1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Distribusi Beras SPHP Terus Digencarkan dan Diperluas

Kemenperin Dorong Hilirisasi dan Investasi Sektor Industri Nasional

Kemenperin Dorong Hilirisasi dan Investasi Sektor Industri Nasional

JAKARTA, AGRINA-ONLINE.com — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi atas terselenggaranya pameran tahunan yang mencakup sektor kimia, petrokimia, biofarma, bahan baku kosmetik, hingga peralatan proses industri.

Ajang ini dinilai strategis sebagai wadah business matching sekaligus pendorong investasi industri kimia secara nasional. Dalam sambutannya, Direktur Industri Kimia Hulu,  Kemenperin, Wiwit Pujiastuti menyampaikan bahwa industri manufaktur dalam negeri terus menunjukkan tren positif.

Pada Triwulan I tahun 2026, industri manufaktur tumbuh sebesar 5,61%, sementara sektor kimia, farmasi, dan tekstil (KFT) bertumbuh sebesar 4,9%.

“Melalui pertumbuhan ini, industri manufaktur dan sektor KFT secara berturut-turut mampu berkontribusi sebesar 19,0 persen dan 3,88% terhadap PDB nasional,” ujar Wiwit.

Ia menambahkan, realisasi investasi sektor KFT pada periode tersebut mencapai Rp47 triliun, dari total realisasi sektor industri pengolahan sebesar Rp182 triliun.

Wiwit menjelaskan bahwa pengembangan industri kimia merupakan prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015–2035 serta selaras dengan Asta Cita Presiden (RPJMN 2025–2029).

Pada prioritas kelima, fokus utama diarahkan pada hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri dasar, khususnya industri kimia berbasis migas dan batubara.

Guna memperkuat rantai pasok dalam negeri, Kemenperin juga terus mendorong penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diatur melalui Permenperin No. 35 Tahun 2025 serta Peraturan Dirjen No. 8 Tahun 2026 terkait rincian komponen utama sektor KFT.

Mengakhiri sambutannya, Wiwit berharap pameran yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya menjadi ajang unjuk produk dan teknologi, tetapi juga dapat memperluas kerja sama global maupun nasional, memperkuat kolaborasi, serta membuka peluang investasi baru bagi industri manufaktur tanah air.

Sementara itu, Henry Haryanto, Vice Chairman of Association of Indonesia Agriculture Machinery (Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia, Alsintani) mengapresiasi kepada PT Global Expo Management sebagai penyelenggara yang terus mendukung terwujudnya ekosistem pertanian modern, tangguh, dan berkelanjutan.

“Alsintani sangat bangga bisa menjadi bagian dari upaya memperkuat jembatan antara teknologi pertanian dan produktivitas nasional. Alsintani percaya masa depan pertanian Indonesia tidak hanya bergantung pada lahan yang luas tapi kemampuan untuk mengadopsi inovasi, mendorong efisiensi, dan memperkuat kemitraan lintas sktor dari hulu hingga hilir,” katanya.

Henry menambahkan, pameran ini dapat memberikan informasi tentang teknologi alat pertanian. Sehingga mampu membuka peluang bagi semua untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing alat pertanian.

“Momentum ini menjadi pelajaran penting untuk mempertemukan para pelaku industri, akademisi, pemerintah dalam membangun bersama gagasan dan kolaborasi. Saya ucapkan terima kasih dan semoga pameran Inagritech dapat berjalan sukses dan lancar, “ungkapnya.

Di tempat sama, Satyawati Susanto, Sekjen Asosiasi Produsen Kimia Dasar Anorganik Indonesia, (APKIDA) menegaskan, fondasi utama yang menghubungkan berbagai kebutuhan esensial masyarakat serta menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Satyawati mengajak masyarakat bahwa kehidupan berkaitan erat pada produk kimia dasar yang sering tidak disadari secara langsung.

“Apakah pernah berpikir apa yang menghubungkan air bersih yang diminum, makanan yang dimakan, obat yang diminum bahkan smartphone yang digenggam. Jawabannya basic chemicals, industri ini dasar dari ribuan produk yang mendukung kehidupan dan mendorong perkembangan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

APKIDA menegaskan, industri kimia dasar di Indonesia telah bertransformasi lebih dari sektor manufaktur biasa, melainkan industri strategis dengan peran penting yaitu mendukung manufaktur hilir, menyediakan pasokan bahan baku bagi sektor industri.

Memperkuat rantai pasok nasional, menjamin ketahanan dan kemandirian rantai pasokan dalam negeri.

Lalu mendorong investasi dan lapangan kerja, membuka peluang investasi baru serta menyerap tenaga kerja secara signifikan. Meningkatkan daya saing, memperkuat posisi daya saing industri Indonesia di kancah nasional dan global.

Satyawati menambahkan, APKIDA berkomitmen bahwa kolaborasi adalah kunci utama  untuk pertumbuhan berkelanjutan.

APKIDA terus bermitra dengan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan guna membangun industri kimia nasional yang lebih kuat, ramah lingkungan (green industry), dan kompetitif.

“Bersama-sama mari bergerak lebih jauh, menciptakan masa depan yang lebih kuat untuk Indonesia,” pungkasnya.

 

Sabrina Yuniawati

Tag:

Bagikan:

Trending

Kemenperin Dorong Hilirisasi dan Investasi Sektor Industri Nasional
Kemenperin Dorong Hilirisasi dan Investasi Sektor Industri Nasional
Astra Agro Terima Penghargaan
Dukung Pembangunan, Astra Agro Raih Dua Penghargaan
IMG-20260727-WA0046
Membangun Pekebun Tangguh Dimulai dari SDM
IMG-20260725-WA0013
Tekan Losses TBS, Pekebun Muara Enim Belajar Standar Industri
AOL2407-GPPU
Pembibitan Jadi Penentu Masa Depan Perunggasan
Scroll to Top