1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Kementan Dorong Pelajar Muhammadiyah Tingkatkan Literasi Digital

KKP Revitalisasi Tambak di Jabar, Seluas 20 Ribu Ha

KKP Laksanakan Revitalisasi Tambak di Jabar, Seluas 20.413,25 Ha

Jakarta, Agrina-online.com.  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyepakati kerjasama pelaksanaan program revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa sekitar 20.413,25 ha dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di Jawa Barat.

Adapun empat daerah sasaran program revitalisasi yakni Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu. Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepakatan tentang sinergi pengelolaan kelautan dan perikanan berbasis ekonomi biru di provinsi Jawa Barat.

“Kita ingin menjadi negara yang kuat di bidang (perikanan) untuk penyediaan pangan khususnya protein. Saya yakin program revitalisasi yang kita mulai di Jabar, bisa berjalan dengan baik,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada acara tersebut, Jakarta Pusat, Rabu (25/6).

Ruang lingkup kerja sama di antaranya peningkatan produksi komoditas unggulan perikanan budi daya, pengembangan dan penerapan teknologi perikanan budi daya, dan pemberdayaan masyarakat di bidang perikanan budi daya.

Kerja sama KKP dengan Pemprov Jawa Barat diantaranya mencakup peningkatan pengelolaan kelautan dan konservasi, penguatan pengolahan, pemasaran, dan pengembangan usaha kelautan dan perikanan, pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga berbagi data dan informasi.

Menteri Trenggono mengungkapkan, total lahan yang revitalisasi melalui skema Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan (KHKP) kurang lebih 20.413,25 ha. Rinciannya, Kabupaten Bekasi seluas 8.188,49 ha, tepatnya di Kecamatan Babelan, Cabangbungin, Muaragembong, Tarumajaya.

Kemudian Kabupaten Karawang 6.979,51 ha di Kecamatan Batujaya, Cibuaya, Cilamaya Wetan, Pakisjaya, Tirtajaya. Kabupaten Subang seluas 2.369,76 ha di Kecamatan Blanakan, Legonkulon, Pusakanagara dan Sukasari. Terakhir, Kabupaten Indramayu seluas 2.875,48 ha di Kecamatan Cantigi, Kandanghaur, Losarang, Pasekan dan Sindang.

 

Pengembangan Komoditas

Komoditas yang akan dikembangkan pada program revitalisasi tambak Pantura adalah nila salin. Ikan ini lebih tahan akan penyakit dan pertumbuhannya cukup cepat. Selain itu, peluang pasar domestik dan ekspor ikan tilapia sangat besar.

Lewat program revitalisasi tersebut, KKP menargetkan peningkatan produktivitas tambak budidaya menjadi 144 ton/Ha/tahun dari sebelumnya 0,6 ton/Ha/tahun.

Volume produksinya diperkirakan mencapai 1,18 juta ton dengan nilai produksi Rp30,65 triliun. Program ini pun diperkirakan menciptakan peluang pekerjaan bagi 119.100 masyarakat hulu dan hilir.

“Ini akan menyerap banyak tenaga kerja, dan ini diutamakan untuk masyarakat Jawa Barat. Insya Allah ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan harapan baru bagi masyarakat Jawa Barat,” terang Trenggono.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut KKP di bawah Menteri Trenggono sudah banyak melakukan transformasi dan inovasi pengelolaan kelautan dan perikanan di Indonesia.

Pelaksanaan program revitalisasi tambak Pantura diyakininya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu pemerintah daerah membangun wilayah pesisir Jabar.

“Pak Menteri sudah melakukan perubahan-perubahan yang signifikan, inovasi-inovasi dalam melakukan pengelolaan kelautan dan perikanan Indonesia. Hari ini kemakmuran rakyat Jabar terbantu dengan kebijakan Presiden Prabowo yang dilaksanakan secara teknis oleh Bapak Menteri melalui program revitalisasi. Mudah-mudahan MoU ini menuju Jawa Barat istimewa dan Indonesia semakin maju,”

Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor KKP, Jakarta Pusat.

Selain itu, Nota Kesepakatan juga berlangsung antara Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu tentang Sinergi Perencanaan, Pembangunan, dan Pengelolaan Perikanan Budi Daya di empat kabupaten tersebut.

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton Semester I 2026
Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton Semester I 2026
Kementan Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes
Kementan Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes
Riset Sawit Harus Mampu Hadirkan Inovasi yang Mendorong Kemajuan Industri Sawit Berkelanjutan
Riset Sawit Harus Mampu Hadirkan Inovasi yang Mendorong Kemajuan Industri Sawit Berkelanjutan
Bapanas Ajak Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan
Bapanas Ajak Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan
Penyaluran Beras Program SPHP Melalui Koperasi Desa Merah Putih
Penyaluran Beras Program SPHP Melalui Koperasi Desa Merah Putih
Scroll to Top