1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2025, Pasokan dan Harga Pangan…

KKP Kembangkan Sistem Ketertelusuran Hasil Perikanan Berstandar Global

KKP Kembangkan Sistem Ketertelusuran Hasil Perikanan Berstandar Global

Bali, Agrina-online.com. Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Global Dialogue on Seafood Traceability (GDST) berkolaborasi untuk meningkatkan jangkauan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina) menjadi berstandar global.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah mengatakan, sistem ini dapat memastikan produk perikanan yang diperdagangkan dari Indonesia berasal dari praktek yang ramah lingkungan dan bukan hasil ilegal fishing.

“Stelina sebagai solusi kolaboratif berbasis interoperabilitas antar sistem dengan output teknologi QR code akan memperkuat sistem integrasi hulu hilir. Ini memberikan gambaran lengkap tentang ketertelusuran produk perikanan kepada konsumen,” ungkapnya saat acara Kick-Off Event Stelina: Advancing Traceability in Tuna and Shrimp Industries di Nusa Dua, Bali, Minggu (22/6).

Sistem tersebut, setiap tahap perjalanan ikan dari hasil budi daya atau tangkap hingga ke tangan konsumen dapat direkam data dan informasinya secara transparan. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kepercayaan buyers terhadap produk perikanan dari Indonesia. Sistem ini juga menepis isu bahwa produk perikanan Indonesia hasil ilegal fishing, maupun diproduksi dengan cara yang tidak ramah lingkungan.

 

Tuntutan Pasar Global

Berdasarkan data, nilai ekspor udang Indonesia tahun 2024 mencapai USD 1,68 Miliar atau 28,2% dari total nilai ekspor perikanan, dengan negara tujuan Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, UE dan ASEAN.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah menjelaskan, nilai ekspor Tuna-Cakalang-Tongkol mencapai USD 1,03 Miliar atau 17,4% dengan negara tujuan ASEAN, Amerika Serikat, UE, Jepang, dan Timur Tengah.

“Salah satu tren tuntutan pasar global saat ini adalah persyaratan ketertelusuran yang transparan dan berkelanjutan. Konsumen semakin menuntut informasi asal-usul ikan termasuk cara penangkapan dan budi daya yang dapat menjaga kelestarian ekosistemnya,” katanya.

Executive Director of Global Dialogue on Seafood Traceability, Huw Thomas mengungkapkan, teintegrasinya Stelina dengan sistem ketertelusuran yang dimiliki GDST, menunjukkan komitmen Indonesia melindungi sumber daya perikanan berkelanjutan dan memastikan keamanannya untuk dikonsumsi masyarakat global.

Sementara itu Ketua Asosiasi Penangkapan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Janti Juari juga menyebut hadirnya Stelina berstandar global menjadi angin segar meningkatkan nilai perdagangan, khususnya udang dan tuna Indonesia di pasar global.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen menjalankan program ekonomi biru untuk menjaga keberlanjutan ekologi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu yang dilakukan KKP yakni untuk memastikan kegiatan penangkapan dan budi daya perikanan di Indonesia dilakukan dengan cara ramah

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp Image 2026-06-24 at 12.53
BRIN Galang Kolaborasi Global untuk Pertanian Rendah Emisi
pelatihan sdm sawit
Kejar Produktivitas, Pekebun Sawit Dibekali Budidaya dan ISPO
IMG-20260623-WA0031
Produktivitas Sawit Rakyat Masih Tertinggal, SDM Pekebun Jadi Kunci
Pupuk Indonesia hanya melaksanakan ekspor berdasarkan penugasan resmi pemerintah
Transformasi Tata Kelola dan Efisiensi, Pupuk Indonesia Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500
AEO KBI 170626
Raih Sertifikasi AEO, Kona Bay Indonesia Tegaskan Komitmen Standar Perdagangan Internasional
Scroll to Top