1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Perkuat Ketahanan Pangan, Bayer Dukung Tingkatkan Hasil Panen Jagung di…

Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Sistem Digital

Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Sistem Digital

Jakarta, Agrina-online.com  — Penguatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang pangan terus dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas), termasuk melalui penguatan koordinasi dan pemanfaatan sistem digital dalam administrasi penyidikan.

Saat ini Bapanas membina sekitar 30 PPNS, tersebar di pusat dan daerah untuk mendukung pengawasan pangan di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan, digitalisasi administrasi penyidikan akan membantu PPNS menjalankan tugas secara lebih tertib dan sesuai prosedur.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Korwas PPNS Tahun Anggaran 2026 di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/9).

“Bapanas memiliki sekitar 30 PPNS, enam di pusat dan sisanya di daerah. Karena itu, koordinasi dengan Korwas PPNS penting untuk memastikan pelaksanaan pengawasan pangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami juga akan terus memperkuat kapasitas PPNS kita,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si. mengatakan, koordinasi antara Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu diperlukan untuk mencegah kesenjangan maupun tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.

Menurutnya, masing-masing penyidik perlu menjalankan kewenangannya dengan tetap mengedepankan sinergi dan kolaborasi.

“Koordinasi ini mutlak dilaksanakan guna menghindari kesenjangan dan tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas, demi tercapainya tujuan penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya saat membuka Rakor Korwas PPNS Tahun 2026.

Penguatan tersebut sejalan dengan peluncuran Sistem Laporan (SISLAP) Korwas PPNS dan penguatan penggunaan E-PPNS dalam Rakor Korwas PPNS Tahun 2026. Kedua sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan laporan dan administrasi penyidikan secara digital.

Disisilain Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan SISLAP digunakan untuk mengelola laporan dari jajaran Direktorat Kriminal Khusus dan Satuan Reserse Kriminal di seluruh Indonesia, termasuk dari 508 Polres.

Sementara E-PPNS digunakan untuk mendukung administrasi penyidikan PPNS dan telah terhubung dengan SPPTI.

“SISLAP ini adalah sistem pelaporan di Korwas PPNS untuk mengelola laporan dari para Direktur Kriminal Khusus maupun para Kasat Reskrim yang ada di jajaran 508 Polres,” ujarnya.

Menurut Edy, penerapan E-PPNS akan membuat proses administrasi penyidikan lebih terintegrasi. Penyampaian administrasi penyidikan kepada kejaksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual selanjutnya dapat dilakukan melalui sistem secara daring.

Bagi Bapanas, penguatan sistem tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kapasitas PPNS dalam melaksanakan pengawasan pangan.

Ruang lingkup pengawasan PPNS Bapanas meliputi keamanan dan mutu pangan, label, iklan, cadangan pangan, serta aspek ketersediaan pangan sesuai dengan tugas dan kewenangan Bapanas.

Andriko menegaskan, penguatan kapasitas PPNS dan koordinasi dengan Korwas PPNS akan terus dilakukan agar pengawasan pangan di pusat maupun daerah dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.

“Harapannya, dengan adanya Korwas di seluruh Indonesia, pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Bapanas, kami juga akan terus melakukan penguatan kapasitas PPNS untuk melakukan pengawasan pangan di seluruh Indonesia,” ujar Andriko.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

Kementan Tegaskan Sawit Rakyat Jadi Kunci Swasembada Energi dan Pangan
Kementan Tegaskan Sawit Rakyat Jadi Kunci Swasembada Energi dan Pangan
Rayakan HUT ke-26, Apkasindo Perkuat Komitmen Petani Sawit dan Dorong Kolaborasi Multipihak
Rayakan HUT ke-26, Apkasindo Perkuat Komitmen Petani Sawit dan Dorong Kolaborasi Multipihak
Rakernas Apkasindo 2026: Babak Baru Perjuangan Petani Sawit Menuju Kemandirian Ekonomi
Penas Apkasindo 2026: Babak Baru Perjuangan Petani Sawit Menuju Kemandirian Ekonomi
Sumpah Pemuda, Pupuk Indonesia Dukung Regenerasi Pertanian
Sumpah Pemuda, Pupuk Indonesia Dukung Regenerasi Pertanian Lewat Inovasi
Debindo targetkan 20 ribu pengunjung
Pameran NLP dan Indogritech Dukung Swasembada Pangan
Scroll to Top