1. Home
  2. »
  3. Headline Agrina
  4. »
  5. PTPN I Raih Penghargaan Indonesia Best Employee Engagement

Hadapi Kemarau, Kementan Perkuat Antisipasi untuk Amankan Produksi Padi

Hadapi Kemarau, Kementan Perkuat Antisipasi untuk Amankan Produksi Padi

Jawa Barat, Agrina-online.com.  Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau 2026, diperkirakan berlangsung pada April hingga Oktober.

Upaya ini difokuskan pada penguatan ketersediaan air dan dukungan benih guna menjaga produksi padi tetap optimal serta memastikan pasokan pangan tetap aman.

Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional, dengan luas baku lahan sawah sekitar 900.772 ha, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis.

Diantaranya penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi irigasi perpompaan, bantuan pompa air, serta optimasi lahan non-rawa.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas di tengah tekanan iklim.

Sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor di lapangan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana beserta Ketua Tim Pengelolaan Lahan dan Air (PLA).

Melaksanakan rapat koordinasi peningkatan fungsi jaringan irigasi di Kabupaten Garut dan Bandung pada Rabu, 25 Maret 2026 yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan terkait.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif secara menyeluruh untuk menghadapi musim kemarau, khususnya melalui penguatan irigasi dan pompanisasi guna menjaga ketersediaan air bagi pertanian.

“Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” ujarnya (18/3).

Melalui langkah terkoordinasi ini, diharapkan ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga

Sehingga produksi dan produktivitas padi di Provinsi Jawa Barat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

Swasembada Pangan Fondasi Utama Kedaulatan Bangsa
Swasembada Pangan Fondasi Utama Kedaulatan Bangsa
Agri Future 2026
Pemuda Tani Indonesia dan HKTI Gelar Indonesia Agri-Future Forum 2026
Indonesia Kekurangan generasi petani
Indonesia Berisiko Krisis Petani, Generasi Muda Ditantang Ambil Peluang Bisnis Modern
IMG-20261104-WA0007
GAPKI Mobilisasi Perusahaan Sawit untuk Menghadapi Karhutla
Bertransformasi Hadapi Perubahan, Astra Agro Raih Indonesia Corporate Maturity Leadership Champion
Bertransformasi Hadapi Perubahan, Astra Agro Raih Penghargaan
Scroll to Top