1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Pabrik NPK Nitrat Pertama Indonesia Hemat Devisa Rp1 Triliun Setahun

Bayer Tunjukkan Potensi Benih Jagung di Ponorogo

Ponorogo, Agrina-online.com. Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan menggelar panen raya jagung di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (6/7). Kegiatan ini menampilkan potensi benih jagung hibrida Dekalb DK19C yang mampu menghasilkan 10–12 ton per hektar sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas dan mendukung percepatan swasembada jagung nasional.

Panen raya tersebut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Bayer Crop Science Indonesia, akademisi, dan kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Hanif menegaskan bahwa peningkatan produktivitas merupakan langkah yang lebih strategis dibanding sekadar menambah luas tanam.

“Penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui perluasan lahan tanam. Kita perlu meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta seperti Bayer menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat mendorong sentra produksi daerah menjadi penopang produksi jagung nasional,” ujarnya.

Data pemerintah menunjukkan produksi jagung nasional terus meningkat. Pada Januari 2026, luas panen jagung pipilan mencapai sekitar 240 ribu hektar atau naik 11,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi jagung pipilan kering berkadar air 14% diperkirakan mencapai 1,38 juta ton, meningkat 11,09%.

Sebagai salah satu sentra jagung di Jawa Timur, Ponorogo mencatat luas panen sekitar 39.046 hektar dengan produksi 284.242 ton pada 2025 atau produktivitas rata-rata 7,28 ton per hektar.

Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.H. mengatakan pemanfaatan inovasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing pertanian daerah.

“Sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur, Ponorogo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di tengah tantangan yang terus berkembang, pemanfaatan inovasi dan teknologi menjadi langkah penting agar petani mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung pencapaian target swasembada jagung nasional.”

Pada kegiatan tersebut, Bayer menampilkan benih jagung hibrida Dekalb DK19C yang berdasarkan evaluasi di lapangan memiliki potensi hasil 10–12 ton per hektar.

Aditia Rusmawan, Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia, mengatakan inovasi benih dikembangkan agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus keuntungan petani.

“Bagi Bayer, inovasi pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Melalui teknologi benih jagung hibrida Dekalb, kami ingin membantu petani meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil panen yang bernilai ekonomi lebih baik. Penggunaan benih jagung DK19C menunjukkan bagaimana inovasi berbasis sains dapat diterapkan secara nyata di lapangan untuk mendorong pertanian jagung yang lebih maju dan berkelanjutan.”

Selain DK19C, Bayer berencana memperkenalkan benih bioteknologi Dekalb DK19S dan DK09S yang memiliki perlindungan terhadap penggerek jagung dan ulat grayak, serta toleransi terhadap herbisida Roundup Ready 2.

Manfaat penggunaan benih unggul juga dirasakan petani. Rendemen yang tinggi dan kadar air panen yang lebih rendah membantu menekan biaya pengeringan sehingga meningkatkan efisiensi usaha tani.

Petani asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Miswanto mengaku memperoleh hasil yang lebih baik setelah menggunakan benih tersebut. Sejak menggunakan benih jagung Dekalb DK19C, pertumbuhan tanaman jagungnya lebih seragam, tongkolnya lebih bagus, dan hasil panennya meningkat.

“Selain produksinya lebih tinggi, biaya juga lebih efisien karena kualitas panennya baik. Pendampingan budidaya dari Bayer, juga membuat kami lebih percaya diri menerapkan teknologi baru di lahan,” pungkasnya semringah.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

IMG-20260707-WA0057
Bayer Tunjukkan Potensi Benih Jagung di Ponorogo
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Dorong Digitalisasi Pekebun melalui Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Dorong Digitalisasi Pekebun
Benih Merupakan Fondasi Peradaban dan Pertahanan Negara
Benih Merupakan Fondasi Peradaban dan Pertahanan Negara
Kebangkitan Industri Perbenihan Mendukung Kemandirian Pangan Nasional 
Kolaborasi Perbenihan Nasional untuk Mendukung Kemandirian Pangan
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Tingkatkan Kompetensi 150 Pekebun melalui Pelatihan Budidaya
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Tingkatkan Kompetensi 150 Pekebun melalui Pelatihan Budidaya
Scroll to Top