Bengkulu Utara, Agrina-online.com – Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara bekerja sama dengan DGL Learning Institute (PT Daya Guna Lestari) menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Auditor Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Pekebun pada 27–31 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Lestari, Ketahun, Bengkulu Utara ini diikuti 11 peserta dari unsur koperasi dan Dinas Perkebunan.
Pelatihan tersebut didanai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang mencakup dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Utara.
Direktur Utama DGL Learning Institute, M. Gema Aliza Putra menyampaikan, penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya Dinas Perkebunan, atas kepercayaan yang diberikan kepada DGL sebagai mitra pelaksana kegiatan.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia mempersiapkan sekaligus pekebun kelapa sawit menerapkan penerapan standar ISPO.
Penilaian pemanfaatan DBH Sawit untuk mendukung pelatihan tersebut merupakan langkah positif karena dana yang bersumber dari sektor perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan kapasitas pekebun.
“Pelatihan ini didanai dari DBH Sawit melalui APBD Kabupaten Bengkulu Utara. Artinya, dana yang berasal dari sektor sawit kembali dimanfaatkan untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit itu sendiri. Dari sawit, untuk sawit, untuk pekebun Bengkulu Utara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11).
Lebih lanjut Gema menjelaskan bahwa ISPO merupakan standar keberlanjutan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang juga berlaku bagi pekebun.
Penerapan standar tersebut menjadi bukti bahwa perkebunan kelapa sawit rakyat dikelola secara legal, bertanggung jawab, serta memperhatikan aspek lingkungan.
Menurutnya, tuntutan pasar global terhadap aspek keinginan dan ketertelusuran produk sawit semakin penting. Oleh karena itu, pekebun perlu mempersiapkan diri agar mampu memenuhi standar yang berlaku dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Gema juga menekankan pentingnya peran auditor ISPO pekebun dalam memastikan kesiapan kebun maupun kelembagaan koperasi sebelum menjalani proses sertifikasi.
“Peserta pelatihan ini memiliki peran strategis sebagai penjaga mutu di koperasi dan dinas. Auditor yang berkompeten dapat membantu memastikan kesiapan pekebun, mengidentifikasi ketidaksesuaian, serta mendukung percepatan proses sertifikasi ISPO,” jelasnya.
Gema berharap, kegiatan dapat meningkatkan pemahaman serta kompetensi peserta dalam menerapkan prinsip dan kriteria ISPO. Sehingga nantinya mampu mendukung pendampingan dan persiapan sertifikasi bagi koperasi maupun pekebun di Kabupaten Bengkulu Utara.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, Madeslianto MS, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat yang semakin baik dan berkelanjutan.
Madeslianto menambahkan, “Nantinya, kemampuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendampingi koperasi dan pekebun dalam memenuhi standar ISPO serta mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.”
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dan kriteria ISPO untuk pekebun, serta keterampilan teknis audit yang mencakup perencanaan audit, pengumpulan bukti, teknik wawancara, hingga penyusunan laporan temuan audit.
Melalui kerja sama antara Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara dan DGL Learning Institute, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas dalam mendukung penerapan ISPO di tingkat pekebun.
Dengan demikian, upaya peningkatan kapasitas auditor diharapkan menjadi salah satu langkah strategi dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit rakyat yang lebih tertib, legal, berkelanjutan, dan berd aya saing.
Sabrina Yuniawati







