Jakarta, Agrina-online.com. Transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern membutuhkan dukungan mekanisasi yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Menyadari sebagian besar petani Indonesia mengelola lahan berskala kecil hingga menengah, Mahindra Farm Equipment melalui RMA Indonesia meluncurkan Mahindra OJA 3140 pada ajang Inagritech 2026 sebagai solusi mekanisasi yang lebih adaptif bagi kebutuhan petani nasional.
Peluncuran traktor berdaya 40 HP tersebut sekaligus menegaskan komitmen Mahindra dan RMA Indonesia dalam memperkuat mekanisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Country Manager Indonesia RMA Indonesia, Toto Suharto, menegaskan bahwa mekanisasi telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda.
“Ketahanan pangan tidak hanya membutuhkan kerja keras, tetapi juga teknologi yang tepat. Kami percaya mekanisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha tani. Melalui Mahindra OJA 3140, kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan petani Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurut Toto, OJA 3140 memang dikembangkan setelah perusahaan mempelajari karakteristik pertanian Indonesia. Berbeda dengan seri Mahindra sebelumnya yang lebih banyak digunakan pada sektor perkebunan dengan tenaga 50–90 HP, model terbaru ini difokuskan untuk lahan sawah maupun lahan kering milik petani kecil.
“Sebagian besar petani Indonesia memiliki lahan yang relatif sempit sehingga membutuhkan traktor yang ukurannya lebih ringkas namun tetap bertenaga. Karena itu kami tidak ingin membawa produk yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan petani Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, OJA 3140 telah diuji di sejumlah daerah, termasuk wilayah Majalengka yang memiliki kontur lahan bergelombang, dengan hasil yang dinilai memuaskan. Traktor ini juga dapat digunakan pada berbagai komoditas, mulai dari padi, jagung, singkong hingga tanaman di lahan kering melalui berbagai pilihan implement.
Fleksibel dan Hemat Bahan Bakar
Mahindra OJA 3140 dibekali mesin tiga silinder direct injection berkapasitas 29,5 kW (40 HP), transmisi Synchro Shuttle dengan delapan percepatan maju dan delapan mundur, sistem penggerak empat roda (4WD), ground clearance 370 mm, serta kemampuan mengangkat implement hingga sekitar 900–950 kg.
Saat peluncuran, unit tersebut dipadukan dengan rotavator Mahindra Paddyvator V6 sehingga mampu digunakan untuk pengolahan lahan sawah maupun berbagai aplikasi pertanian lainnya.
Selain tenaga yang memadai, efisiensi bahan bakar juga menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan. Toto menyebut konsumsi solar OJA 3140 kurang dari 15 liter per hektar, lebih hemat dibandingkan rata-rata traktor sekelas yang umumnya membutuhkan hampir 20 liter per hektar.
Kemudahan perawatan juga menjadi perhatian. Penggunaan mesin diesel direct injection yang sudah umum di Indonesia memungkinkan petani maupun bengkel lokal melakukan perawatan dengan lebih mudah. RMA Indonesia juga menyiapkan pelatihan bagi operator serta dukungan layanan purna jual di berbagai wilayah.
Mekanisasi Indonesia Masih Berpeluang Tumbuh
Toto menilai tingkat mekanisasi pertanian Indonesia masih memiliki ruang pengembangan yang sangat besar dibandingkan negara-negara yang telah lebih maju dalam penggunaan alat dan mesin pertanian.
Menurut Toto, transformasi menuju mekanisasi memang membutuhkan waktu karena dipengaruhi oleh kesiapan petani, akses pembiayaan, serta dukungan pemerintah.
“Kami melihat pemerintah cukup serius mendorong mekanisasi. Tantangannya memang bagaimana meningkatkan pemahaman petani sekaligus memperluas akses pembiayaan karena investasi awal untuk membeli traktor relatif besar. Program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) sangat membantu agar semakin banyak petani bisa memanfaatkan mekanisasi,” paparnya.
Ia menambahkan, penggunaan mekanisasi terbukti mampu menekan biaya produksi secara signifikan sekaligus meningkatkan kapasitas kerja. Untuk traktor OJA 3140, produktivitas pengolahan lahan dapat mencapai sekitar tiga hektar per hari, tergantung kondisi lahan dan jenis pekerjaan.
Selain menyediakan produk, RMA Indonesia juga menawarkan pendampingan kepada pengguna melalui pelatihan operator serta teknologi telematika yang memungkinkan petani memantau kinerja traktor, luas lahan yang dikerjakan, hingga konsumsi bahan bakar melalui aplikasi digital.
Sebagai distributor tunggal Mahindra di Indonesia sejak 2024, RMA Indonesia terus memperluas jaringan distribusi dan layanan purna jual. Saat ini layanan servis telah tersedia di Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Papua, serta terus dikembangkan di Sulawesi dan Jawa Timur.
“Peluncuran Mahindra OJA 3140 merupakan langkah awal dari komitmen jangka panjang kami dalam mendukung modernisasi pertanian Indonesia. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat layanan purna jual agar petani Indonesia mendapatkan solusi yang menyeluruh,” pungkas Toto.
Windi Listianingsih







