1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. Butuh Pengawasan Harga Telur di Tingkat Konsumen Agar Stabil

Transformasi Pertanian Dua Tahun Era Prabowo, DPR: Jangan Kendur, Harus Lebih Kencang.

Transformasi Pertanian Dua Tahun Era Prabowo, DPR: Jangan Kendor, Harus Lebih Kencang.

Jakarta, Agrina-online.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hanan A Rozak memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mendorong transformasi pertanian dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Perhatian terhadap mekanisasi, peningkatan sarana produksi, serta kepastian harga yang terukur membuat petani semakin bersemangat berproduksi dan menjadi fondasi penting bagi kelangsungan swasembada pangan.

Hanan menyebut perhatian Mentan Amran terhadap mekanisasi pertanian sebagai langkah luar biasa yang menjawab persoalan mendasar sektor pertanian, terutama keterbatasan tenaga kerja dan kebutuhan meningkatkan efisiensi usaha pertanian.

“Pak Menteri kita ini luar biasa. Dari tahun 2014 memberi perhatian kepada mekanisasi. Wajar kita sebut sebagai Bapak Modernisasi Pertanian. Saya beri penghargaan kepada beliau,” katanya dalam diskusi publik Agripulse bertema ‘Dua Tahun Transformasi Pertanian Era Prabowo’, Jakarta, Rabu (21/10), .

Menurut Hanan, transformasi pertanian yang berlangsung saat ini tidak terlepas dari keberanian pemerintah memperkuat intervensi di berbagai lini produksi.

Mulai dari perluasan areal tanam, perbaikan irigasi, penyediaan benih dan pupuk, hingga mekanisasi, semuanya diarahkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan petani meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

Ia menilai salah satu capaian penting Mentan Amran adalah kemampuan yang menjanjikan Presiden Prabowo untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi sektor pertanian, khususnya dukungan anggaran, sejalan dengan agenda kedaulatan pangan dalam Asta Cita.

Dukungan tersebut, selanjutnya, diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan petani. Peningkatan luas panen padi dari sekitar 10 juta hektare pada tahun 2024 menjadi 11 juta ha pada tahun 2025, misalnya didukung program perbaikan irigasi dan penyediaan sarana produksi.

Intervensi pemerintah pada jaringan irigasi, termasuk saluran tersier yang berdekatan dengan lahan petani, dinilai penting untuk memastikan ketersediaan udara bagi kegiatan budidaya.

Ia secara khusus mengapresiasi pembenahan tata kelola pupuk yang membuat petani lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau, tepat waktu, dan jumlah tepat. Penyederhanaan regulasi dinilai telah mengurangi hambatan distribusi selama ini menyulitkan petani.

“Luar biasa ini. Ini baru terjadi. Pupuk mudah diperoleh dengan penyederhanaan regulasi. Bisa diperoleh tepat waktu, tepat jumlah, harga terjangkau oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selain sarana produksi, Hanan menyoroti peran mekanisasi dalam menjawab persoalan tenaga kerja pertanian. Dengan rata-rata usia petani yang semakin tinggi dan tenaga kerja yang terbatas, penggunaan alat mesin pertanian menjadi kebutuhan untuk menjaga efisiensi budidaya sekaligus menarik minat generasi muda.

Hanan juga menilai kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah dan beras berperan penting dalam memperkuat semangat produksi.

Penetapan pembelian harga pemerintah (HPP), penyerapan gabah oleh Perum Bulog, serta penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan pangan bagi konsumen.

Ia menyebut kebijakan tersebut membuat petani memiliki kepastian harga dan pasar, sehingga keputusan untuk menanam semakin didorong oleh pertimbangan ekonomi yang menguntungkan.

“Petani tidak perlu diperintah-perintah. Harga diperbaiki, sarana dan prasarana tersedia. Harga jualnya bagus, mereka akan tanam,” tuturnya.

Hanan menegaskan, keberhasilan meningkatkan produksi dan mencapai swasembada pangan harus diikuti konsistensi kebijakan.

Perbaikan irigasi, ketersediaan pupuk, mekanisasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu terus dijaga agar pencapaian produksi tidak kembali melemah. “Kita sudah swasembada pangan. Jangan sampai kendor lagi, harus kencang,” tegasnya.

Hanan berharap transformasi pertanian yang telah berjalan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo tetap berada pada jalurnya dan dilanjutkan secara konsisten demi mendorong keinginan swasembada pangan nasional.

 

Sabrina Yuniawati

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag:

Bagikan:

Trending

Transformasi Pertanian Dua Tahun Era Prabowo, DPR: Jangan Kendor, Harus Lebih Kencang.
Transformasi Pertanian Dua Tahun Era Prabowo, DPR: Jangan Kendur, Harus Lebih Kencang.
program PM-AAS
Kementan Amankan Produksi dengan Program PM-AAS
100 Karyawan Pupuk Indonesia Turun Gunung Bangun Kemandirian Desa Bulutana
100 Karyawan Pupuk Indonesia Turun Gunung Bangun Kemandirian Desa Bulutana
gapki 091026
B50 dan El Nino Bayangi Ekspor Sawit, Devisa Terancam Susut
pre-ipoc 2026
IPOC 2026: Membaca Masa Depan Sawit di Tengah Gejolak Global
Scroll to Top