1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Revamping Pabrik-2 Pupuk Kaltim, Dorong Lompatan Produksi

Kinerja Penjualan PTPN 1 Melambung

Jakarta, Agrina-online.com. Menutup tahun kedua pascatransformasi organisasi, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk yang dihasilkan mencapai Rp3,56 triliun lebih. Angka penjualan ini naik 122 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

“Alhamdulillah kinerja penjualan hingga November 2025 sebesar Rp3,56 triliun. Ini trennya positif seiring perbaikan kinerja dan tren harga komoditas di pasar global yang naik signifikan,” ujar Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas di Jakarta, pada penutupan tahun, Rabu (31/12/2025).

 

Teddy menjelaskan, angka ini melampaui capaian tahun 2024, sekaligus telah mencapai 90% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Rencana Kerja Operasional (RKO) tahun 2025. “Peningkatan ini didorong oleh strategi optimalisasi produksi dan aset, tren harga komoditas yang naik, serta penguatan diversifikasi usaha,” lanjutnya.

 

Berdasarkan data kinerja penjualan, sambungnya, komoditas karet menjadi kontributor terbesar pendapatan PTPN I dengan sumbangsih mencapai 79% total pendapatan, diikuti komoditas teh sebesar 12% dan kopi sebesar 8%. Sementara tembakau mencatat lonjakan harga tertinggi hingga 190% dari tahun sebelumnya dan menyentuh harga rata-rata Rp467.609/kg.

 

Kopi juga turut mengalami kenaikan harga jual sebesar 137% (YoY) menjadi Rp94.063/kg. Tren positif juga terjadi pada karet yang tumbuh 111% (YoY) dengan harga rata-rata Rp32.509/kg. Sedangkan teh mengalami kenaikan harga 110% (YoY) menjadi Rp21.762/kg. Artinya, rata-rata kenaikan harga komoditas pada kisaran 111% hingga 190 % dibandingkan tahun 2024.

 

Hal ini, ungkapnya, menjadi katalis utama pertumbuhan pendapatan. “Khusus untuk karet, pendapatan tumbuh 119% dibanding tahun lalu menjadi Rp2,78 triliun. Komoditas kopi juga mencatat pertumbuhan pendapatan yang luar biasa sebesar 164% dibanding tahun lalu.

Teddy mengakui, pihaknya sangat diuntungkan oleh tren kenaikan harga komoditas yang dikelola, baik di pasar domestik maupun global.

 

Optimalisasi Aset

Teddy menerangkan, meski terjadi perbaikan kinerja namun upaya optimalisasi aset dan akselerasi produksi masih perlu mendapat dorongan kuat karena proses konsolidasi komoditas masih dalam penataan yang ketat. Dalam dua tahun terakhir ini, pihaknya melakukan konsolidasi komoditas untuk proyeksi usaha masa depan yang sustainable.

 

“Kami harus melakukan replanting, diversifikasi komoditas, serta menyusun rasio usia tanaman agar tak terjadi stagnasi produksi. Ini butuh effort yang keras guna mengembalikan ritme usaha yang berkelanjutan,” bebernya.

 

Meski belum menutup buku tahun 2025, Teddy optimistis pencapaian kinerja 12 bulan di tahun 2025 akan positif. Manajemen terus berupaya menjaga produktivitas dan efisiensi operasional guna memastikan target RKAP terpenuhi sepenuhnya. Beberapa indikator makro sebagai elemen kinerja perusahaan terus dipantau, terutama fluktuasi harga dan menjaga kualitas produksi.

Momentum harga yang baik ini, tambah Teddy, akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pemegang saham dan negara. Transformasi yang dijalankan di bawah naungan Danantara Indonesia dan Holding Perkebunan Nusantara terus memberikan dampak nyata bagi perbaikan kinerja PTPN I.

 

 

Syafnijal Datuk Sinaro

Tag:

Bagikan:

Trending

Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim
Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim
GAPKI & ILO
GAPKI dan ILO Bekali Pelatihan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Revamping Pabrik-2 Pupuk Kaltim, Dorong Lompatan Produksi
Revamping Pabrik-2 Pupuk Kaltim, Dorong Lompatan Produksi
BULOG Perkuat Sinergi dengan TNI AD, Percepatan Penyerapan Gabah
BULOG Perkuat Sinergi dengan TNI AD, Percepatan Penyerapan Gabah
Ekspor Perikanan ke Taiwan dan Korsel Naik Jelang Imlek 2026
Ekspor Perikanan ke Taiwan dan Korsel Naik Jelang Imlek 2026
Scroll to Top