1. Home
  2. »
  3. Tanaman Hias
  4. »
  5. Mengenal Aglaonema Alanaqu, Silangan Terbaru yang Diperkenalkan ke Publik

Wapres Gibran Pastikan Swasembada Gula 2026

Swasembada gula 2026

Yogyakarta, Agrina-online.com PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar acara Panen Tebu dan Rembuk Tani Bersama Wakil Presiden RI di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa, (8/7/2025). Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ini menjadi wujud nyata komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung tercapainya swasembada gula yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Wakil Presiden RI menyampaikan, komitmen penuh pemerintah dalam mencapai produktivitas petani tebu nasional guna mencapai swasembada gula. Pemerintah, kata dia, menargetkan swasembada gula untuk sektor konsumsi dapat tercapai pada 2026, serta tahun 2027 atau paling lambat tahun 2028 dapat mencapai swasembada gula nasional.

Mengejar target tersebut, Wakil Presiden RI mengatakan pemerintah siap membantu petani mencari solusi atas berbagai tantangan pertanian, mulai dari bibit, ketersediaan air hingga pupuk. “Jadi perintah dari Pak Presiden sudah jelas, kita kawal bersama-sama. Insya Allah tahun depan swasembada gula konsumsi. Tahun 2027, paling lambat 2028 kita benar-benar swasembada gula,” katanya saat menyampaikan arahan dalam acara tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Presiden RI beserta jajaran pemerintah dalam acara Rembuk Tani yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia.

Rembuk Tani merupakan program Pupuk Indonesia untuk membangun ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan sektor pertanian sekaligus merumuskan solusi bersama.

Rahmad menambahkan dalam enam bulan terakhir, Pupuk Indonesia telah melaksanakan 92 kali Rembuk Tani di berbagai daerah di Indonesia. “Rembuk Tani ini sebetulnya terinspirasi dari teladan-teladan yang diberikan para petinggi Republik Indonesia yang sangat dekat dengan petaninya, sangat mendukung para petani,” katanya.

Selain itu, Rahmad juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyederhanakan aturan mengenai pupuk subsidi, yakni melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.

Penyederhanaan lanjut Rahmad, realisasi penyaluran pupuk subsidi pada pertengahan tahun ini telah mencapai 3,9 juta ton, tertinggi selama 3 tahun terakhir. “Pada kesempatan ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Republik Indonesia yang telah menyederhanakan aturan pupuk,” ungkapnya.

Rahmad menegaskan Pupuk Indonesia mendukung penuh visi pemerintah untuk mencapai swasembada gula nasional. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan dengan memastikan ketersediaan dan kemudahan akses pupuk berkualitas untuk para petani tebu, terutama ketersediaan Pupuk ZA (Zwavelzuur Ammonium/Amonium Sulfat).

Pupuk ZA merupakan salah satu produk Pupuk Indonesia yang diformulasikan khusus untuk komoditas tebu dengan kandungan Nitrogen (N) 21%, Sulfur (S) 24% & Zinc (Zn) 1.000 ppm. Pupuk ini bermanfaat untuk memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman dan jumlah daun, memacu pembentukan klorofil sehingga daun lebih hijau,

Tidak hanya itu tapi juga dapat meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa dan besar buah/umbi, serta meningkatkan kesuburan tanaman, sehingga lebih tahan hama. Saat ini, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi Pupuk ZA mencapai 750 ribu ton per tahun yang mampu memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

Rahmad menambahkan saat ini pemerintah telah memutuskan untuk memasukan Pupuk ZA ke dalam kategori pupuk subsidi. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pupuk Indonesia berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan Pupuk ZA guna mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional. “Ke depan, Pupuk ZA atau pupuk untuk tanaman tebu akan masuk di dalam pupuk yang disubsidi oleh pemerintah,” kata dia.

Acara Rembuk Tani merupakan salah satu program dari Pupuk Indonesia dalam mendorong produktivitas pertanian nasional melalui pendampingan intensif, serta memastikan ketersediaan pupuk berkualitas bagi petani.

Selain Wakil Presiden RI, acara Panen Raya dan Rembuk Tani kali ini juga dihadiri oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto; Wakil Menteri BUMN, Aminuddin Ma’ruf; Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X; dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto; serta diikuti sekitar 250 petani tebu.

Dalam acara tersebut, Wakil Presiden RI bersama pemangku kepentingan yang hadir dan petani melakukan Panen Raya Tebu di lahan seluas 4 hektar. Total panen di lahan tersebut diperkirakan mencapai 280 ton tebu. Acara juga diisi dengan sesi dialog antara Wakil Presiden RI dan para petani untuk menyerap aspirasi langsung dari lapangan, sekaligus mendiskusikan tantangan dan kebutuhan petani dalam meningkatkan produktivitas tebu dan ketahanan pangan nasional.

Wakil Presiden RI secara simbolis juga menyerahkan bantuan pupuk nonsubsidi kepada petani sebanyak 10 ton. Sementara itu, Pupuk Indonesia menggelar demo penggunaan teknologi pertanian, yakni drone agriculture yang dapat membantu petani melakukan pemupukan, penyemprotan pestisida, serta pemantauan kondisi lahan secara lebih efisien dan presisi.

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

indolivestock award
Bukan Sekadar Award, Indo Livestock Cari Tokoh Pangan Menginspirasi Negeri
debindo
INDOGRITECH Expo 2026 Diluncurkan, Menguatkan Kolaborasi Menuju Kemandirian Pangan
Brondolan sawit AAL dok AAL
Pengendalian Biaya Menopang Pertumbuhan Astra Agro Kuartal I 2026
WhatsApp Image 2026-04-22 at 7.49
Hasil Samping Ikan Disulap Jadi Minuman Kolagen, Dukung Ekonomi Perempuan dan Lingkungan
WhatsApp Image 2026-04-23 at 3.51
Bayu Krisnamurti : Ingatkan Perkuat Sistem Pangan Sayuran Nasional
Scroll to Top