, akan membedah strategi efisiensi biaya Feed additive melalui kombinasi peningkatan penyerapan nutrisi dan penggunaan lini produk kesehatan.
Stéphane Ralite, Shrimp Product Manager dari Lallemand, akan mendalami pengaruh ketidakseimbangan mikroba di tambak udang dan resiko penyakit.
Revata Utama selaku Founder dan Chief Executive Officer (CEO) dari Nusantics, akan mengulas proyeksi dan tren penyakit udang di tahun 2026.
Turut hadir Lie Tje Yoeng selaku Deputy Head of Commodities, Central Proteina Prima, sebagai salah satu narasumber dalam rangkaian sesi konferensi.
Adapula Mini Expo: Ruang Temu & Kolaborasi Puluhan Stakeholder Perikanan FARM 2026 juga menjadi ruang networking & membuka peluang bisnis bagi pelaku industri.
Rangkaian Mini Expo bersama 25 exhibitor dari perusahaan ternama di industri udang yang akan menampilkan produk dan layanan dengan inovasi terkini.
Beberapa kategori perusahaan tersebut, Perusahaan pakan ikan & udang, Pembenihan & genetik udang, Teknologi manajemen tambak udang, Feed additive & nutrisi udang, Sarana produksi tambak udang, kincir & geomembran tambak Udang, Pengolahan & sistem filtrasi air, Produsen ragi, Marketplace & event-organizer akuakultur Pendaftaran Masih Dibuka!
Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung bersama 400+ pelaku industri udang dalam FARM 2026. Daftarkan diri Anda melalui tautan berikut: linktr.ee/farm2026.
Panduan peserta serta informasi lengkap mengenai FARM 2026, silakan kunjungi: Landing Page FARM 2026. Informasi atau pertanyaan teknis lebih lanjut, silakan hubungi kami: 0811 1316 828 (Harits).
Acara berlangsung pada Selasa, 29 September 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue dengan target lebih dari 400 peserta dari kalangan pelaku industri udang Indonesia, mulai petambak udang, perusahaan akuakultur, asosiasi, hingga berbagaistakeholder lainnya.
Sabrina Yuniawati







