1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Majes Luncurkan Daily Functional Diet, Hewan Peliharaan Tropikal

Benih Merupakan Fondasi Peradaban dan Pertahanan Negara

Benih Merupakan Fondasi Peradaban dan Pertahanan Negara

Bogor, Agrina-online.com – Asosiasi Perbenihan Nasional (Asbenindo) secara resmi memaparkan arah strategis organisasi untuk periode 2026 hingga 2031.

Melalui struktur yang kokoh, Asbenindo memosisikan diri sebagai “rumah besar” bagi seluruh pelaku industri perbenihan nasional, yang mencakup sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan.

Peningkatan kualitas sektor pertanian dalam negeri terus dipacu melalui penyediaan benih unggul dan berkualitas.

Melalui kolaborasi antar asosiasi dan perguruan tinggi, industri perbenihan nasional optimistis dapat mendukung penuh program pemerintah sekaligus bersaing dengan produk luar negeri.

Herman Khaeron, Anggota DPR RI menekankan bahwa krusialnya sektor pangan bagi negara. Benih merupakan fondasi seluruh rantai kehidupan dan peradaban manusia.

Sehingga begitu pentingnya sektor pertanian terhadap benih tersebut. Negara-negara maju bahkan menempatkan perbenihan sebagai bagian dari sistem pertahanan yang diproteksi ketat melalui sistem karantina.

“Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan adalah landasan utama di Indonesia yang mengatur pemenuhan kebutuhan dasar manusia secara adil, merata, dan berkelanjutan. Sehingga pangan adalah hak asasi manusia yang harus terpenuhi secara cukup, beragam, dan bergizi seimbang,” jelasnya saat memberikan sambutan, Rabu (1/7).

Menurut Herman, swasembada tidak boleh hanya hasil produksi saja tetapi harus mandiri dari seluruh instrumennya, seperti swasembada benih, pupuk, hingga pestisida.

Herman menjabarkan kunci produktivitas pangan untuk mencapai swasembada berkelanjutan dengan penguatan ekosistemnya. Kunci pertama, pemerintah. Pemerintah sebagai regulator dan penyedia stimulus APBN. Kunci kedua, peguruan tinggi (akademisi). Berperan penting dalam riset untuk menghasilkan benih unggul.

Kunci ketiga lanjutnya, pelaku usaha. Penggerak investasi, ekspansi, dan akselerasi masif di lapangan. Kunci keempat, komunitas. Wadah kolaborasi masyarakat. Kunci terakhir yaitu media. Media sebagai sarana edukasi dan penyampai informasi kepada publik.

Selanjutnya formula utama untuk mengoptimalkan lahan pertanian, Herman menjelaskan ada tiga yaitu intensifikasi. Mendorong riset varietas unggul seperti benih hibrida yang terbukti mampu melipatgandakan hasil panen dari 5 ton/ha menjadi 10-12 ton/ha.

Lalu ekstensifikasi. Perluasan lahan pertanian baru, jika intensifikasi dinilai belum mencukupi.  Diversifikasi. Meragamkan pangan pokok masyarakat agar tidak bertumpu pada beras saja.

“Asbenindo didorong untuk memproduksi benih alternatif seperti porang, sorgum, anjeli, ubi, hingga singkong termasuk pengembangan beras analog yang lebih sehat dan rendah gula,” urainya.

Senada dengan Herman, Ketum Asbenindo, Ayub Darmanto mengatakan, perlu adanya kegiatan riset guna menghasilkan varietas-varietas baru yang inovatid ke depan.

Hal ini diperlukan kolaborasi dan sinergi antar asosiasi, akademisi, hingga pemerintah agar satu jalan untuk meningkatkan kapasitas dan inovasi produksi benih nasional serta mendukung program pemerintah.

“Anggota Asbenindo siap berkomitmen bersama untuk menyiapkan benih berkualitas. Langkah ini diambil untuk memecahkan berbagai masalah pertanian di lapangan melalui pemanfaatan benih unggul dan meningkatkan produksi benih,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Asbenindo, Dadan Syamsul Munir menegaskan bahwa asosiasi membawa visi membangun sistem kolaboratif industri pemberdayaan nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani.

Mencapai visi tersebut, ada lima strategi yang dilakukan Asbenindo diantaranya, (1) Transformasi Teknologi dan Inovasi. Asosiasi berkomitmen mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi terbaru agar menghadapi berbagai perubahan dan tantangan industri.

(2) Advokasi Kebijakan dan Harmonisasi Regulasi. Menyadari bahwa industri perbenihan diatur oleh aturan yang sangat ketat. Asbenindo akan aktif bersinergi dengan pemerintah dan pelaku usaha lainnya untuk menyelaraskan regulasi agar iklim usaha terjaga dengan baik.

(3) Penguatan Rantai Pasok dan Efisiensi Industri. Asosiasi menargetkan efisiensi sistem logistik produksi. Sehingga perbenihan nasional mampu mencapai daya saing yang lebih tinggi di tingkat regional.

(4) Edukasi dan Akselerasi Adopsi Kualitas. Mengatasi celah yang masih besar antara potensi kualitas benih dengan realisasi penerapan teknologi benih di lapangan. (5) Kolaborasi Pemangku Kepentingan dan Perluasan Pasar. Mendorong ekspansi pasar benih, untuk mengamankan pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Melalui peta jalan yang konprehensif dan kemandirian organisasi, Asbenindo optimistis dapat membawa industri perbenihan Indonesia melompat lebih cepat dan berkontribusi nyata pada ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

 

Struktur organisasi dan susunan pengurus baru untuk periode tahun 2026-2031.

Ketetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 003/SK/Asbenindo/V/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum terpilih, Ir. Ayub Darmako, di Jakarta pada tanggal 19 Mei 2026.

Susunan kepengurusan baru ini disusun langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Asbenindo periode 2026-2031 selaku pemegang amanah Kongres Anggota Asbenindo tahun 2026.

Berikut adalah susunan jajaran Dewan Pengurus, Ketum Ir. Ayub Darmanto, Ketua 1 Bidang Benih Pangan, Ir. Slamet Sulistiyono, SP.,M.Tr.P.,IPM, ASEAN Eng. Ketua 2 Bidang Benih Hortikultura, Ir. Abdul Hamid Fauzi. Ketua 3 Bidang Regulasi dan Advokasi, CH Atik Setyawati, SP MP.

Dewan Pembina dan Dewan Penasihat Asbenindo yang baru saja diumumkan: Dewan Pembina, Dr. Sudaryono, M.Eng., M.M., MBA; Prof. Dr. Arief Satria, S.P., M.Si; Dr. Ir. Herman Khaeron, M.Si; Prof. Dr. Ir. Bayu Krishnamurti, M.S.

Dewan Penasihat diantaranya, Riki Gunawan, Junaidi Sungkono, Elda D. Rachman, Adhi Nugroho Cahyono, SE,.MM (Direktur Utama Sang Hyang Seri). Ir. Khaerul Anam Syah (Pakebendo). Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec, dan Ir HMEAchdijat Basari, B. Sc.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

Benih Merupakan Fondasi Peradaban dan Pertahanan Negara
Benih Merupakan Fondasi Peradaban dan Pertahanan Negara
Kebangkitan Industri Perbenihan Mendukung Kemandirian Pangan Nasional 
Kolaborasi Perbenihan Nasional untuk Mendukung Kemandirian Pangan
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Tingkatkan Kompetensi 150 Pekebun melalui Pelatihan Budidaya
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Tingkatkan Kompetensi 150 Pekebun melalui Pelatihan Budidaya
100 Ribu Petani dan Nelayan Sambut Presiden Prabowo di PENAS XVII
100 Ribu Petani dan Nelayan Sambut Presiden Prabowo di PENAS
Kebijakan Presiden Prabowo Berdampak Pada Usaha Tani
Kebijakan Presiden Prabowo Berdampak Pada Usaha Tani
Scroll to Top