Tangerang, Agrina-online.com — Ketua DPD HKTI Provinsi Banten, Andra Soni menegaskan, pentingnya mengubah paradigma sektor pertanian dan peternakan di Banten.
Pertanian tidak boleh dipandang hanya sebagai aktivitas produksi biasa, melainkan harus bertransformasi menjadi sektor ekonomi modern, industri, dan instrumen investasi khususnya di daerah.
Andra Soni menyoroti potensi besar serta pencapaian strategi Banten dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan ibu kota.
“Ketahanan pangan bukan sekedar pemanasan konsumsi, melainkan tentang keberlangsungan hidup petani dan peternak, serta pengelolaan ekonomi yang mandiri,” ungkapnya saat pembukaan Nusantara Livestock & Poultry Expo dan Indogritech 2026, Rabu (4/11) .
Andra menambahkan, “Kita harus bergerak dari pertanian yang sekedar menghasilkan menjadi pertanian yang produktif, efisien, dan berdaya saing.”
Capaian Positif Sektor Pertanian dan Ekonomi Banten
Andra Soni memaparkan sejumlah data statistik yang menunjukkan kinerja impresif sektor pertanian Banten.
Sepanjang tahun 2025, ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,37%, di mana lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan sebesar 9,60%.
Tren positif ini berlanjut pada triwulan II tahun 2026 dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,49%, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,29%.
Pada sektor pangan, luas panen padi di Banten pada tahun 2025 mencapai 355.000 ha dengan produksi 1,77 juta ton gabah kering giling (setara 1,01 juta ton beras).
Sementara itu, untuk periode Januari hingga Oktober 2026, produksi padi Banten telah menyentuh angka 1,7 juta ton.
Sektor peternakan juga menunjukkan angka yang menjanjikan, dengan produksi daging ayam ras pedaging mencapai 298 juta kg dan telur ayam ras sebesar 315 juta kg pada tahun 2025.
Kesejahteraan petani ikut mulai naik. Per September 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) Banten berada di angka 114 (naik 0,88% dari Agustus 2026), sedangkan NTP subsektor peternakan tercatat sebesar 95,78 (naik 0,22%).
Peluang Lewat Program Makan Bergizi Gratis
Meningkatnya kebutuhan protein hewani di Banten salah satunya didorong oleh program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat, yang saat ini telah menjangkau sekitar 3,5 juta penerima manfaat di Provinsi Banten.
Menurut Andra Soni, menyajikan porsi telur, daging ayam, ikan, dan susu untuk program ini merupakan peluang emas yang harus ditangkap oleh para peternak dan produsen lokal Banten.
Mengantisipasi permintaan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten bersama Kementerian Pertanian menggencarkan program Pertanian Under Advanced Architecture System (PMAS) pada tahun 2026 dengan target lahan seluas 25.436 ha.
Teknologi ini terbukti mampu mendongkrak hasil ubinan padi dari yang awalnya 4 ton/ha menjadi rata-rata 4,4 ton, bahkan mencapai rekor uji coba 12,8 ton/ha di Kota Serang.
Peningkatan produktivitas ini juga ditopang oleh pembangunan infrastruktur. Melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025, Banten mendapatkan bantuan perbaikan 12 daerah irigasi sepanjang 81,8 kilometer, meningkatkan indeks layanan irigasi dari 52,5% menjadi 62,45%.
Selain itu, melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera, pemprov telah membangun 61 ruas jalan desa sepanjang 71 kilometer pada tahun 2025, dan dilanjutkan sebanyak 33 ruas sepanjang 46,71 kilometer pada tahun 2026 untuk memangkas biaya logistik hasil tani.
Lima Pilar Transformasi Pangan Masa Depan
memastikan keinginan sektor ini, Andra Soni menawarkan lima bidang besar transformasi pangan di Banten, yaitu pertama, modernisasi produksi secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Kedua, integrasi ekosistem sirkular antara pertanian, peternakan, dan perikanan (seperti pemanfaatan limbah pangan untuk pakan dan pupuk organik).
Ketiga, penguatan infrastruktur dan logistik pangan, termasuk irigasi, jalan usaha tani, fasilitas pengering, cold storage , hingga rumah potong hewan. Keempat, investasi dan kemitraan industri yang berpihak dan memberikan keuntungan bagi petani serta peternak lokal.
Lalu kelima, regenerasi petani guna mencetak agripreneur muda melalui strategi program seperti “Satu Sarjana, Satu Desa”.
Mengakhiri perayaannya, Andra Soni mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan cara-cara lama dan beralih ke inovasi.
Selain itu, berkolaborasi sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan.
Sabrina Yuniawati







