BOGOR, Agrina-online.com – Sektor hulu pertanian Indonesia memasuki babak baru untuk lebih progresif membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan. Hal ini diperkuat dengan pengukuhan Dewan Pengurus baru Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO).
Pasalnya, menghadapi tantangan perubahan iklim global yang ekstrem serta dinamika regulasi serta sistem logistik nasional.
Sehingga perlu adanya hal baru untuk menjaga perbenihan nasional dengan cara mengukuhkan Dewan Pengurus masa bakti 2026–2031 ASBENINDO , sekaligus menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 pada Rabu (1/7).
Acara yang berlangsung di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, mengusung tema “Sinergi Benih, Daulat Negeri.”
Momentum ini menandai transformasi ASBENINDO menjadi wadah yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada hasil nyata demi memperkuat ekosistem perbenihan yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan.
Langkah taktis di tingkat tapak, ASBENINDO merumuskan 4 Pilar Program Kerja Utama yang diintegrasikan secara ringkas dan substantif untuk menjawab tantangan fundamental sektor hulu pertanian:
Pilar pertama, Komunikasi dan Kolaborasi Strategis dengan Pemerintah. Fokus pada advokasi aspiratif terkait penyesuaian harga ketetapan benih pemerintah secara proporsional.
Lalu perluasan skema Sertifikasi Benih Mandiri bersama BPSB untuk memangkas birokrasi logistik, serta sinkronisasi data kebutuhan benih nasional guna mencegah kelangkaan menjelang musim tanam.
Pilar kedua, Fokus Utama pada Anggota. Mendedikasikan perlindungan usaha dan peningkatan kapasitas pelaku industri melalui pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ASBENINDO.
Selain itu, percepatan sistem sertifikasi mandiri, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) varietas, penyediaan platform digital data industri, serta penyelenggaraan pameran tahunan Festival Benih Indonesia (FBI).
Pilar ketiga, Konektivitas Global dan Kemitraan Terintegrasi. Membuka jaringan kerja sama riset internasional dan adopsi teknologi pascapanen mutakhir.
Pilar ini juga mempercepat alih teknologi ke petani melalui edukasi modern (Podcast & E-Bulletin) serta pembuatan lahan percontohan (demfarm) di tingkat desa untuk mempraktikkan budidaya varietas unggul secara visual.
Pilar keempat, Strategi Pendanaan Mandiri. Menjamin keberlanjutan program kerja organisasi secara profesional dan akuntabel melalui optimalisasi iuran, komersialisasi ekosistem platform digital, penyediaan jasa diklat profesi/mediasi bisnis berbayar, serta skema kemitraan komersial (
Nakhoda Baru Ekosistem Perbenihan
Melalui Kongres yang telah terlaksana pada 20 April 2026 lalu, ASBENINDO kini dinakhodai oleh Ayub Darmanto sebagai Ketua Umum dan Dadang Syamsul Munir selaku Sekretaris Jenderal.
Duet kepemimpinan ini mengemban misi besar untuk memperkuat peran organisasi sebagai jembatan strategis antara kebijakan pemerintah, riset akademis, aktivitas industri, hingga pemenuhan kebutuhan nyata petani di lapangan.
“Kedaulatan pangan tidak dapat dilepaskan dari kedaulatan benih. ASBENINDO Periode 2026– 2031 berkomitmen penuh memperkuat kolaborasi multipihak agar Indonesia memiliki sistem perbenihan yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” tegas Ayub.
Langkah akselerasi ini didukung penuh oleh jajaran struktur yang mencerminkan keragaman ekosistem perbenihan nasional—melibatkan pelaku industri baik perusahaan nasional maupun multi nasional, praktisi, akademisi, hingga pakar di tingkat pusat maupun wilayah seluruh Indonesia.
Dukungan tersebut diperkuat keberadaan Wakil Mentan RI, Dr. Sudaryono Eng., M.M., MBA, Kepala BRIN RI , Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si , Anggota DPR , Dr.Ir.Herman Haeron MSi dan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof.Dr.Ir. Bayu Krisnamurthi MS yang berkenan berada pada jajaran Dewan Pembina
Sebagai simbol soliditas ekosistem, prosesi pengukuhan juga ditandai dengan prosesi simbolis Bejana Sinergi Benih, sebuah refleksi komitmen bersama dalam menjaga benih bermutu sebagai fondasi utama masa depan pertanian Indonesia.
Modernisasi pertanian nasional pada akhirnya ditentukan oleh seberapa kuat sinergi riil di lapangan dalam menyelesaikan masalah mendasar petani: jaminan ketersediaan varietas unggul, edukasi budidaya yang praktis, harga yang wajar, serta kepastian pasar.
Melalui implementasi 4 Pilar Program Kerja ini, ASBENINDO siap memastikan setiap kebijakan makro pemerintah mampu dieksekusi oleh industri menjadi paket benih berkualitas tinggi yang siap ditanam secara masif.
Bersama ASBENINDO, semangat “Sinergi Benih, Daulat Negeri” kini melangkah nyata menjadi pilar utama kemandirian pangan bangsa.
Sabrina Yuniawati







