Jakarta, Agrina-online.com. Pameran dagang internasional terkemuka Indonesia untuk peternakan, susu, pengolahan daging, dan perikanan ILDEX Indonesia secara resmi akan menjadi acara tahunan dan akan dimulai pada 2026.
Hal ini dilakukan untuk menjawab pertumbuhan permintaan dan transformasi cepat di industri peternakan. nasional. Edisi ILDEX Indonesia 2025 mencetak capaian luar biasa, menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah dengan rekor partisipasi internasional dan jumlah pengunjung dagang.
Pameran ini menghadirkan 278 peserta di atas area 9.720 m², menarik 12.880 pengunjung profesional dari 43 negara serta 2.107 peserta konferensi yang mengikuti berbagai sesi teknis dan bisnis.
Negara-negara dengan jumlah pengunjung terbanyak meliputi Indonesia, China, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Filipina, Australia, dan Amerika Serikat.
Negara tersebut mengukuhkan posisi ILDEX Indonesia sebagai salah satu platform perdagangan peternakan, akuakultur dan horti agri paling berpengaruh di Asia.
Edisi berikutnya, ILDEX Indonesia 2026, akan diselenggarakan 16-18 September 2026 di Hall 5-6, ICE BSD City, Tangerang, melanjutkan Horti & Agri Indonesia serta memperkenalkan Dairy Pavilion berfokus pada rantai suplai produksi dan pengolahan susu.
Justin Pau, CEO VNU Asia Pacific, menekankan pentingnya posisi strategis Indonesia dalam rantai nilai peternakan di kawasan.
“Indonesia merupakan salah satu pasar peternakan paling dinamis di Asia, dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar di sektor pakan, unggas, susu, dan kesehatan. hewan,” ujarnya.
Justin Pau menjelaskan, ILDEX Indonesia sebagai acara tahunan mulai tahun 2026. Ini bertujuan menciptakan lebih banyak peluang bagi merek-merek global untuk memasuki pasar dengan permintaan tinggi ini dan terhubung langsung dengan distributor, produsen, serta investor lokal.
“Ini bukan sekadar soal bisnis tetapi tentang membangun kemitraan jangka panjang yang akan membantu industri memenuhi kebutuhan protein Indonesia yang terus meningkat secara berkelanjutan. Babak baru ini dimulai dengan ILDEX Indonesia edisi ke-8 2026,” ungkapnya.
Pada acara ILDEX edisi 2025, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pameran tersebut, yang telah menjadi salah satu platform agribisnis paling berpengaruh di kawasan.
“Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan peternakan dari dalam dan luar Indonesia untuk berbisnis, bertukar pengetahuan, dan membentuk kemitraan global yang bermakna,” ujarnya.
Sudaryono menambahkan, peternakan adalah pilar strategis dalam pembangunan pertanian, tidak hanya mendukung ketahanan pangan melalui pasokan protein hewani.
“Selain itu, pertanian juga mendorong perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Menurut Sudaryono dalam catatannya bahwa sektor peternakan dan kesehatan hewan terus menunjukkan potensi ekonomi yang kuat, dengan PDB sub-sektor tersebut mencapai Rp349 triliun, atau 12,54% dari total PDB pertanian Indonesia yang sebesar Rp2.791 triliun.
“Kontributor utamanya meliputi telan ayam (Rp192,5 trilion), daging ayam (Rp144,8 triliun), daging sapi dan produk terkait (Rp77,68 triliun), serta susu segar (Rp 19,4 triliun),” katanya.
Sementara itu, Fitri Nursantri P. Direktur PT Permata Kreasi Media (PKM) menyatakan bahwa ILDEX 2025 menghadirkan 278 peserta dari 26 negara, termasuk perwakilan dari Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.
Acara ini, berperan sebagai jembatan bagi para pelaku industri peternakan global. “ILDEX bukan hanya platform bisnis, tetapi juga pusat untuk berbagi inovasi dan memfasilitasi ahli pengetahuan,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa IL.DEX Indonesia bukan sekadar pameran, tetapi juga titik temu bagi para pemangku kepentingan, menghubungkan pemerintah, para pemimpin industri, akademisi, dan profesional untuk berkolaborasi dan membentuk masa depan sektor peternakan.
“Semua ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, serta mendorong transformasi teknologi di sub-sektor peternakan, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional,” tambahnya.
Sejalan dengan arah tersebut, rangkaian pameran ILDEX akan terus mencakup pasar-pasar utama di Indonesia (pameran tahunan), Vietnam (pameran dua tahunan), dan Filipina (pameran tahunan).
Bersama dengan portofolio VIV Worldwide, kami akan membangun jaringan acara yang kuat dan saling terhubung yang berpuncak pada VIV Asía, yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk mendorong perkembangan industri peternakan dan akuakultur serta mencakup seluruh rantai nilai protein hewani di kawasan Asia.
Sabrina Yuniawati







