1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Petani NTB Nikmati Kemudahan Akses Pupuk Subsidi

Konferensi Tahunan Sawit Indonesia, IPOC 2025 Menembus Rekor Baru

Nusa Dua, Agrina-online.com. Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 kembali digelar pada 12-14 November 2025. Konferensi tahunan sawit Indonesia ini semakin menunjukkan perannya bagi kemajuan industri sawit nasional.

Sebagai forum strategis tahunan yang menjadi barometer arah kebijakan dan prospek industri kelapa sawit nasional maupun global, konferensi yang menghadirkan pembicara kelas dunia, pengambil kebijakan, dan para pemimpin di bidang masing-masing semakin dinilai penting para pelaku industri sawit nasional.

“Antusiasme untuk acara tahun ini sungguh luar biasa,” kata Ketua Panitia IPOC ke-21, Mona Surya.

Menurut Mona, tahun ini terjadi gelombang sponsor baru dengan 38 perusahaan terkemuka yang berkontribusi pada konferensi. Ruang pameran yang disediakan dipenuhi dengan 113 stan, lengkap dengan penampilan inovasi-inovasi terbaru.
Lebih mengejutkan lagi, penyelenggaraan IPOC kali ini mencatatkan rekor jumlah pengunjung, yaitu sebanyak 1.545 peserta dari 28 negara yang telah bergabung dan sekaligus menjadi bukti vitalitas industri sawit Indonesia.

Mona menjelaskan, selain menjadi momen yang inspiratif bagi pengembangan dan kemajuan industri sawit, IPOC juga menjadi ajang membangun jaringan. Mengingat arti penting jejaring, seperti tahun-tahun sebelumnya konferensi sawit kali ini pun dilengkapi dengan serangkaian acara jejaring untuk membina hubungan yang mendorong kemajuan bisnis.

Konferensi diawali dengan kompetisi yang bersahabat di lapangan hijau pada turnamen golf, lalu digelar juga kegiatan bincang-bincang santai saat menikmati koktail, maupun networking night sambil menikmati hiburan. Seluruhnya dirancang untuk memicu terciptanya kesepakatan dan terjalinnya kemitraan diantara para pelaku industri sawit.

Tahun ini Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengangkat tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade.” Menurut Mona, industri sawit nasional memang tengah menghadapi dunia dengan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Itulah sebabnya tema tahun ini sangat relevan.

Tantangan-tantangan yang tidak ringan itu misalnya volatilitas harga, stagnasi di wilayah-wilayah penghasil utama, maupun hambatan perdagangan yang signifikan seperti Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR). Regulasi nasional dan kebijakan global, urai Mona, bukan sekadar latar belakang. Keduanya merupakan kekuatan aktif yang membentuk operasionalisasi di industri sawit Indonesia.

Kendati demikian, Mona menilai, di balik tantangan-tantangan ini tersimpan peluang yang sangat besar. Karena itu, agenda tahun ini disusun dengan cermat. Diharapkan konferensi akan menghasilkan kajian-kajian mengenai kebijakan domestik Indonesia, dorongan strategi untuk ketahanan industri, kajian terhadap implikasi EUDR, maupun terbukanya wawasan pasar dari para pelaku pasar regional, sekaligus prediksi dan analisis masa depan mengenai prospek harga minyak sawit.

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Tanzania
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
KKP Hentikan Sementara Operasional UPI Denpasar
KKP Hentikan Operasional UPI Denpasar
3 Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional
3 Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional
Scroll to Top