Tangerang, Agrina-online.com — Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP Expo) 2026 dan Indonesia Agriculture Technology Expo (INDOGRITECH Expo) 2026 resmi dibuka pada Rabu, 4 November 2026, berlangsung di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.
Mengusung tema “Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia”, kedua pameran ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian dan peternakan nasional melalui inovasi teknologi, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan peluang bisnis yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum strategi untuk mendorong transformasi sektor pertanian dan peternakan Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, dinamika pasar, peningkatan produktivitas kebutuhan, dan pentingnya menjaga keinginan pasokan pangan nasional.
Opening Ceremony NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 ini juga menjadi momentum penyelenggaraan Nusantara AgriFuture Summit, sebuah forum diskusi yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan sektor pertanian dan peternakan.
Mengangkat tema “Circular Agriculture: Membuka Potensi Lahan dan Peternakan”, diskusi ini dimoderatori oleh Cheria Vasti, dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. drh. Makmun, M.Sc., Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH.
Bapak Phil Rickard, Direktur Eksekutif Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII); serta Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, STP, M.Agr., Ph.D., Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Litbang dan Kajian Strategis DPN HKTI.
Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, acara Opening Ceremony dilanjutkan dengan perayaan yang disampaikan oleh Bapak Andra Soni, SM, MAP, selaku Ketua DPD HKTI Banten serta Opening Remarks Nusantara Livestock & Poultry Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 juga disampaikan oleh Bapak Dr. Sudaryono, B.Eng., MM, MBA, selaku Ketua Umum DPN HKTI.
Opening Remarks Nusantara Livestock & Poultry Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 juga disampaikan oleh Dr. Sudaryono, B.Eng., MM, MBA, Ketua Umum DPN HKTI.
Sudaryono, B.Eng., MM, MBA, Ketua Umum DPN HKTI mengatakan, penguatan sektor pertanian dan peternakan harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para pelakunya.
“Kita ingin petani dan peternak mendapatkan manfaat nyata dari setiap kebijakan yang dijalankan. Melalui kegiatan seperti NLP Expo dan INDOGRITECH Expo ini, saya berharap kolaborasi dan pemanfaatan teknologi dapat semakin mendorong kemajuan sektor pertanian dan peternakan Indonesia,” ucapnya dalam Opening Remarks Nusantara Livestock & Poultry Expo dan INDOGRITECH Expo 2026, RABU (4/11).
Sambutan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian peresmian kedua pameran, yang dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol resmi dibukanya NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026.
Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional
Ketahanan pangan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, peneliti, petani, dan pelaku industri.
Melalui NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026, para pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun strategi kemitraan, mengeksplorasi solusi teknologi terkini, serta memperluas akses terhadap peluang investasi dan pasar.
Kedua pameran menyoroti berbagai aspek penting dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan, mulai dari modernisasi praktik budidaya, penerapan teknologi pertanian cerdas (smart farming), penguatan biosekuriti, hingga pengembangan praktik produksi yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada peluang ekspor.
Melalui pendekatan tersebut, acara ini diharapkan menjadi platform yang menghubungkan kebutuhan industri dengan inovasi, sekaligus mendukung upaya membangun sistem pangan Indonesia yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, NusaFarm menghadirkan pengalaman pertanian langsung di area pameran. NLP Expo dan Indogritech Expo 2026 menghadirkan NusaFarm, sebuah area pertanian berbasis pengalaman (experiential farming) yang menampilkan konsep pertanian cerdas dan aktivitas pertanian secara langsung.
NusaFarm dirancang untuk menghubungkan ekosistem pertanian dengan audiens bisnis maupun konsumen akhir melalui pengalaman langsung, demonstrasi teknologi, aktivitas interaktif, serta kesempatan berinteraksi dengan para profesional industri.
Kehadiran NusaFarm diharapkan dapat memperluas pemahaman pengunjung mengenai penerapan teknologi pertanian modern, sekaligus mempertemukan penyedia solusi dengan pengguna teknologi dari berbagai segmen pasar.
Rangkaian Program Bisnis dan Kolaborasi Industri
Selain area pameran, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 turut menghadirkan berbagai program pendukung yang dirancang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, membuka peluang kemitraan, dan mendorong pengembangan bisnis.
Program-program yang hadir melengkapi fungsi pameran sebagai platform bisnis yang tidak hanya menampilkan produk dan teknologi, tetapi juga mendorong dialog, pertukaran pengetahuan, serta pembentukan hubungan kerja sama yang berkelanjutan.
Salah satunya adalah IPB Stakeholder Forum 2026 bertajuk “Meneguhkan Kemandirian, Menginspirasi Masa Depan”, yang diselenggarakan oleh IPB pada 4 November 2026. Forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk berbagi perspektif dan menjajaki peluang kolaborasi dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan peternakan nasional.
Forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk berbagi perspektif dan menjajaki peluang kolaborasi dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan peternakan nasional.
Selain itu, terdapat HILIRIZE! “Co-op the Future, Create the Value!” pada 5 November 2026, yang mengangkat peluang hilirisasi dalam menciptakan nilai tambah bagi produk peternakan Indonesia.
Sementara itu, Indonesia Agri-Future Forum 2026, hasil kolaborasi HKTI dan Pemuda Tani Indonesia pada 6 November 2026, akan membahas digitalisasi pertanian serta penguatan resiliensi pekerja migran terampil dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Sementara itu, Indonesia Agri-Future Forum 2026, hasil kolaborasi HKTI dan Pemuda Tani Indonesia pada 6 November 2026, akan membahas digitalisasi pertanian serta memperkuat ketahanan pekerja migran yang diaktifkan dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Berbagai program lainnya turut dihadirkan melalui kolaborasi dengan asosiasi, institusi, serta pelaku industri di sektor pertanian dan peternakan. Melalui rangkaian program tersebut.
NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku industri, pemerintah, asosiasi, akademisi, dan komunitas untuk memperluas wawasan serta membangun peluang kolaborasi lintas sektor.
Membuka Peluang bagi Petani dan Pelaku Usaha Daerah
Salah satu fokus NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 adalah memperluas keterlibatan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), perusahaan pertanian dan peternakan, serta pemangku kepentingan daerah.
Melalui pendekatan kolaborasi bisnis antarpelaku usaha (business-to-business atau B2B) dan pemerintah dengan pelaku usaha (business-to-government atau B2G), platform ini diharapkan dapat mempertemukan petani dan peternak dengan penyedia teknologi modern serta pemangku kepentingan pemerintah.
Akses terhadap teknologi, jejaring industri, dan peluang kemitraan menjadi bagian penting dalam mendorong modernisasi pertanian di berbagai daerah. Kolaborasi yang terbangun juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal serta memperkuat kontribusi mereka terhadap ketahanan pangan nasional.
Pada penyelenggaraan tahun 2025, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo mencatat kehadiran 7.814 pengunjung selama empat hari, dengan partisipasi lebih dari 70 merek nasional dan multinasional di area pameran seluas 5.000 meter persegi. Presentasi penyelenggara juga mencatat bahwa 82% pengunjung merupakan pengambil keputusan.
Capaian tersebut menjadi landasan untuk memperluas jangkauan penyelenggaraan pada tahun 2026, dengan target lebih dari 100 merek peserta dan 20.000 pengunjung potensial.
Dengan mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, komunitas petani, sejarawan, dan pemerintah dalam satu platform, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 diharapkan dapat memperkuat konektivitas industri serta membuka peluang pertumbuhan baru bagi sektor pertanian dan peternakan Indonesia.
Melalui tema “Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia”, penyelenggaraan ini menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pangan nasional yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Diselenggarakan oleh Debindo Group, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 menghadirkan berbagai merek nasional dan multinasional, dengan area pameran seluas 5.000 meter persegi di Hall 5 ICE BSD City.
Selama empat hari penyelenggaraan, acara ini menargetkan kehadiran 20.000 pengunjung dari berbagai segmen industri, termasuk pelaku usaha, pengambil keputusan, petani, peternak, asosiasi, akademisi, serta pemangku kepentingan pemerintah.
Upacara Pembukaan NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, pimpinan asosiasi, sejarawan, serta perwakilan industri dari sektor pertanian dan peternakan.
Sabrina Yuniawati







