Siti Izdihar Arfa Naqiyyag, peneliti muda di Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB mengatakan, produk kecantikan inovatif seperti krim wajah, losion, dan sabun dikembangkan menggunakan bahan dasar minyak sawit. Minyak sawit ini berperan menggantikan bahan minyak bumi pada umumnya yang digunakan di pasaran.
“Bahan baku berasal dari minyak sawit yang diolah menjadi asam lemak lalu direaksikan menjadi metil ester dan diproses lagi menghasilkan sukrosa ester yang berfungsi sebagai surfaktan alami pengganti SLS (Sodium Lauryl Sulfate) berbasis minyak bumi. Kandungan surfaktan dalam produk mencapai 5%–10% dan diklaim lebih natural, halal, dan aman digunakan,” jelasnya saat acara TPOMI 2025 di Bandung, Jawa Barat bulan lalu.
Wanita yang disapa Arfa ini menerangkan, riset produk telah dimulai sejak 2021 dan diuji coba kepada beberapa panelis selama enam bulan. Hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa panelis menerima dengan baik karena busa pada sabun dan tekstur losion serta krim dapat melembapkan tanpa menyebabkan iritasi.
Produk tersebut telah diadopsi oleh PT Ratu Bio Indonesia, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Proses sertifikasi halal dan legalitas lainnya sedang berlangsung sebagai bagian dari persiapan komersial. “Produk akan dipasarkan tahun depan. Kisaran harganya cukup terjangkau, yaitu losion 100 ml Rp25 ribu, krim wajah Rp30 ribu, dan sabun Rp12 ribu-Rp15 ribu,” urainya.
Sabrina Yuniawati







