1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kementan Kawal MoU Hilirisasi Ayam Gorontalo & ID FOOD

Pupuk Indonesia Prioritas Petani di Hari Tani

Hari Tani, Pupuk Indonesia Tegaskan Petani sebagai Prioritas lewat Pupuk Terjangkau dan Mudah Diakses

Jakarta, Agrina-online.com – Memperingati Hari Tani Nasional 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung petani melalui ketersediaan pupuk, kemudahan penebusan, serta harga pupuk subsidi yang semakin terjangkau.

Bagi perusahaan, petani merupakan garda terdepan dalam menjaga kemiskinan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia memastikan transformasi yang dilakukan perusahaan bermuara pada manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh petani.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan, Pupuk Indonesia memastikan pupuk tersedia, mudah ditebus, dan terjangkau merupakan bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir bersama petani.

“Berbagai revitalisasi dan transformasi yang kami lakukan tidak berhenti pada peningkatan efisiensi perusahaan, tetapi harus memberikan manfaat nyata di lapangan bagi petani, termasuk melalui harga pupuk yang semakin terjangkau dan akses yang semakin mudah,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima AGRINA, Kamis (24/9).

Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan dari kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) subsidi pupuk hingga 20% yang berlaku sejak Oktober 2025.

Penurunan HET ini didukung oleh program revitalisasi pabrik yang dilakukan Pupuk Indonesia secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Efisiensi di sisi hulu tersebut kemudian ditingkatkan menjadi manfaat bagi petani melalui harga pupuk yang lebih terjangkau.

Bagi petani, harga pupuk yang lebih terjangkau memberikan ruang untuk mengalokasikan biaya usaha tani secara lebih optimal.

Toni Afandi dari Kelompok Tani Asahan, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat mengatakan, dengan adanya penurunan harga subsidi pupuk tersebut, petani merasa terbantu sekali karena penurunannya sangat efektif dan efisien karena ada penghematan di situ.

“Sehingga bisa mengurangi biaya lainnya, artinya yang dari selisih harga pupuk itu bisa kita gunakan ke alokasi lain, kita manfaatkan buat yang lainnya seperti untuk pestisida. Kita lihat dari petani-petani lain, dengan adanya penurunan harga jadi lebih semangat lagi untuk meningkatkan usaha tani kita,” jelasnya.

Senada, Ma’ruf Arianto, Ketua Gapoktan Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengatakan, “Alhamdulillah dengan turunnya harga subsidi pupuk, semua petani itu dapat angin segar dan sangat mengurangi biaya untuk pemupukan. Alhamdulillah dari dulu sampai sekarang, baru kali ini pupuk bisa turun, petani lebih ringan lebih sejahtera, lebih semangat lagi buat pemupukan.”

Selain harga, kemudahan mendapatkan pupuk juga terus diperkuat. Pupuk Indonesia melakukan penyederhanaan proses penebusan dan penguatan sistem distribusi.

Pemanfaatan sistem digital seperti i-Pubers dan Command Center memungkinkan perusahaan memantau penebusan dan kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios, sehingga pengelolaan stok dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Tercatat, realisasi penebusan pupuk subsidi hingga 23 September 2026 mencapai 6,77 juta ton atau 69% dari total alokasi 2026.

Kemudahan tersebut turut dirasakan petani di lapangan. Salah satu petani, Doni dari Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Blora, Jawa Tengah, mengatakan,

penebusan pupuk dengan i-Pubers sekarang kan lebih mudah, lebih terjangkau, cukup bawa KTP, lebih cepat sekarang dibandingkan dulu. Petani lebih tenang, nyaman, pokoknya lebih enak lah, enggak khawatir.

“Misalnya kalau kurang, kena banjir, minta (beli) lagi ke kios, langsung dapet. Jadi kan petani seneng, selain mudah didapatkan, sekarang harga pupuk juga terjangkau, bukan lagi jempol satu tapi jempol dua,” urainya.

Kemudahan akses tersebut juga didukung oleh ketersediaan pupuk yang terjaga di berbagai wilayah. Pupuk Indonesia mengandalkan infrastruktur logistik terintegrasi, mulai dari pelabuhan, armada kapal, hingga jaringan gudang, yang memungkinkan perusahaan melakukan rekonfigurasi atau realokasi stok antar wilayah sesuai kebutuhan.

Dengan demikian, ketersediaan pupuk di tingkat petani dapat tetap terjaga, terutama saat kebutuhan meningkat.

Di wilayah Kalimantan Barat misalnya, Suhardi dari Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak mengatakan bahwa petani di wilayah tersebut dapat terus mengakses pupuk dengan mudah.

“Ketersediaan pupuk subsidi sangat tepat di desa kami. Setelah kami menanam padi dua minggu, pupuknya sudah tersedia, dan pas dua minggu kami memerlukannya, kami bisa memupuk padi kami yang sudah kami tanam. Penebusannya juga lebih mudah sekali, kami bisa menggunakan KTP. Kami bersyukur karena harganya pun terjangkau bagi ekonomi kami di desa,” katanya.

Selain memastikan pupuk tersedia dan mudah diakses, Pupuk Indonesia juga memperkuat ekosistem pertanian untuk menjawab kebutuhan petani secara lebih menyeluruh.

Melalui program Agrosolution, Rembuk Tani, dan TAJUMASE, perusahaan memberikan pendampingan sekaligus membuka akses terhadap berbagai dukungan, mulai dari budidaya hingga pembiayaan.

Sisi teknologi, Pupuk Indonesia mengembangkan Precision Farming dan Mobil Uji Tanah untuk membantu petani mendapatkan rekomendasi pemupukan sesuai kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat dan terintegrasi, sehingga petani tidak hanya mendapatkan kemudahan akses pupuk, tetapi juga dukungan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani dan kesejahteraan.

“Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa petani adalah bagian penting dari perjalanan Pupuk Indonesia. Kami akan terus memperkuat ketersediaan, distribusi, dan kemudahan akses pupuk, karena ketika petani mendapatkan dukungan yang tepat, mereka dapat semakin optimal menjalankannya sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional,” tutup Rahmad.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

pameran China
Expo Pertanian China-Indonesia Bidik Teknologi, Investasi, hingga Akses Pasar
Dorong Nila Indonesia Naik Kelas
ATI Desak Kolaborasi Modernisasi Budidaya dan Benih Unggul Nila
Harga Tani
Membaca Harga, Menimbang Risiko
Pupuk Indonesia Buka PIMA 2026, Angkat Cerita Transformasi Industri Pupuk untuk Swasembada Pangan
Pupuk Indonesia Buka PIMA 2026, Angkat Cerita Transformasi Industri Pupuk untuk Swasembada Pangan
Peluang Bisnis Telur Tanpa Kandang , Kian Menjanjikan di Indonesia
Peluang Bisnis Telur Cage-Free, Kian Menjanjikan di Indonesia
Scroll to Top