1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Revamping Pabrik-2 Pupuk Kaltim, Dorong Lompatan Produksi

Perkuat Ketahanan Pangan, Bayer Dukung Tingkatkan Hasil Panen Jagung di Jateng

BAYER dukung Ketahanan Pangan

Jakarta, Agrina-online.com – Bayer Indonesia (Bayer) menegaskan komitmen jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Bayer bersama 800 petani dari berbagai kelompok tani, camat, lurah, dinas pertanian dan Gapoktan, melaksanakan panen jagung varietas hibrida Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C “Kuat” di Kabupaten Grobogan dan Kendal, Jawa Tengah.

Inilah salah satu cara dukungan pemberian akses benih jagung berkualitas tinggi serta pendampingan teknis kepada petani.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung di Jawa Tengah, yang merupakan wilayah penghasil jagung terbesar kedua di Indonesia.

Kedua wilayah ini berperan strategis dalam mendukung misi swasembada jagung nasional, yang merupakan bagian dari swasembada pangan, serta prioritas program Asta Cita pemerintah.

Hasil panen varietas Dekalb DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat” di kedua daerah tersebut menunjukkan dampak nyata.

Hasilnya berupa peningkatan panen sebesar 15% dan kenaikan pendapatan petani sebesar 20% per musim tanam.

Lebih lanjut, total produksi mencapai 6–7 ton/ha, melampaui rata-rata produksi nasional sebesar 5,93 ton/ha.

Jagung merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang menjadi bahan baku utama bagi industri pangan dan pakan ternak.

Peningkatan produktivitas di tingkat petani menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah tekanan perubahan iklim dan meningkatnya permintaan industri.

Mateus Barros, Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, turut hadir dalam kegiatan panen menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar pertanian penting di kawasan Asia.

“Petani jagung berada di jantung upaya peningkatan produksi pangan. Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan,” ujarnya (23/01).

Varietas Dekalb DK19C “Cantik” pertama kali diperkenalkan pada akhir 2024, sementara DK79C “Kuat” diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2025.

Dua varietas ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan agroekologi yang berbeda. DK19C memiliki umur panen sekitar 105 hari dan dikenal dengan stabilitas hasil panennya, sedangkan DK79C dirancang untuk lahan kering dan wilayah berbukit  dengan umur panen sekitar 100 hari.

Selain penggunaan benih, Bayer juga menjalankan program pendampingan teknis secara komperhensif, termasuk pelatihan teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemanfaatan platform pertanian digital.

Country Commercial Lead Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Yuchen Li, menekankan bahwa peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada varietas benih semata.

“Benih berkualitas tinggi harus didukung dengan pendampingan teknis yang konsisten, akses informasi, serta praktik pertanian yang lebih baik untuk memastikan  produktivitas berkelanjutan,” jelasnya.

Inisiatif pendampingan Bayer mencakup ekosistem Better Life Farming bagi petani kecil, pusat riset dan pelatihan pertanian Bayer JUARA di Klaten, Jawa Tengah.

Tidak hanya itu komunitas SOBAT Bayer (Sahabat dan Penasihat Petani Bayer) kini beranggotakan lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia.

Petani juga mendapatkan dukungan melalui platform edukasi digital TANIA (Teman Petani Indonesia) untuk berbagi pengetahuan dan berdiskusi langsung mengenai praktik pertanian.

Para petani merasakan manfaat nyata dari program tersebut. H.Zakaria, petani jagung asal Kecamatan Gemuh, Kendal, menyampaikan bahwa hasil panennya menjadi lebih stabil setelah mengikuti program demoplot dan pendampingan teknis dari Bayer.

“Saya bisa melihat perbedaannya langsung di demoplot. Dari cara tanam, pemupukan, sampai pengendalian hama. Hasilnya lebih bagus dan konsisten,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kusnandar, petani dari Kecamatan Brati, Grobogan. “Sulit kalau hanya mengandalkan teori, tapi begitu melihat tanaman tumbuh bagus di lapangan, baru benar-benar percaya,” katanya.

Seiring dengan terus meningkatnya produksi, Jawa Tengah diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pilar utama pasokan jagung nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Tantangan ke depan tidak hanya terletak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada efisiensi biaya produksi serta penguatan ketahanan petani terhadap perubahan iklim.

Keunggulan plasma nutfah pada varietas DEKALB DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat”, serta penguatan program pendampingan petani.

Bayer menegaskan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas jagung, kesejahteraan petani, dan berkontribusi pada sistem pangan nasional yang lebih tangguh di tengah perubahan iklim dan dinamika kebutuhan pangan.

Mengutip data BPS, produksi jagung nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 16,11 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14%, meningkat 6,44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Provinsi Jawa Tengah berkontribusi besar terhadap pasokan nasional dengan produksi sekitar 3,18 juta ton, menempatkan provinsi ini sebagai posisi kedua kontributor jagung nasional.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim
Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim
GAPKI & ILO
GAPKI dan ILO Bekali Pelatihan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Revamping Pabrik-2 Pupuk Kaltim, Dorong Lompatan Produksi
Revamping Pabrik-2 Pupuk Kaltim, Dorong Lompatan Produksi
BULOG Perkuat Sinergi dengan TNI AD, Percepatan Penyerapan Gabah
BULOG Perkuat Sinergi dengan TNI AD, Percepatan Penyerapan Gabah
Ekspor Perikanan ke Taiwan dan Korsel Naik Jelang Imlek 2026
Ekspor Perikanan ke Taiwan dan Korsel Naik Jelang Imlek 2026
Scroll to Top