Jakarta, Agrina-online.com. PT Mitra Tani Dua Tujuh mengirim 80 ton okra ke Yunani, Senin (01/12). Ekspor perdana ke negara bernama asli Greece itu menandai ekspansi pemasaran produk anak perusahaan PTPN I itu ke pasar Eropa.
Sebelumnya, pasar luar negeri yang menjadi tujuan masih di seputar Asia, yakni Jepang, Malaysia, dan Singapura.
Selain okra (sayuran mirip oyong mini atau dikenal dengan nama lady’s finger), perusahaan yang berada di area PTPN I Regional 5 ini juga berbudi daya dan mengekspor edamame, buncis, dan beberapa jenis sayuran lain.
Seremoni sederhana beragenda doa dan pelepasan berlangsung di depan pabrik PT Mitra Tani Dua Tujuh di Jember, Jawa Timur.
Sebanyak empat kontainer diberangkatkan dan akan menjadi duta citra perusahaan dengan target seribu ton pada kinerja tahun 2026.
Target optimistis ini dipasang untuk memacu kinerja semua lini bekerja agar lebih maksimal dan kreatif menhadapai tantangan.
Direkur Utama PT Mitra Tani Dua Tujuh Cristian Suryo Hadmadi mengatakan, pengiriman perdana ini menandai capaian penting bagi perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah produksi untuk pasar luar negeri.
Menurut Suryo, peluang pasar Eropa masih sangat luas sekaligus menjadi tantangan semua elemen perusahaan guna memperluas mitra internasional.
Pengiriman perdana ini menjadi awal kerja lebih keras perusahaan. Hal ini merupakan adalah misi dagang yang akan membuka pasar lebih luas dan lebih besar.
“Kita harus terus beradaptasi dan kreatif agar ekspansi bisa menembus negara-negara lain di Eropa maupun di kawasan lainnya. Terima kasih untuk semua tim yang telah bekerja keras,” ujarnya melalui siaran pers Humas PTPN I, Kamis (04/12).
Diversifikasi Komoditas
Mengapresiasi pencapaian ini, Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan, optimisme perusahaan terhadap potensi komoditas tersier perusahaan.
Teddy menyebutkan, ekspor perdana 80 ton okra ke Yunani ini merupakan langkah nyata PTPN I dalam diversifikasi komoditas dan penetrasi pasar yang lebih luas.
Teddy optimis bahwa berdasarkan permintaan, perusahaan akan memasang target tahun depan (2026) volume ekspor okra hingga 1.000 ton ke berbagai negara, termasuk perluasan pasar di Asia dan Eropa.
“Ini adalah tantangan yang harus dijawab dengan komitmen yang tinggi, terutama menyangkut kualitas dan prasyarat lain yang sangat ketat,” lanjutnya saat melepas ekspor sayur tersebut.
Lebih lanjut Teddy mengatakan, penguatan kinerja anak-anak perusahaan dengan komoditas beragam adalah bagian dari penguatan program hilirisasi pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Kolaborasi strategis PT Mitra Tani Dua Tujuh menunjukkan sinergi yang kuat dalam memanfaatkan peluang ekspor komoditas agrikultur bernilai tinggi.
“Dewan Komisaris berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas dan volume produksi PT Mitra Tani Dua Tujuh agar produk pertanian Indonesia mampu bersaing dan diakui di pasar internasional,” tambahnya.
Syafnijal Datuk/Lampung







