Bogor, Agrina-online.com. Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) atau HA-C IPB University tidak hanya menjadikan Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus (PRA IPK) sebagai momentum silaturahmi dan ajang nostalgia. Melalui kegiatan C-Talkshow yang dihelat pada Sabtu (20/12), alumni lintas generasi ini berbagi pandangan terkait pengembangan blue food (pangan biru).
Forum ini juga menegaskan peran strategis alumni FPIK dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis blue food sebagai sumber protein masa depan. Dalam sambutan singkatnya, Ketua HA-C IPB University, Ir. Nunung Jamilah menekankan bahwa HA-C menjadi wadah sinergi lintas generasi untuk mendorong kolaborasi dan kontribusi nyata alumni.
Senada, Dekan FPIK IPB University, Prof. Fredinan Yulianda berharap alumni dapat terus berperan aktif mendampingi mahasiswa dan membawa FPIK berkiprah di tingkat nasional. Ketua Panitia, Dr. Roza Yusfiandayani menambahkan, kegiatan ini merupakan pengingat tanggung jawab moral alumni terhadap keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan.
C-Talkshow yang bertema ‘Peran Alumni FPIK IPB Dalam Ketahanan Pangan Berbasis Blue Food’ menghadirkan pembicara I Nyoman Radiarta yang menjabat sebagai Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Moh. Rahmat Mulianda, SPi, MSc, Direktur Kelautan dan Perikanan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Aang Permana, entrepreneur dan mentor UMKM Sipetek Food, serta Dr. Nimmi Zulbainarni, Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara sekaligus Dosen SB IPB sebagai moderator.
Dari perspektif kebijakan, I Nyoman Radiarta memaparkan komitmen pemerintah dalam penguatan sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan pendidikan vokasi, pelatihan masyarakat, sertifikasi kompetensi, serta peluncuran KKP Corporate University untuk menyiapkan pemimpin masa depan sektor kelautan dan perikanan.
“Program-program KKP juga didukung oleh ribuan penyuluh kelautan yang memastikan kebijakan dapat diterima dan diimplementasikan langsung oleh masyarakat,” paparnya.
Moh. Rahmat Mulianda menekankan urgensi blue food sebagai sumber protein utama masyarakat serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Melalui pendekatan interaktif, ia menegaskan, penguatan sektor perikanan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga keberlanjutan sumber daya dan pemerataan manfaat ekonomi di berbagai daerah.
Dari sisi dunia usaha dan inovasi, Aang Permana mengajak alumni untuk mengubah cara pandang terhadap bisnis perikanan. Ia menilai, persepsi komoditas ikan memiliki margin kecil menjadi tantangan utama. Padahal melalui inovasi dan penciptaan nilai tambah, ikan-ikan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat memiliki nilai ekonomi tinggi.
C-Talkshow PRA IPK 2025 menegaskan bahwa ketahanan blue food membutuhkan peran aktif alumni sebagai penghubung kebijakan, inovasi, dan praktik di lapangan. Melalui kolaborasi lintas generasi, alumni FPIK IPB University diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masa depan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Windi Listianingsih







