Jakarta, Agrina-online.com – Kebijakan sektor pertanian selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan kalangan mahasiswa dan pelajar.
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menilai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan keberanian dalam mengambil berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap petani.
Menurutnya, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen menjadi langkah penting untuk meringankan beban biaya produksi petani.
Mulai dari penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20%, penetapan harga gabah, peningkatan produksi pangan, hingga pelibatan generasi muda, berbagai langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
“Pak Amran sangat berani. Hal-hal seperti ini tidak pernah dilakukan oleh menteri-menteri sebelumnya. Beliau berani menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, kemudian menetapkan harga gabah dan terakhir melibatkan anak muda untuk bergerak bersama,” ujarnya, pada Diskusi Publik Agripulse, (21/10).
Ia menilai, keberanian mengambil kebijakan harus diikuti dengan upaya membangun partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mendukung pembangunan nasional.
Anak muda, kata dia, tidak cukup hanya ditempatkan sebagai penonton atau penerima manfaat pembangunan.
“Mereka perlu diberi kesempatan untuk terlibat langsung mengembangkan gagasan serta menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Jadi, apa yang dilakukan Mentan Amran sudah tepat,” katanya.
Aulia menambahkan,“Beliau mengajak anak-anak muda agar bisa memberikan dampak bagi negaranya bukan dengan cara-cara praktis, tetapi melalui kerja keras dan keterlibatan langsung.”
Pandangan mengenai kebijakan pertanian selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga disampaikan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Dwi Rahmatullah.
Ia menyoroti peningkatan produksi pangan dan upaya memperkuat kesejahteraan petani. Menurut Dwi, berbagai capaian di sektor pertanian menunjukkan bahwa arahan Presiden dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan pelaksanaan program yang konkret.
“Capaian-capaian Pak Amran tidak bisa dibantah. Beliau mampu merealisasikan arahan Presiden dengan sangat baik dan memuaskan,” ungkapnya.
Dwi menilai, salah satu aspek yang patut mendapat perhatian adalah pelibatan generasi muda secara langsung dalam pembangunan pertanian.
Baginya, pelibatan anak muda tidak boleh berhenti pada slogan atau sebatas kebutuhan komunikasi.
Generasi muda harus mendapatkan kesempatan nyata untuk berkontribusi dan mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Anak muda perlu mendapatkan ruang dan kesempatan untuk terlibat langsung dalam program strategis, sehingga mereka dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian,” katanya.
Ia mengatakan, pendekatan tersebut penting untuk mengubah pandangan generasi muda terhadap sektor pertanian.
Selama ini, pertanian kerap dianggap kurang menarik, padahal sektor tersebut memiliki peran strategis bagi perekonomian dan masa depan Indonesia.
“Anak muda dapat mengambil peran melalui pengembangan usaha pertanian hingga penguatan sumber daya manusia di sektor pangan,” katanya.
Di sisi lain, petani tetap harus menjadi pelaku utama pembangunan pertanian dengan dukungan kebijakan yang memberikan kepastian usaha dan meningkatkan kesejahteraan.
“Pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi lintas generasi. Petani harus mendapatkan dukungan kebijakan yang kuat, sementara anak muda perlu diberikan ruang untuk menghadirkan gagasan dan inovasi baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dwi berharap capaian sektor pertanian dapat menjadi dorongan untuk memperkuat pelaksanaan agenda pembangunan nasional.
“Prestasi Pak Amran harus menjadi pemicu untuk menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo. Jangan hanya bicara program, tetapi harus ada hasil nyata yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Sorotan terhadap keterlibatan generasi muda dalam pembangunan pertanian juga disampaikan Kian Fadli Rahman dari Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII).
Ia mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir, Kementerian Pertanian mampu membuktikan komitmennya dalam memberikan ruang dan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, jika ada riset atau survei mengenai kementerian yang paling banyak melibatkan anak muda dalam program strategis, Kementerian Pertanian layak menjadi salah satu yang terdepan.
“Kenapa? Karena dalam setiap agenda maupun program strategis, Pak Amran selalu melibatkan anak muda,” jelasnya.
Sabrina Yuniawati







