1. Home
  2. »
  3. Agrina Update
  4. »
  5. Bayer Indonesia Luncurkan FARMRISE, Perluas Akses Digital bagi Petani

Panen Raya Padi Meluas, Kementan Pastikan Stok Pangan Aman

Panen Raya Padi Meluas, Kementan Pastikan Stok Pangan Aman

Kutai Kartanegara, Agrina-online.com  Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa produksi pangan nasional saat ini mampu menjamin kecukupan stok.

Kementan mencatat posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog telah mencapai lebih dari 4 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat.

Capaian ini semakin memperkuat ketahanan pangan nasional. “Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan dalam keterangan tertulis (18/3).

Momentum panen raya yang terjadi secara serentak di sejumlah daerah turut menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Kondisi tersebut tercermin di berbagai sentra produksi. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, panen padi dilakukan di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan berbasis desa yang melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani.

Program tersebut mengelola lahan seluas 350 ha dengan melibatkan 350 petani, di mana sebagian lahan telah memasuki fase produktif.

Model kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan sektor swasta ini menjadi contoh penguatan produksi pangan berbasis wilayah.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi daerah menuju penguatan sektor pertanian.

“Panen hari ini adalah bukti nyata komitmen kita menjadikan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur. Saat ini kita memiliki 13.000 hektar lahan padi sawah produktif. Fokus ke depan adalah meningkatkan produktivitas dari 5 ton menjadi 6 ton per hektar melalui ekstensifikasi dan mekanisasi,” ujarnya, Rabu (25/3)

Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan pentingnya peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas sebagai strategi menjaga keberlanjutan produksi.

“Peningkatan luas tambah tanam (LTT) merupakan strategi utama danalm menjaga stabilitas produksi padi, dari sisi estensifikasi, dan dari sisi intensifikasi juga harus ditingkatkan, dengan meningkatkan provitasnya”, ujarnya.

Kementan terus mendorong dukungan sarana produksi, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan), guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tingkat petani.

Dengan meluasnya panen raya di berbagai daerah, pemerintah optimistis produksi padi nasional tetap terjaga, sehingga mampu memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

IMG-20261104-WA0007
GAPKI Mobilisasi Perusahaan Sawit untuk Menghadapi Karhutla
NLP Expo dan Indogritech Resmi Dibuka, Hadirkan Inovasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia
NLP Expo dan Indogritech Resmi Dibuka, Hadirkan Inovasi Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia
DGL Bersama Dinas Perkebunan Bengkulu Utara Dorong Peningkatan Kompetensi Auditor ISPO
DGL Bersama Dinas Perkebunan Bengkulu Utara Dorong Peningkatan Kompetensi Auditor ISPO
IMG-20261102-WA0002
Sejumlah Pertanyaan Atas Temuan Pengoplosan Beras SPHP
IMG-20261102-WA0000
Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati Global Jadi Sorotan SVOC ke-4 di Shanghai
Scroll to Top