Surabaya, Agrina-online.com – Pamerindo Indonesia resmi membuka penyelenggaraan Manufacturing Surabaya 2026 pada 15 Juli, acara berlangsung selama empat hari di Grand City Convention & Exhibition Center (Convex), Surabaya.
Memasuki penyelenggaraan ke-20, pameran kembali menghadirkan pelaku industri manufaktur, penyedia teknologi, asosiasi, pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam satu ekosistem kolaboratif.
Meysia Stephannie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia mengatakan bahwa selama dua dekade terakhir Manufacturing Surabaya terus berkembang mengikuti dinamika industri.
Bukan lagi sekadar etalase inovasi, pameran ini kini berperan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pelaku industri untuk membangun ekosistem manufaktur yang semakin terintegrasi.
“Hari ini menjadi awal dari berbagai kolaborasi yang kami harapkan dapat menghasilkan dampak nyata bagi industri,” jelasnya, Rabu (15/7).
Meysia menambahkan, transformasi manufaktur tidak lagi hanya ditentukan oleh kehadiran teknologi baru, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pelaku industri untuk saling terhubung, berbagi pengetahuan, serta membangun rantai pasok yang semakin kuat dan berkelanjutan.
“Melalui Manufacturing Surabaya 2026, kami ingin memastikan setiap partisipan tidak hanya melihat inovasi terbaru, tetapi juga menemukan solusi yang relevan, mitra strategis, dan peluang bisnis yang dapat memperkuat produktivitas serta daya saing perusahaan,” ungkapnya.
Kegiatana ini bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi, memperluas kemitraan bisnis, dan memperkuat daya saing industri di Timur Indonesia.
Pembukaan Manufacturing Surabaya 2026 menandai terbukanya ruang kolaborasi yang akan berlangsung selama empat hari, mulai dari pertemuan bisnis, pertukaran pengetahuan, hingga eksplorasi berbagai solusi industri.
Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap transformasi proses produksi, digitalisasi manufaktur, serta penguatan rantai pasok, pameran ini menjadi ruang temu yang menghubungkan kebutuhan industri dengan inovasi dan teknologi yang siap diterapkan di lapangan.
Momentum penyelenggaraan tahun ini hadir seiring semakin menguatnya posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor pertumbuhan industri nasional.
Berdasarkan publikasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, pada Triwulan 1 2026 Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa.
Di saat yang sama, sektor industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian daerah dengan kontribusi sebesar 31,45 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri perlu terus diimbangi dengan percepatan adopsi teknologi, peningkatan produktivitas, serta kolaborasi lintas sektor agar mampu menghasilkan nilai tambah yang bberkelanjutan
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan industri nasional.
Melalui pengembangan kawasan industri, infrastruktur logistik, serta konektivitas rantai pasok yang terus berkembang.
“Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak pertumbuhan industr nasional,” ungkapnya.
Emil menjelaskan, “Potensi tersebut perlu didukung oleh kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha penyedia teknologi, dan pelaku industri agar transformasi industri dapat berlangsung lebih cepar meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.”
𝓢𝓮𝓫𝓪𝓰𝓲𝓪𝓷 bagian dari pengembangan penyelenggaraan tahun ini, Manufacturing Surabaya 2026 kembali hadir bersama Machine Tools Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya.
Cakupan pameran juga diperluas melalui kehadiran Growtech Indonesia dan Indonesia Energy Week Surabaya, yang di dalamnya mencakup Electric Power Indonesia dan Water Indonesia.
Ekspansi cakupan tersebut menghadirkan keterhubungan yang lebih kuat antara sektor manufaktur, energi, dan agrikultur dalam satu ekosistem industri.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat adopsi inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat rantai nilai industri, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang semakin dibutuhkan dalam menghadapi dinamika industri masa depan.
Selain menghadirkan teknologi dan solusi industri terkini, Manufacturing Surabaya 2026 juga melengkapi penyelenggaraannya dengan berbagai program yang dirancang untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang bisnis.
Program-program tersebut meliputi Forklift Hero Competition edisi ke-3, Kaizen Clinic, HSE Championship serta Business Matching Programme yang mempertemukan peserta dengan calon mitra bisnis potensial, mendorong transfer pengetahuan, serta mempercepat terbentuknya kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi seluruh ekosistem industri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Manufacturing Surabaya 2026 menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran dari 17 negara yang menempati area pameran seluas 7.887 meter persegi.
Selama empat hari penyelenggaraan, pameran ini menargetkan pengunjung dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomasi, energi, agrikultur, hingga industri pendukung lainnya, serta jumlah pengunjung lebih dari 9.000, atau naik 25% dari tahun sebelumnya.
Didukung oleh beberapa eksibitor unggulan seperti Gardner Denver, Sodick, dan Trakindo Indonesia, Manufacturing Surabaya 2026 diharapkan menjadi penggerak kolaborasi yang mempertemukan inovasi, investasi, dan kemitraan strategis dalam satu ekosistem industri.
Memasuki dua dekade penyelenggaraannya, Manufacturing Surabaya terus memperkuat perannya sebagai katalis transformasi industri yang menghubungkan berbagai sektor strategis sekaligus mempertegas posisi Timur Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan manufaktur nasional.
Sabrina Yuniawati







