1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Optimistis Bisnis Pestisida 2026 Naik, Asosiasi Crop Care Indonesia Siap…

Pengembangan Benih Nila di Banjarnegara untuk Program Revitalisasi

Jakarta, Agrina-online.com. Para pembudidaya di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah tengah mengembangkan produksi benih ikan nila. Kegiatan ini mendapat dukung penuh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Benih yang dihasilkan nantinya dapat dipakai untuk mendukung kegiatan budidaya ikan nila di Pantai Utara (Pantura) Jawa yang saat ini dalam tahap revitalisasi oleh KKP. Tahun lalu, para pembudidaya di Banjarnegara mampu memproduksi 2,5 miliar ekor benih.

“Benih itu sangat penting sekali untuk untuk mendukung kegiatan budidaya pembesaran setempat. Selain itu (potensial) juga untuk memenuhi kepentingan (budidaya) Pantura yang sedang kita revitalisasi,” ungkap Menteri Kelauatan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono usai bertemu Bupati Banjarnegara Amalia Desiana di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (17/7).

Tahun lalu KKP menggelontorkan sejumlah bantuan pemerintah untuk menyokong kegiatan produksi budidaya di Banjarnegara. Di antaranya satu unit mesin dan bahan baku pakan ikan, ratusan ekor calon induk, hingga paket bioflok.

Menurut Menteri Trenggono, KKP juga akan melihat potensi lain yang bisa dikembangkan di Banjarnegara, juga wilayah lain di Jawa Tengah. Tapi dia meminta pembenihan yang dilakukan harus  menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang bisa dijaga produktivitasnya.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana mengungkapkan kegiatan budidaya perikanan menjadi sumber mata pencarian bagi 20 persen warga Banjarnegara. Data pemerintah daerah menyebutkan terdapat lebih dari 48 ribu rumah tangga yang terjun di bidang ini.

Jumlah produksi benih menurutnya masih bisa ditingkatkan mengingat potensi lahan yang tersedia cukup luas. Total luasan kolam pembenihan oleh masyarakat saat ini di angka 68,93 hektar, sedangkan lahan potensialnya lebih dari 1.600 hektar.

Adapun dukungan yang dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan produksi benih di antaranya ketersediaan pasokan air, pakan, hingga perbaikan sarana prasarana budidaya.

“Mudah-mudahan (dukungan dari KKP) bisa meningkatkan produksi sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin besar,” ungkap Bupati Amalia.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

Kedaulatan Perunggasan Nasional"
Peternak Desak Program MBG Serap Produksi Peternak Nasional
peternak
Peternak Rakyat Berharap Dilibatkan Dalam Ekosistem Perunggasan Terintegrasi
WhatsApp Image 2026-05-06 at 1.34
Prof. Bungaran Saragih : Menata Ulang Distribusi Protein Nasional
Tanzania
Indonesia Perkaya Genetik Sawit, SDG Asal Tanzania Resmi Dilepas
sawit
Kolaborasi Indonesia-Tanzania Solusi Tantangan Global
Scroll to Top