1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dirut BULOG Beserta Ketua Komisi IV dan Kasad Dianugerahi sebagai…

CIAME Asia 2025: Jembatan Penghubung Pertukaran Teknologi dan Kerja Sama Pertanian

Pameran bertujuan mendorong peningkatan mekanisasi pertanian regional secara menyeluruh.

 

Pameran Thailand International Agricultural Machinery Exhibition atau CIAME Asia pertama berlangsung sukses di IMPACT Exhibition Center, pusat eksibisi terbesar di Thailand pada 23-25 Juli 2025. Ada lebih dari 130 perusahaan dari seluruh dunia berpartisipasi dalam pameran dan lebih dari 5.000 pengunjung menghadiri pameran di hari pertama pembukaan.

CIAME Asia 2025 diselenggarakan oleh Asosiasi Distribusi Mesin Pertanian China (CAMDA), Asosiasi Industri Mesin Pertanian China (CAMIA), Asosiasi Mekanisasi Pertanian China (CAMA), and Asosiasi Teknik Mesin Pertanian Thailand (TAMEA). Ini merupakan pameran profesional berskala besar pertama industri mesin pertanian China yang diadakan di luar negeri. Pameran ini bukan hanya sebagai langkah penting bagi industri mesin pertanian China menuju global. Akan tetapi, merupakan tonggak pencapaian dalam peningkatan kerja sama pertanian antara China dan Thailand yang akan menyuntikkan dorongan baru ke proses modernisasi pertanian Thailand.

 

CIAME Asia 2025

Sejumlah pejabat penting hadir dalam pembukaan CIAME Asia 2025. Di antaranya Wakil Menteri Pertanian dan Koperasi Thailand, Patrapong Songchitrat; Wakil Menteri Perindustrian Thailand, Banjong Suwitthaya; Konselor Komersial Kedutaan Besar China di Thailand, Jiang Wei; Presiden CAMDA, Fan Jianhua; Presiden CAMIA, Chen Zhi; Wakil Presiden CAMA sekaligus Guru Besar China Agricultural University, Prof. Yang Minli; Presiden TAMEA, Dares; dan Wakil Direktur Pusat Mekanisasi Berkelanjutan PBB, Marco.

Sebagai negara agraris, Thailand memiliki lahan luas dengan potensi pengembangan tak terbatas. Permintaan pasar mesin pertanian yang tinggi membutuhkan dukungan teknologi berkualitas tinggi. Dalam sambutannya, Fan Jianhua menjelaskan, industri mesin pertanian China telah membangun sistem yang lengkap. Mulai dari riset dan pengembangan hingga manufaktur, serta menghasilkan sejumlah besar produk unggulan dan berkualitas tinggi di berbagai bidang seperti traktor, mesin pemanen, mesin tanam, dan mesin pelindung tanaman. Ini merupakan dukungan kuat bagi modernisasi pertanian di berbagai negara.

“Pameran ini tidak hanya memamerkan pencapaian teknologi mesin pertanian China tapi juga menjadi jembatan penghubung. Kami berharap dapat memanfaatkan pameran ini sebagai penghubung untuk mempromosikan pertukaran teknologi, berbagi pengalaman, dan kerja sama perdagangan antara perusahaan mesin pertanian China dan Thailand serta perusahaan negara-negara ASEAN yang akhirnya akan mencapai manfaat bersama dan pembangunan yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Fan menambahkan, tujuan awalnya bukan hanya menghadirkan peralatan mesin pertanian yang lebih efisien kepada petani lokal. Namun, juga memperkenalkan konsep produksi canggih untuk mendorong peningkatan mekanisasi pertanian regional secara menyeluruh sekaligus membantu perkembangan industri mesin pertanian lokal Thailand dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Jiang Wei mengatakan, industri mesin pertanian China secara aktif berpartisipasi dalam modernisasi pertanian global. CIAME Asia menjadi langkah tepat dalam menanggapi praktik produksi pertanian dan permintaan yang tinggi di pasar mesin pertanian China dan Thailand. “Pameran ini merupakan ajang bagi pencapaian teknologi mesin pertanian China untuk mendunia dan platform yang tepat untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama antarindustri mesin pertanian di China, Thailand, dan negara-negara ASEAN, serta mencapai pembangunan yang saling menguntungkan,” paparnya.

Sementara itu, Pattharapong Songchuenya menjelaskan, teknologi inovatif China dapat diterapkan secara efektif di sektor pertanian Thailand dan CIAME Asia menjadi peluang yang sangat baik untuk mewujudkannya. “Pameran ini tidak hanya memamerkan mesin pertanian terbaru dari produsen global terkemuka, termasuk smart farming, pertanian presisi, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things, tetapi juga menyelenggarakan seminar akademis dengan para ahli dan pengembang teknologi pertanian dari seluruh dunia, serta sesi temu bisnis untuk mempromosikan jaringan bisnis internasional,” urainya.

 

Jejaring Asia Pasifik

Selain pameran mesin pertanian, CIAME Asia juga menghadirkan rangkaian kegiatan meliputi berkolaborasi dengan asosiasi petani Thailand untuk menjalankan kegiatan bisnis; fasilitasi koneksi antara peserta pameran, distributor, dan petani untuk mencapai integrasi teknologi dan permintaan yang lancar; forum analisis dan investasi pasar mesin pertanian Thailand dan Asia; sesi seminar; serta kunjungan ke area pertanian, pabrik, dan gerai distribusi Thailand untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kerja sama jangka panjang.

Yang tidak kalah penting, temu bisnis antara delegasi internasional yang berasal dari lebih dari sepuluh negara di Asia Tenggara dan Asia Pasifik seperti China, Thailand, Vietnam, Indonesia, India, Turki, Malaysia, Rusia, Nepal, Filipina, Pakistan, dan Bangladesh. Tidak hanya memperluas pasar, kegiatan ini juga mendorong ekspansi bersama perusahaan mesin pertanian China dan Thailand ke Asia Tenggara untuk mencapai pasar yang saling menguntungkan.

Dalam sesi seminar, Prof. Song Zhenghe, Guru Besar Universitas Pertanian China menjelaskan kebutuhan mesin pertanian di China sangat besar. Ada 113,1 juta lahan pertanian yang dikembangkan, meliputi sekitar 30 juta ha lahan padi, 23,3 juta ha gandum, 42 juta ha jagung, 10,6 juta kedelai, 4,6 juta kentang, dan 2,6 juta barlei dataran tinggi.

“Jumlah total pengusaha mesin pertanian China lebih dari 8.000 dengan lebih dari 4.200 jenis mesin pertanian. Wilayah manufaktur terpusat di Shandong, Jiangsu, Henan, dan Zhejiang,” paparnya.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

panen fest 2026
Menanti Kedelai dari Tangan TNI
Panen Fest 2026, Diharapkan Produksi Sektor Pertanian Terus Meningkat
Panen Fest 2026, Diharapkan Produksi Sektor Pertanian Terus Meningkat
Dirut BULOG Beserta Ketua Komisi IV dan Kasad Dianugerahi sebagai Insan Inspiratif Pangan
Dirut BULOG Beserta Ketua Komisi IV dan Kasad Dianugerahi sebagai Insan Inspiratif Pangan
RUTA Crop Care Indonesia
Optimistis Bisnis Pestisida 2026 Naik, Asosiasi Crop Care Indonesia Siap Dukung Swasembada Pangan
Petrokimia Gresik menandatangani kerja sama produksi pupuk Petroganik 2026 bersama mitra sebagai upaya mendukung kelancaran penyaluran pupuk organik bersubsidi tahun 2026
Penuhi Alokasi Pupuk Organik Bersubidi, Petrokimia Gresik Kerja Sama dengan 78 Mitra Produksi
Scroll to Top