Jakarta, Agrina-online.com. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan bahwa sektor pertanian Indonesia mengalami lompatan signifikan dalam satu tahun terakhir.
Namun, Wamentan Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menyampaikan bahwa langkah strategis pemerintah membutuhkan dukungan kolaborasi global, termasuk dengan Rumania.
Momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rumania menjadi pendorong agar ke depan kerja sama kedua negara lebih komprehensif.
Mendukung program besar ini lanjut Mas Dar, Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi dan kolaborasi di bidang pertanian, peternakan, susu, teknologi pangan, kecerdasan buatan, benih, pupuk, teknologi pertanian, dan lainnya.
‘Kami siap bekerja sama dengan negara mana pun, teknologi apa pun, dan inisiatif dari mana pun,” ujarnya di acara “The National Day of Romania and the 75th Anniversary of Diplomatic Relations between Romania and the Republic of Indonesia”, Selasa (9/12).
Pada kesempatan tersebut, Mas Dar juga menyoroti peluang baru kerja sama bilateral setelah penandatanganan perjanjian Indonesia-EU CEPA, termasuk pengiriman perdana komoditas gandum dari Rumania ke Indonesia.
Menurutnya, momentum ini membuka ruang kolaborasi lebih luas di sektor pertanian, teknologi pangan, peternakan, kecerdasan buatan, hingga industri benih dan pupuk.
“Saya berharap kepada Yang Mulia Duta Besar agar dapat mengatur pertemuan di sana sehingga kita dapat memperkuat kerja sama pertanian antara kedua negara, termasuk AI, pupuk, benih, dan bidang lainnya,” tuturnya yang juga merupakan anak dari seorang petani asal Grobogan, Jawa Tengah itu.
Dalam suasana penuh keakraban, Wamentan Sudaryono juga menyampaikan minat Indonesia untuk mendapatkan dukungan varietas benih gandum yang sesuai dengan iklim tropis.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Indonesia telah mencapai swasembada beras dan jagung. Hal ini merupakan capaian strategis yang memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
Mas Dar menjelaskan, “Tahun ini merupakan tahun penuh kerja keras bagi Kementerian Pertanian. Bangga saya menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras dan jagung. Ini merupakan pencapaian besar bagi Indonesia,”.
Ia menambahkan, pemerintah tidak berhenti pada capaian tersebut. Dalam 2 hingga 5 tahun ke depan, Indonesia menargetkan swasembada pada lebih banyak komoditas strategis, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo dalam membangun kemandirian pangan nasional.
Selain peningkatan produksi, aspek gizi dan kualitas pangan juga menjadi fokus kebijakan. Pemerintah meluncurkan program makanan bergizi gratis yang mencakup penyediaan susu, telur, dan makanan sehat bagi pelajar di seluruh Indonesia.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas nutrisi. Presiden sangat serius memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan protein yang cukup,” ujarnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Wamentan Sudaryono juga menyampaikan minat Indonesia untuk mendapatkan dukungan varietas benih gandum yang sesuai dengan iklim tropis.
Ia berharap dapat melakukan kunjungan resmi ke Rumania untuk melihat potensi kerja sama dan pengembangan pangan lebih lanjut.
“Kami telah bekerja sama dengan Yordania dan Brasil, dan sekarang kami ingin menemukan varietas benih gandum terbaik yang bisa tumbuh di iklim tropis Indonesia. Jika memungkinkan, saya berharap dapat menerima undangan resmi untuk mengunjungi negara Anda,”tukasnya.
Sabrina Yuniawati







