Jakarta, Agrina-online.com Dalam rangka memperkuat ketersediaan dan stabilisasi harga pangan di Indonesia, Perum BULOG bersama Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad TNI AD) menggelar rapat koordinasi strategis terkait rencana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Sinergi TNI dan BULOG melalui Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras SPHP (Stabiliasi Pasokan dan Harga Pangan) dan Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) serentak di seluruh wilayah Indonesia, di Makodam III/Siliwangi, pada tanggal 24 Juli 2025 lalu.
Pangkostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT menyatakan, “Kostrad siap mendukung penuh program stabilisasi harga pangan nasional bersama Perum BULOG demi menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan daya beli serta memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses pangan berkualitas dengan harga yang wajar,” jelasnya, Senin (28/7).
Direktur Utama Perum BULOG, Achmad Rizal Ramdhani mengatakan, BULOG memberikan apresiasi kepada pihak Kostrad atas komitmen dan dukungannya dalam program GPM dan penyaluran beras SPHP di tingkat nasional.
“BULOG ucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pangkostrad dan jajarannya, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi stabilitas harga pangan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Rizal menambahkan, kolaborasi ini merupakan langkah nyata BULOG untuk memperluas jangkauan distribusi pangan ke berbagai wilayah. Dengan menggandeng Kostrad, sebagai salah satu kekuatan terbesar di lingkungan TNI AD, kehadiran Kostrad diyakini dapat mempercepat distribusi pangan sekaligus menekan harga beras di pasaran secara signifikan.
“Dengan keterbatasan yang dimiliki, BULOG menyadari pentingnya kolaborasi strategis bersama jajaran TNI, khususnya Kostrad, untuk memperkuat distribusi pangan nasional melalui GPM, khususnya tiga komoditas utama, yaitu beras SPHP, gula, dan minyak goreng” katanya.
Dalam waktu dekat, BULOG juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah lainnya, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
Sabrina Yuniawati







