1. Home
  2. »
  3. Agrina Cetak
  4. »
  5. Erwin Suwendi, Ingin Selalu Ditantang

Produksi Surplus, Pasokan Cabai Aman Selama Ramadan dan Jelang Idul Fitri

Blitar, Agrina-online.com. Pemerintah memastikan pasokan aneka cabai nasional dalam kondisi aman selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini didukung surplus produksi dari sentra utama di Kabupaten Blitar dan Kediri, Provinsi Jawa Timur.

Kementerian Pertanian melalui Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Muh. Agung Sunusi, memastikan kondisi tersebut dalam kunjungan kerja ke sentra produksi cabai di kedua daerah tersebut, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan data Early Warning System (EWS) periode Maret–April 2026, Kabupaten Blitar menunjukkan neraca produksi yang sangat positif. Untuk komoditas cabai rawit merah, produksi Maret 2026 diperkirakan mencapai 7.050 ton dengan neraca surplus sebesar 5.594 ton.

Kondisi ini selaras dengan fakta lapangan di tiga kecamatan sentra, yaitu Bangunrejo, Wates, dan Binangun, serta tujuh kecamatan lainnya dengan total luas tanam (LT) sekitar 6.000 hektar. Potensi panen awal diperkirakan mencapai 2.000 hektar pada minggu kedua Maret.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana menyampaikan bahwa panen telah dimulai dan akan semakin intens menjelang Idul Fitri. Meski, dia mengakui terjadi penurunan produktivitas akibat cuaca ekstrem.

“LT di Blitar dari dulu sama saja sekitar 6 ribuan, namun di tahun ini kondisinya kurang maksimal karena faktor alam. Di blitar selain serangan virus gemini, cabai rusak karena anthraknosa dan lalat buah ditambah wabah tikus” terangnya

Anggota DPRD Blitar, Sarwi Riyanto menyampaikan hal senada. Ia mengingatkan bahwa luas tanam Blitar tergolong besar. Namun, kendala utama saat ini adalah penurunan produktivitas, dari sebelumnya 0,4–0,5 kg per tanaman menjadi 0,2–0,3 kg.

“Selain kendala cuaca, penggunaan benih yang tidak bagus serta minimnya pengairan karena tadah hujan menyebabkan produksi tidak maksimal di Blitar,” terang Arwi, panggilan akrabnya.

Sejak tahun 2017, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi menyampaikan, Blitar terus menjadi penyangga cabai rawit nasional. “Meskipun Blitar sempat masuk ke dalam list IPH tertinggi nomer dua, namun melihat pertanaman dan kesiapan panen dalam 2 minggu ke depan, saya optimis Blitar mampu segera mengisi kebutuhan cabai sampai hari raya Idul Fitri nanti,” ujar Agung.

Agung juga menyarankan agar petani menggunakan benih sehat dan tidak terpaku pada varietas lokal, memperkuat penggunaan dolomit dan pupuk kandang, serta KNO3 untuk memaksimalkan pembungaan.

“Perbaikan budidaya perlu dilakukan untuk hasil produksi yang lebih kuat dan sehat,” ucapnya seraya mengingatkan untuk segera melakukan Gerakan Pengendalian OPT (organisme pengganggu tumbuhan).

Sementara itu, di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, kondisi produksi cabai rawit merah juga terpantau aman dan surplus. Produksi Maret 2026 mencapai 11.166 ton dengan surplus sebesar 9.195 ton. Luas panen diperkirakan mencapai 3.100 hektar pada Maret.

Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kediri, Suyono, menyampaikan bahwa saat ini panen telah berlangsung sekitar 20–30 persen dari total 3.100 hektar. “Potensi panen awal cabai rawit di Kediri sekitar 900-an hektar dan terus bertambah sampai dengan panen raya di bulan Mei. Kendala terbesar saat ini ya cuaca ekstrem di seluruh Indonesia Raya,” terang yono, sapaannya.

Dalam kesempatan tersebut, Agung kembali mengingatkan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi serangan OPT seperti antraknosa, patek, trips, dan lalat buah, terutama pada kondisi kelembapan tinggi. Selain itu, ia meminta agar Gerakan Pengendalian OPT (GerDal OPT) diperkuat bersama Dinas dan BPTPH provinsi.

“Kita tidak hanya memastikan ketersediaan, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi. Pengendalian OPT dan antisipasi cuaca ekstrem menjadi kunci agar surplus produksi tetap terjaga hingga akhir musim panen,” tegas Agung.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, baru-baru ini mengapresiasi tren penurunan harga cabai sebagai hasil penguatan pasokan dan pengawasan distribusi yang dikawal ketat, serta mengingatkan seluruh pelaku usaha agar tidak mempermainkan harga pangan.

Kementerian Pertanian juga mengimbau pelaku perdagangan, distributor, dan pengelola pasar untuk melakukan langkah antisipatif dalam pengelolaan stok, baik menjelang Idul Fitri maupun pada pekan awal pascalebaran. Penguatan manajemen distribusi dan perencanaan pasokan yang terukur dinilai penting guna menghindari potensi kekosongan pasokan maupun fluktuasi harga yang tidak wajar.

Direktur Jenderal Hortikultura, Taufik Ratule yang dihubungi terpisah kembali menegaskan bahwa Kementerian Pertanian akan terus melakukan pemantauan produksi serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami terus berkoordinasi guna memastikan stabilitas pasokan dan harga aneka cabai tetap terjaga pada tingkat yang wajar, sekaligus melindungi kepentingan petani dan konsumen selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional,” tutupnya.

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

Terapkan Efisiensi dan Inovasi Agronomi, Kinerja Astra Agro Tumbuh Positif
Terapkan Efisiensi dan Inovasi Agronomi, Kinerja Astra Agro Tumbuh Positif
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania
PTPN IV PalmCo Siap Jadi Lokasi Implementasi Serangga Penyerbuk Tanzania
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru Masa Depan Sawit Indonesia
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
Kementan Fasilitasi Komitmen Pelaku Usaha Jaga Harga Kedelai
KKP Hentikan Sementara Operasional UPI Denpasar
KKP Hentikan Operasional UPI Denpasar
Scroll to Top