1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dirut BULOG Beserta Ketua Komisi IV dan Kasad Dianugerahi sebagai…

Teknologi Baru Industri Sawit, Kunci Menuju Indonesia Emas

Teknologi Terbaru Industri Sawit, Kunci Menuju Indonesia Emas

Bandung, Agrina-online.com.   Acara 3rd Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia memasuki hari terakhir pada 10 Juli 2025. Hingga dipenghujung acara ini, para pemangku kepentingan mulai dari regulator sampai pelaku industri tetap setia mengikuti acara TPOMI 2025.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika menjelaskan kegiatan TPOMI 2025 merupakan hal yang sangat bagus karena membahas tentang teknologi dan inovasi masa kini.

Hal ini bisa diterapkan di pabrik kelapa sawit. Pasalnya mesin-mesin tersebut dapat mengoptimalisasi dan menggantikan teknologi lama dengan yang teknologi baru dan lebih efisien.

Putu menambahkan, kebutuhan dukungan pasokan bahan baku berupa minyak sawit mentah/Crude Palm Oil (CPO) dan biomassa kelapa sawit yang memadai, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Aspek pertama dimaknai sebagai adopsi teknologi/inovasi fisik atas proses/produk industri minyak sawit mentah, dimana Kementerian Perindustrian telah mendukunga dan memprioritaskan Steamless POME-Less Palm Oil Technology (SPPOT),” ujarnya, Kamis (10/7).

Menurut Putu, opsi penggunaan teknologi dan inovasi untuk peningkatan produksi CPO/CPKO merupakan keniscayaan, mengingat ketersediaan lahan perkebunan yang semakin terbatas, hal ini bisa dioptimalkan secara simultan dengan tiga aspek teknologi yaitu hardware, humanware, dan infoware.

Kemenperin telah menyiapkan ekosistem pengembangan teknologi SPPOT berupa prioritas perizinan industry, programm restrukturisasi (reimburse s.d 35% harga pembelian mesin//peralatasb, standarisasi produk, hingga dukungan skema pembiayaan khusus untuk investasi pabrik minyak sawit rendah karbon.

Kemudian aspek kedua lanjut Putu, humanware dimaknai sebagai penguatan kapasitas SDM industri kelapa sawit melalui program Pendidikan vokasi agar terbentuk konsep link and match melalui pelatihan tenaga kerja.

Selaras dengan misi 2045 Indonesia Emas, aspek ketiga yaitu infoware dimaknai sebagai pembaruan digital kelapa sawit dalam atmosfer Indonesia 4.0 melalui program digital.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan platform digital SIPROSATU sebagai backbone data nerasa massa pabrik kelapa sawit berikut regulasi yang mewajibkan pelaku usaha melaporkan kinterja industrinya,” tambahnya.

Selain SIPROSATU, Kemenperin juga sedang mengembangkan platform digital SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional). Hal ini akan mengubah platform industri kelapa sawit Indonesia menuju industri digital yang memungkinkan peningkatan efisiensi, produktivitas, transparansi, hingga mendukung kepastian berusaha secara keberlanjutan.

Selain itu, Lila Harsyah Bakhtiar selaku Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan menegaskan bahwa pada prinsipnya hilirisasi menjadi tema besar kelapa sawit dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan asupan bahan baku.

“Pemerintah memiliki visi ke depan, targetnya di 2029 nilainya 1000 Triliun, bisa meningkatkan nilai tamah dengan digitalisasi para pengusahan bisa berbisnis lebih nyaman karena semua tersistem secara digital,” ujar.

Mendorong tercapainya hal tersebut, Putu Juli Ardika dalam wawancaranya bersama media menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan upaya yang luar biasa, mulai dari hilirisasi, yaitu meningkatkan nilai tambah produk sawit.

“Kemarin-kemarin kita masih belum concern terhadap biomassa dan hanya lebih banyak fokus kepada minyaknya. Nanti ke depan kita akan lebih fokus ke biomassa, bahan bakar. Tapi banyak sekali ke depannya, kalau sekarang per metrik tonnya USD 40-80 nanti kita tingkatkan menjadi 100 lebih,” kata Putu.

Acara 3rd TPOMI menurut Putu Juli Ardika menjadi ajang untuk memperlihatkan bahwa level digitalisasi pada industry sawit terus naik dan sudah siap untuk diimplementasikan di pabrik maupun perkebunan. “Di sini banyak mesin-mesin yang bisa megoptimalisasi ide-ide baru yang menggantikan teknologi lama untuk lebih efisien,” pungkasnya.

 

Sabrina Yuniawati

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag:

Bagikan:

Trending

panen fest 2026
Menanti Kedelai dari Tangan TNI
Panen Fest 2026, Diharapkan Produksi Sektor Pertanian Terus Meningkat
Panen Fest 2026, Diharapkan Produksi Sektor Pertanian Terus Meningkat
Dirut BULOG Beserta Ketua Komisi IV dan Kasad Dianugerahi sebagai Insan Inspiratif Pangan
Dirut BULOG Beserta Ketua Komisi IV dan Kasad Dianugerahi sebagai Insan Inspiratif Pangan
RUTA Crop Care Indonesia
Optimistis Bisnis Pestisida 2026 Naik, Asosiasi Crop Care Indonesia Siap Dukung Swasembada Pangan
Petrokimia Gresik menandatangani kerja sama produksi pupuk Petroganik 2026 bersama mitra sebagai upaya mendukung kelancaran penyaluran pupuk organik bersubsidi tahun 2026
Penuhi Alokasi Pupuk Organik Bersubidi, Petrokimia Gresik Kerja Sama dengan 78 Mitra Produksi
Scroll to Top