1. Home
  2. »
  3. Ekspose
  4. »
  5. Alishter Perkuat Komitmen Tata Kelola Pertanian dan Penggunaan Paraquat yang…

Panen Raya di Majalengka Cetak Produktivitas hingga 11,5 ton/ha

Panen Raya di Majalengka Cetak Produktivitas hingga 11,5 ton/ha

Majalenka, Agrina-online.com.  Panen raya yang berlangsung di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mencatatkan produktivitas padi tinggi hingga 11,5 ton/ha.

Capaian ini meningkatkan produksi nasional yang berkontribusi langsung dalam memperkuat ketersediaan dan stok beras nasional pada tahun 2026.

Hasil ubinan di sejumlah lokasi menunjukkan capaian yang menggembirakan. Di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, lahan milik H. Sawir Wirahandi dengan varietas Jangkar menghasilkan 10,78 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP).

Sementara itu, di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi, lahan milik Agus Mulyana seluas 36 hektare dengan varietas Inpari 32 mencatatkan hasil ubinan 7,2 kg atau setara dengan 11,5 ton/ha GKP.

Produktivitas yang tinggi ini mencerminkan peningkatan kinerja budidaya di tingkat petani, seiring dengan dukungan program pemerintah dalam penyediaan sarana produksi, perbaikan tata kelola budidaya, serta pendampingan intensif di sentra produksi.

Di sisi lain, harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram, memberikan nilai tambah ekonomi yang baik bagi petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian produksi di berbagai daerah, termasuk Majalengka, menjadi penguat utama kondisi pangan nasional.

“Kementerian Pertanian memastikan kondisi pangan nasonal, khususnya beras, dalam posisi aman. Produksi saat ini berada di atas kebutuhan konsumsi nasional sehingga stok tetap terjaga,” ujar Mentan dalam keterangan tertulis (17/03)

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat tren tersebut. Luas panen pada periode Februari–April 2026 diperkirakan mencapai 3,92 juta ha.

Potensi produksi beras pada kuartal I (Januari–Maret) 2026 sebesar 10,16 juta ton atau meningkat 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton/bulan, produksi yang berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton/bulan memastikan kondisi stok nasional dalam keadaan surplus dan aman.

Pemerintah terus mengoptimalkan momentum panen raya yang berlangsung di berbagai daerah sebagai pengungkit utama peningkatan produksi nasional.

Melalui percepatan penyerapan hasil panen, penguatan distribusi, serta stabilisasi harga di tingkat petani, panen raya diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional secara berkelanjutan.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

peternakan
Harga Pakan Bergejolak, Peternak Terjepit
Kinerja dan Transformasi Bisnis Perkuat Posisi Pupuk Indonesia di Fortune
Kinerja dan Transformasi Bisnis Perkuat Posisi Pupuk Indonesia di Fortune
Pemerintah Terapkan Strategi Irigasi Pompa dan Optimalisasi Padi Hadapi El Nino
Bapanas Terapkan Strategi dan Optimalisasi Padi Hadapi El Nino
BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung
BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung
Kepala Bapanas Lantik Tiga Pejabat Tinggi Madya
Kepala Bapanas Lantik Tiga Pejabat Tinggi Madya
Scroll to Top