1. Home
  2. »
  3. Tanaman Hias
  4. »
  5. Mengenal Aglaonema Alanaqu, Silangan Terbaru yang Diperkenalkan ke Publik

Agrinnovation Conference 2025: Tonggak Inovasi Pertanian

Anak muda dan inovasi teknologi pertanian berperan penting untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

 

Edufarmers dan Pemuda Tani Indonesia menyelenggarakan Agrinnovation Conference 2025 pada 22 Februari di JICC Senayan, Jakarta. Acara tersebut berlangsung sukses yang mempertemukan 1.960 peserta, termasuk petani, pembuat kebijakan dan perusahaan di bidang pertanian. Tahun ini Agrinnovation Conference 2025 mengusung tema “Teknologi & Tren Terkini dalam Pertanian” sebagai tonggak penting dalam mendorong inovasi, kolaborasi, serta tren baru yang akan membentuk masa depan pertanian Indonesia sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan.

 

Inovasi Teknologi

Menurut Amri Ilmma, COO Edufarmers, pertanian merupakan tulang punggung suatu bangsa karena berkaitan erat dengan pangan. Pertanian merupakan penyumbang 13% PDB dan hampir 30% total tenaga kerja di Indonesia. Proyeksi 2050 penduduk dunia akan mencapai 10 miliar jiwa sehingga membutuhkan 56% pangan lebih banyak untuk diproduksi.

Sementara itu, Indonesia berada di titik yang sangat menentukan bagi masa depan ketahanan pangan nasional karena menghadapi berbagai macam tantangan pertanian, seperti perubahan iklim yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman dan gagal panen, hingga iklim ekstrem. Kunci menjawab tantangan tersebut yaitu inovasi teknologi dan SDM pertanian.

“Menjawab tantangan tersebut, Edufarmers Internasional berkolaborasi dengan Pemuda Tani Indonesia dengan bangga menyelenggarakan Agriinnovation Conference 2025 dan ekspo. Konferensi tahun ini mengusung tema tentang teknologi dan tren terkini di sektor pertanian. Pembahasan terkait isu strategis mulai dari peran Program Makan Bergizi Gratis, peningkatan produksi susu dalam negeri, target pertumbuhan ekonomi 8%, peran petani milenial, penggunaan AI (Artificial Intelligence) di pertanian, hingga outlook pertanian 2025,” terangnya.

Pada acara yang didukung Google.org dan Kementerian Pertanian itu, Amri menjelaskan, kesuksesan Agriinnovation Conference 2025 menandai awal dari perjalanan panjang. Konferensi ini menjadi kunci untuk mewujudkan visi pertanian Indonesia Maju dan Tangguh di tahun 2045. “Semua berharap konferensi ini bukan sekadar diskusi tapi menjadi ajang tercapainya kebijakan untuk masa depan pertanian Indonesia lebih baik lagi. Gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan wawasan dan ilmu sebanyak-banyaknya, serta menjalin dan memperkuat kolaborasi lintas sektor sehingga dapat memajukan pertanian Indonesia. Kemajuan sektor pertanian dan pangan sangat erat kaitannya dengan kemajuan suatu bangsa,” ungkapnya.

Budisatrio Djiwandono, Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia mengatakan, saat ini peran teknologi mekanisasi sangat penting. Pertanian Indonesia harus menggunakan teknologi agar produktivitas meningkat, keuntungan meningkat, dan efisiensi tenaga. Selain itu, Indonesia harus memiliki lumbung pangan nasional dan daerah untuk mewujudkan cita-cita swasembada pangan serta ketahanan pangan nasional.

“Tantangan dunia pertanian, umur petani lebih dari 50 tahun sehingga teknologi sangat sulit diterapkan. Sehingga, perlu adanya regenerasi pertanian dari anak muda. Anak muda harus berkontribusi nyata dalam pertanian,” tegasnya.

 

Peran Pemuda Tani

Dalam sambutan kuncinya, Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian mengatakan, dunia sedang dilanda dua krisis, yaitu krisis energi dan pangan. Pasalnya, beberapa negara terjadi kekurangan gizi atau malnutrisi. Hal ini merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia. Selain itu dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, tentu kebutuhan pangan juga meninggi. Sehingga, perlu inovasi dan peran pemuda tani untuk menjaga dan meningkatkan produksi komoditas pertanian dalam negeri.

Andi Amran Sulaiman, peran pemuda tani sangat berpengaruh terhadap krisis dunia – SABRINA Y

Di sisi lain, Indonesia sedang berfokus pada penurunan angka stunting. Pemerintah memiliki program utama terhadap penanganan stunting, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Peran pemuda tani sangat berpengaruh terhadap krisis dunia dan nasional. Anak muda harus berkembang, mengubah pola pikir, maka dapat mengubah dunia. Kementan ingin mengantar Indonesia menuju lumbung pangan dunia. Bergerak bersama-sama yakin swasembada bisa diraih,” ujarnya di Jakarta (22/2).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy mengungkap, media sosial banyak membahas tentang berkurangnya minat anak muda dalam pertanian. Namun, ini berbeda dengan Pemuda Tani Indonesia yang justru melahirkan petani milenial dan menciptakan pertanian modern. Pasalnya, sumber daya manusia (SDM) menjadi tonggak kemajuan bangsa.

Rachmat menilai pentingnya kolaborasi Pemuda Tani dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung Program MBG untuk memberi makan lebih dari 80 juta penduduk Indonesia. “Program (MBG) ini digabungkan dengan regenerasi Pemuda Tani Indonesia tentu akan lebih bagus. Coba dibuatkan program regenerasi petani dengan program Badan Gizi. Saat ini Badan Gizi punya kemampuan dan mendorong hasil pertanian dalam negeri. Adanya program Badan Gizi akan muncul produksi pertanian serta secara bersamaan agroindustri akan terjadi. Karena, makan bergizi merupakan langkah awal terjadinya hilirisasi dan agroindustri. Saat itu, juga akan muncul petani baru dan enterpreuner baru. Ini akan mengubah pasar kerja di masa depan,” sarannya.

Dalam panel diskusi, Dadan Hindayana, Kepala BGN membenarkan bahwa Program MBG dapat meningkatkan pendapatan petani serta usaha kecil dan menengah (UKM) karena menciptakan permintaan yang stabil dan konsisten. “Program Makan Bergizi merupakan pendekatan multisegi untuk memerangi malnutrisi dan meningkatkan SDM Indonesia. Menyediakan makanan bergizi di sekolah-sekolah disertai edukasi gizi dan pemantauan konsisten, ini investasi untuk kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak bangsa di masa depan,” jelasnya.

Rachmat Pambudy, pemuda tani dapat berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional – SABRINA Y

Tidak hanya diskusi panel, Agriinnovation Conference 2025 juga menghadirkan penandatanganan dua Nota Kesepahaman (MoU) antara JAPFA, BRI, Pemuda Tani Indonesia, dan Edufarmers yang menandai langkah penting dalam upaya kolaboratif untuk memperkuat koperasi petani. Perjanjian ini menguraikan ekosistem komprehensif yang dirancang untuk menyediakan sumber daya keuangan, memberdayakan petani melalui pelatihan dan pendidikan, serta memfasilitasi akses ke pasar yang lebih luas. Konferensi ini tidak hanya menampilkan pembicara utama dan diskusi yang mendalam mengenai pertanian regeneratif, pertanian karbon, transformasi pupuk subsidi, tetapi juga menampilkan inovasi agriteknologi yang mutakhir.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

indolivestock award
Bukan Sekadar Award, Indo Livestock Cari Tokoh Pangan Menginspirasi Negeri
debindo
INDOGRITECH Expo 2026 Diluncurkan, Menguatkan Kolaborasi Menuju Kemandirian Pangan
Brondolan sawit AAL dok AAL
Pengendalian Biaya Menopang Pertumbuhan Astra Agro Kuartal I 2026
WhatsApp Image 2026-04-22 at 7.49
Hasil Samping Ikan Disulap Jadi Minuman Kolagen, Dukung Ekonomi Perempuan dan Lingkungan
WhatsApp Image 2026-04-23 at 3.51
Bayu Krisnamurti : Ingatkan Perkuat Sistem Pangan Sayuran Nasional
Scroll to Top