1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Kementan Dorong Pelajar Muhammadiyah Tingkatkan Literasi Digital

Jahe Alternatif Atasi Infeksi Bakteri pada Ayam Broiler

Jahe Alternatif, Atasi Infeksi Bakteri pada Ayam Broiler

Bandar Lampung, Agrina-Online.com.  Infeksi bakteri Escherichia coli masih menjadi salah satu masalah serius dalam budidaya ayam broiler. Bakteri ini dapat memicu penyakit colibacillosis yang menyerang sistem pencernaan unggas.

Dampaknya bukan hanya pada kesehatan ayam, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi, mulai dari penurunan produksi daging, meningkatnya biaya pengobatan, hingga tingginya angka kematian.

Selama ini, penggunaan antibiotik menjadi salah satu cara untuk mengatasi infeksi tersebut. Namun, praktik ini mulai menuai sorotan global.

Residunya berpotensi membahayakan kesehatan konsumen dan penggunaan jangka panjang bisa memicu resistensi mikroorganisme terhadap antibiotik.

Sebagai alternatif, para peneliti kini menaruh perhatian pada fitobiotik bahan alami dari tumbuhan yang memiliki khasiat antimikroba sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh unggas. Salah satu tanaman yang dianggap potensial adalah jahe (Zingiber officinale).

Kandungan fitokimia seperti gingerol, alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpenoid, dan saponin di dalam jahe diyakini mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen, termasuk E. coli.

Melihat potensi tersebut, tim dosen dari Program Agribisnis Peternakan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar penelitian tentang efektivitas ekstrak jahe pada ayam broiler yang terinfeksi E. coli.

Penelitian ini bertujuan menilai sejauh mana penggunaan jahe dapat membantu meningkatkan produktivitas ayam sekaligus menjadi solusi alami pengganti antibiotik.

“Melalui penelitian ini, kami ingin membuktikan bahwa jahe tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga dapat menjadi alternatif pengobatan yang ramah lingkungan dalam industri peternakan,” ujar Ketua Tim Penelitian, Anjar Sofiana, S.Pt., M.Si.

Penelitian tersebut dilakukan sejak Juli hingga November 2025 di kandang percobaan Polinela. Tim beranggotakan sejumlah dosen lintas bidang, di antaranya Dr. Ghoffar Husnu, S.Pt., M.S., drh. Luh Putu Nadya Santika, M.Sc., Tri Rumiyani, S.Pt., M.Sc., Susanti, S.Pt., M.Si., Cintia Agustin Patria, S.Pt., M.Si., serta Mutia Rizkia Shaffira, S.Tr.Pt., M.Tr.P.

Kegiatan ini mendapat dukungan dana dari DIPA Polinela Tahun Anggaran 2025. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia peternakan, khususnya dalam menemukan alternatif pengobatan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi industri ayam broiler di Indonesia.

 

Syafnijal Datuk/Lampung

Tag:

Bagikan:

Trending

Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton Semester I 2026
Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton Semester I 2026
Kementan Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes
Kementan Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes
Riset Sawit Harus Mampu Hadirkan Inovasi yang Mendorong Kemajuan Industri Sawit Berkelanjutan
Riset Sawit Harus Mampu Hadirkan Inovasi yang Mendorong Kemajuan Industri Sawit Berkelanjutan
Bapanas Ajak Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan
Bapanas Ajak Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan
Penyaluran Beras Program SPHP Melalui Koperasi Desa Merah Putih
Penyaluran Beras Program SPHP Melalui Koperasi Desa Merah Putih
Scroll to Top