Riau, Agrina-online.com BEST PLANTER INDONESIA (BPI) mendapat tugas dari BPDP & Ditjenbun untuk kembali melatih para pekebun sawit asal Riau. Pada tahun ini, pelatihan dilakukan 18 angkatan.
Peserta pekebun sawit berasal dari 4 kabupaten yaitu Bengkalis, Kuantan Singingi, Rokan Hulu dan Rokan Hilir di 4 hotel yang berbeda selama Juli – Agustus 2025 dengan tema Budidaya Tanaman Kelapa Sawit.
Founder BPI, Ir. Heri DB, MM menyampaikan bahwa pelatihan merupakan kolaborasi BPDP, Ditjenbun dan BPI bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pekebun dalam mengelola kebun.
Hal ini dilakukan untuk dapat meningkatkan produktifitas serta mendekati produktifitas kebun–kebun perusahaan swasta yang saat ini sudah mampu menghasilkan diatas 30 ton TBS/ha/tahun.
Tercapainya produktifitas sesuai potensi tanaman, berdampak pada meningkatnya kesejahteraan pekebun sawit dan seluruh stakeholder, sebagai akibat efek domino ekonomi sawit yang tercipta khusus di wilayah tersebut.
Kolaborasi ini, BPDP mengambil peran dalam menyediakan pendanaan, sementara Ditjenbun menyusun modul standar pelatihan dan melakukan seleksi peserta.
Sedangkan BPI sebagai lembaga pelatihan sawit yang menyelenggarakan sesuai ketentuan yang sudah diatur dalam berbagai peraturan yang diterbitkan oleh BPDP dan Ditjenbun.
“Best Planter Indonesia (BPI) mencari narasumber, para praktisi berpengalaman dari perusahaan besar sehingga diharapkan bisa menjawab semua persoalan yang dialami para pekebun sawit di lapangan,” katanya (22/7).
Dalam melengkapi modul pelatihan sawit, peserta diwajibkan melakukan kunjungan lapang. BPI memilihkan lokasi kunjungan lapang yang dapat menginspirasi seperti perusahaan besar.
Perusahaan tersebut telah menerapkan Best Management Practices dengan pencapaian produktifitas tinggi dan Koperasi yang pencapaian produktifitasnya tinggi.
Pertimbangan kunjungan lapang ke koperasi yang memiliki kinerja baik, agar pekebun mengetahui bahwa sesama koperasi, secara teknis mengelola kebun dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh maka produktifitasnya hampir bisa menyerupai perusahaan-perusahaan besar.
Lokasi kebun untuk kunjungan lapang yang dimaksud antara lain adalah First Resources Group, Astra Agro Lestari Gorup, Minamas Plantation dan Koperasi Gunung Sari diharapkan dapat memotivasi sekaligus menginspirasi para pekebun sawit asal dari 4 kabupaten di Riau tersebut diatas karena produktifitas tanamannya yang tinggi.
Pelatihan yang sudah berlangsung bulan Juli 2025 di propinsi Riau (gelombang 4 & 5), lokasi sebagai tempat kunjungan lapang yang sudah dilakukan adalah First Resources Group yang produktifitas TM1 nya mencapai 20 ton TBS/ha/tahun dengan rendemen atau OER 29%.
Koperasi Gunung Sari yang dikunjungi produktifitas tanamannya mencapai 28 ton TBS per ha per tahun dengan tata kelola kebun yang bisa dijadikan contoh.
Sedangkan untuk pelatihan gelombang 6 & 7 yang akan diselenggarakan pada minggu 1-2 Agustus 2025, BPI memilihkan lokasi kunjungan lapang ke 2 (dua) perusahaan besar yaitu PT. Minamas Plantation dan PT Astra Agro Lestari.
Kedua perusahaan ini berada di kabupaten Siak sehingga tidak terlalu jauh dari lokasi pelatihan di Pekanbaru. Semua program pelatihan sawit BPI di propinsi Riau dengan peserta pekebun berjumlah mencapai 526 peserta diharapkan sudah selesai dilaksanakan maksimal pada minggu ke-3 Agustus 2025.
Sabrina Yuniawati







