Andi Tamsil, Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) menjelaskan awal mula ketertarikan dalam dunia perikanan. Ia mengatakan, dasar ketertarikan perikanan merupakan karena berbekal latar belakang pendidikan perikanan dari S1 hingga S3. Ia merinci, pendidikan S1 dan S2 ditempuh di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel pada 1983-1992 sedangkan pendidikan doktoral diselesaikan di IPB University, Bogor, Jabar pada 1994-2000.
Andi kini mendedikasikan ilmunya, termasuk melalui keterlibatannya dalam asosiasi petambak udang intensif dan menjadi dosen di Fakultas Perikanan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. “Saya sekolahnya jurusan perikanan. Semua ilmu saya tentang perikanan sehingga secara spesifik sangat tertarik dengan budidaya udang. Lalu, saya ingin mewakafkan ilmu yang saya peroleh kepada semua yang terlibat dalam bidang perikanan dan di situ pula saya dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh,” ujarnya di acara FARM 2025, Jakarta, Kamis (25/9).
Andi menambahkan, seorang guru besar harus mengabdikan ilmunya dan meng-update ilmu yang dimiliki dengan pengetahuan praktis dari para petambak dan pembisnis. Selain itu, ia terjun ke bidang perikanan karena Indonesia merupakan negara yang memiliki perairan luas. Produk perikanan juga akan menjadi primadona sebagai sumber protein yang didambakan serta merupakan bisnis paling menjanjikan.
“Produk dari laut atau perairan yang bisa memenuh kebutuhan protein masyarakat di masa mendatang karena sumber protein di darat sedang banyak masalah,” pungkasnya.
Sabrina Yuniawati







