Cikampek, Agrina-online.com. Melalui anak usaha PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Pupuk Indonesia (Persero) membangun pabrik NPK Nitrat berbasis amonium nitrat pertama di Indonesia. Groundbreaking yang berlangsung di kawasan industri Kujang Cikampek, Jabar ini jadi tonggak penting memperkuat kemandirian pasokan pupuk nasional yang lebih modern, efisien, dan bernilai tambah tinggi untuk mendukung swasembada pangan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menyampaikan, pembangunan pabrik NPK Nitrat merupakan langkah strategis mendorong hilirisasi industri pupuk nasional sejalan dengan Asta Cita. Proyek ini sekaligus memperkuat fondasi pasokan pupuk nasional agar lebih mandiri, efisien, dan berdaya saing.
“Groundbreaking pabrik NPK Nitrat menjadi tonggak penting karena yang kita bangun ini akan menjadi sebuah landasan sejarah baru pembangunan industri pupuk dan juga pertanian secara keseluruhan. Pembangunan ini kami persembahkan sebagai penutup manis di akhir tahun bagi petani dan sebagai ikhtiar berkelanjutan menuju swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Saat beroperasi penuh pada kuartal III 2027, pabrik akan punya kapasitas produksi 100 ribu ton/tahun atau mampu memenuhi 25% kebutuhan pupuk NPK Nitrat yang masih impor. Pabrik berpotensi menghemat devisa melalui substitusi impor setara Rp700 miliar–Rp 1 triliun per tahun.
Pembangunan pabrik NPK Nitrat memperkuat rantai pasok sekaligus mendorong hilirisasi Pupuk Indonesia Group dengan memberi nilai tambah pada amonium nitrat sebagai bahan baku pupuk NPK Nitrat. Melalui integrasi ini, pabrik NPK Nitrat berpotensi menyerap amonium nitrat hingga 25 ribu ton/tahun sehingga memperkuat kemandirian pasokan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing industri pupuk nasional.
Menurut Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, kehadiran pabrik NPK Nitrat sejalan dengan upaya pemerintah mendorong produktivitas pertanian dan ketahanan pangan serta praktik pertanian berkelanjutan. Formula NPK Nitrat memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih efisien dan ramah lingkungan sehingga membantu petani meningkatkan hasil panen serta ketahanan tanaman terhadap cuaca dan hama.
“Kami memastikan seluruh proses pembangunan dijalankan dengan standar keselamatan dan mutu terbaik sebagai wujud tanggung jawab kami untuk menghadirkan industri yang efisien, aman, dan berdaya saing. Teknologi yang ditanamkan dalam pabrik NPK Nitrat Pupuk Kujang adalah teknologi paling modern di industri pupuk serta telah mendapat sertifikat dari Espindesa (perusahaan pemberi lisensi terkemuka dari Spanyol),” tuturnya.
Pembangunan pabrik diharapkan memberi manfaat langsung bagi ekonomi nasional dan daerah melalui penyerapan tenaga kerja pada proses konstruksi yang mencapai 130 orang dan 125 orang saat operasional. Proyek ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi domestik melalui porsi TKDN sebesar 25% atau senilai Rp140 miliar.
Wakil Menteri Pertanian sekaligus Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono menyatakan, proyek pabrik NPK Nitrat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan. Tak hanya itu, pembangunan pabrik juga sejalan dengan visi Perpres No. 113 Tahun 2025 dalam meningkatkan efisiensi industri pupuk secara berkelanjutan.
“Groundbreaking hari ini adalah bukti bahwa Pupuk Indonesia memiliki visi jangka panjang. Ide pembangunan pabrik NPK Nitrat ini sudah direncanakan sejak dua tahun lalu melalui feasibility study, kajian pasar, hingga perencanaan yang matang,“ tuturnya.
Melalui pembangunan pabrik NPK Nitrat, Pupuk Indonesia menegaskan kesiapan menjalankan agenda revitalisasi industri sebagaimana diamanatkan dalam Perpres No. 113/2025. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan efisiensi dan kapasitas produksi secara berkelanjutan, antara lain melalui revamping Ammonia PKT 2, Proyek Pusri 3B, serta pengembangan pabrik NPK Phonska VI Petrokimia Gresik, Pabrik NPK PIM, dan PSN Pabrik Pupuk Fakfak, sebagai dasar untuk menjaga keterjangkauan pupuk nasional.
Windi Listianingsih







