1. Home
  2. »
  3. Tanaman Hias
  4. »
  5. Mengenal Aglaonema Alanaqu, Silangan Terbaru yang Diperkenalkan ke Publik

KKP Targetkan Potensi Transaksi US$8 Juta di Paris

KKP Targetkan Potensi Transaksi US$8 Juta di FIE 2025 Paris

Jakarta, Agrina-online.com  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mempromosikan potensi rumput laut nasional ke pasar global.

KKP menargetkan potensi transaksi sebesar US$8 juta (Rp 132 Milyar) dalam partisipasi Food Ingredients Europe (FIE) yang digelar di Paris Expo Porte de Versailles, Paris, Perancis.

Event yang berlangsung pada 2-4 Desember 2025 ini merupakan pameran terbesar bagi pelaku industri tambahan makanan di dunia.

Acara tersebut, para pelaku industri makanan dan minuman global, dipertemukan dengan pelaku research and development (R&D), production and marketing specialist, hingga produsen aditif pangan, termasuk produk turunan rumput laut serta menampilkan beragam inovasi terbaru terkait dengan ingredients dan services.

“Kali ini kami memfasilitasi Paviliun Indonesia Seaweed yang diisi oleh 6 eksportir produk turunan rumput laut yaitu,” terang Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud melalui keterangan tertulisnya, Jumat (5/12).

Machmud mengungkapkan keikutsertaan Indonesia pada pameran FIE merupakan penegasan bahwa rumput laut Tanah Air tak kalah dengan dengan negara lain.

Komoditas yang disebut sebagai emas hijau perairan Nusantara ini bisa diolah menjadi beragam produk turunan, seperti karaginan, agar dan produk turunan lainnya.

Selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan baku atau bahan tambahan alami untuk industri berikutnya, tidak hanya industri makanan dan minuman tetapi juga industri farmasi, kosmetik dan aplikasi industri lainnya.

“Kenapa dia menjadi emas hijau, karena rumput laut bisa diturunkan menjadi beragam produk, baik untuk kosmetik, farmasi, pangan hingga energi,” tuturnya.

Lebih lanjut Machmud mengungkapkan kinerja ekspor rumput laut Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai US$264,6 juta, terdiri dari rumput laut kering US$144,7 juta (58,8%), karaginan US$93,3 juta (35,3%), dan agar-agar US$15,6 juta (5,9%).

Sisi negara tujuan, Tiongkok mendominasi dengan US$183,6 juta (69,4%), diikuti Uni Eropa US$27,3 juta (10,3%), kemudian ASEAN US$9,2 juta (3,5%), Amerika Serikat US$8,6 juta (3,3%), dan Jepang US$6,7 juta (2,5%).

“Dengan kontribusi lebih dari 10%, Uni Eropa tercatat sebagai pasar terbesar kedua di dunia untuk rumput laut Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan sisi bentuk produk, Uni Eropa tampil sebagai pasar terbesar untuk ekspor agar-agar Indonesia dengan nilai US$4,0 juta (25,6%), dan menjadi tujuan utama kedua untuk produk karaginan sebesar US$20,3 juta (21,8%).

Negara tujuan utama produk rumput laut kering adalah Tiongkok US$138,2 juta (88,8%), Korea Selatan US$4,4 juta (2,8%), dan Negara Asean US$3,9 juta (2,5%). Kemudian negara tujuan utama produk karaginan adalah Tiongkok US$43,0 juta (46,0%), Uni Eropa US$20,3 juta (21,8%), dan Amerika Serikat US$5,1 juta (5,4%).

“Data tersebut menunjukkan bahwa Uni Eropa menjadi pasar potensial dan terbuka bagi produk diversifikasi rumput laut bernilai tinggi,” terangnya.

Selain keikutsertaan pameran, KKP bekerjasama dengan Swiss Import Promotion Program (SIPPO) untuk melaksanakan market intelligence.

Machmud menjabarkan kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini tren permintaan, kebutuhan spesifikasi produk dan perkembangan teknologi industri aditif pangan di Eropa serta identifikasi preferensi konsumen/buyers Eropa terhadap produk turunan rumput laut.

Tak hanya itu, di sela pameran, delegasi Indonesia juga akan mengikuti Fi Europe Partner Meeting, forum yang menyoroti tren bahan makanan di Eropa, membahas regulasi ekspor, dan menguraikan peluang bagi penyelenggara paviliun nasional untuk mendukung ekspor serta menggunakan FIE sebagai platform perdagangan.

“Tentu kami berharap ketika bicara emas, kita mulai menyadari bahwa rumput laut adalah komoditas yang begitu berharga,” terangnya.

Sementara Dubes RI untuk Perancis, Mohammad Oemar mengapresiasi partisipasi KKP dalam pameran internasional tersebut.

Ia berharap, dengan selesainya perundingan Indonesia-EU CEPA, sudah tidak ada lagi hambatan tarif ekspor ke Eropa. “Semoga ini dapat meningkatkan daya saing produk karaginan dan agar Indonesia,” katanya.

Sebagai informasi, para pelaku industri yang diboyong pada pameran kali ini meluputi PT. Surya Indoalgas (GS 600-1300 (normal), GS 100-500 (low gel agar) and also Alkali Treated Gracilaria (ATG) and Seaweed Powder).

Hakiki Donarta (Agar Powder, Seaweed Powder, Carrageenan Powder, Konjac Powder and Stabilizer Powder). Kemudian PT. Agar Swallow (Agar Powder, Carrageenan), CV. Karagen Indonesia (Semi-Refined Kappa / Iota, Alkali Treated Kappaphycus alvarezii / Spinossum Chips, Refined Kappa And Premix Applications).

Agalindo Perdana (Semi-Refined Kappa Carrageenan, Refined Kappa Carrageenan, Semi-Refined Iota Carrageenan, Refined konjac (Konjac Gum), Konjac flour, and Hydrocolloids blends) dan PT. Rote Karaginan Nusantara (Semi-Refined Carrageenan, Kappa Carrageenan and Iota Carrageenan).

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono membidik pasar pasar alternatif produk kelautan dan perikanan Indonesia. Negara-negara eropa termasuk salah satu pasar yang disasar untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

indolivestock award
Bukan Sekadar Award, Indo Livestock Cari Tokoh Pangan Menginspirasi Negeri
debindo
INDOGRITECH Expo 2026 Diluncurkan, Menguatkan Kolaborasi Menuju Kemandirian Pangan
Brondolan sawit AAL dok AAL
Pengendalian Biaya Menopang Pertumbuhan Astra Agro Kuartal I 2026
WhatsApp Image 2026-04-22 at 7.49
Hasil Samping Ikan Disulap Jadi Minuman Kolagen, Dukung Ekonomi Perempuan dan Lingkungan
WhatsApp Image 2026-04-23 at 3.51
Bayu Krisnamurti : Ingatkan Perkuat Sistem Pangan Sayuran Nasional
Scroll to Top