1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Butuh Pengawasan Harga Telur di Tingkat Konsumen Agar Stabil

Swasembada Daging Ayam dan Telur, Pemerintah Siap Borong MBG

Swasembada Daging Ayam dan Telur Tercapai Pemerintah Siap Borong MBG

Jakarta, Agrina-online.com   Pemerintah mengapresiasi pencapaian subsektor peternakan nasional yang telah mencapai swasembada untuk dua komoditas utama yaitu ayam dan telur.

Langkah ini menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan bagian penting dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, “Saya apresiasi karena ternyata Indonesia sudah swasembada untuk daging ayam dan telur. Dengan program MBG, kebutuhan protein hewani ini pasti akan meningkat,” ujarnya saat menghadiri Festival Ayam Telur dan Susu (FATS) 2025 di Halaman Hijau Masjid Al Azhar, Jakarta, Minggu, (20/7).

Hasan menegaskan bahwa pemerintah siap menyerap hasil produksi dalam negeri untuk kebutuhan program pangan gizi. Menurutnya, kebutuhan logistik dari satuan program ini cukup besar.

“Jika satu SPPG membutuhkan 300 ekor ayam dan 3.000 butir telur per hari, berarti akan cukup banyak telur dan ayam yang dibutuhkan,” kata Hasan.

Pernyataan Hasan menegaskan pentingnya keberlanjutan subsektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional, khususnya protein hewani yang menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyebut penyediaan protein hewani sebagai bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa penguatan konsumsi protein tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.

“Festival ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong konsumsi protein hewani sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul. Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Program ini juga didorong oleh kalangan akademisi dan asosiasi peternakan nasional. Mereka melihat peningkatan konsumsi produk peternakan seperti ayam, telur, dan susu tidak hanya menjadi peluang ekonomi, tapi juga bagian penting dari intervensi gizi berbasis sumber daya lokal.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi peternakan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku industri, arah pembangunan peternakan Indonesia kian mengarah pada pencapaian gizi berkelanjutan, yang berpijak pada kemampuan produksi dalam negeri.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

Transformasi Pertanian Dua Tahun Era Prabowo, DPR: Jangan Kendor, Harus Lebih Kencang.
Transformasi Pertanian Dua Tahun Era Prabowo, DPR: Jangan Kendur, Harus Lebih Kencang.
program PM-AAS
Kementan Amankan Produksi dengan Program PM-AAS
Perkuat Fondasi Sawit Berkelanjutan, DGL dan Ditjenbun Bekali Dinas Pertanian Kab. Bengkulu Selatan dengan Teknik Audit ICS
Perkuat Sawit Berkelanjutan, DGL dan Ditjenbun Bekali Dinas Pertanian Kab. Bengkulu Selatan dengan Teknik Audit ICS
100 Karyawan Pupuk Indonesia Turun Gunung Bangun Kemandirian Desa Bulutana
100 Karyawan Pupuk Indonesia Turun Gunung Bangun Kemandirian Desa Bulutana
Kunci Sawit Berkelanjutan DGL Learning Institute, Ditjenbun, dan Dinas Pertanian Bengkulu Gelar Pelatihan Auditor ISPO
Kunci Sawit Berkelanjutan DGL Learning Institute, Ditjenbun, dan Dinas Pertanian Bengkulu Gelar Pelatihan Auditor ISPO
Scroll to Top