1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Peternak Desak Program MBG Serap Produksi Peternak Nasional

Digitalisasi Jadi Senjata Pupuk Indonesia Jaga Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Jakarta, Agrina-online.com. Distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia kini tidak lagi hanya mengandalkan pencatatan manual dan pengawasan konvensional. Di tengah besarnya kebutuhan pupuk nasional dan kompleksitas distribusi lintas daerah, Pupuk Indonesia memperkuat sistem digital untuk memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai ke petani yang berhak.

Transformasi digital tersebut menjadi salah satu tulang punggung penyaluran pupuk nasional pada 2026. Dari total alokasi 9,84 juta ton pupuk subsidi tahun ini, sekitar 3,74 juta ton telah tersalurkan hingga pertengahan tahun. Peningkatan penyaluran bahkan tercatat melonjak lebih dari 35 persen secara tahunan pada Mei 2026 setelah implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 dan Nomor 113 Tahun 2025 yang mempermudah mekanisme penebusan pupuk oleh petani.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira mengatakan, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengawasan distribusi pupuk subsidi secara nasional. “Distribusi pupuk adalah bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Melalui Command Center, Pupuk Indonesia membangun sistem distribusi yang terintegrasi, dari produksi, pemantauan stok, hingga pengawasan penyaluran, agar pupuk diterima petani lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya pada acara PI Insight di Command Center Pupuk Indonesia, Graha Phonska, Jakarta, Rabu (21/5/2026).

 

Pantau Distribusi dari Kapal hingga Gudang

Menurut Senior Vice President (SVP) Distribusi Pupuk Indonesia, Veronika Trisna Sukmawati Command Center menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang mengintegrasikan berbagai sistem digital distribusi Pupuk Indonesia dalam satu dashboard monitoring. Integrasi pemantauan berbasis Command Center mendukung implementasi Perpes Nomor 113 Tahun 2025, di mana Pupuk Indonesia berperan sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga ke tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

Digitalisasi distribusi juga dilakukan melalui Distribution Planning Control System (DPCS) yang terhubung dengan Command Center. Sistem tersebut mampu memantau pergerakan kapal, truk, hingga kondisi stok pupuk secara real time. Veronika menjelaskan, sistem ini dilengkapi early warning (peringatan dini) berbasis indikator warna untuk membaca kondisi stok di daerah.

“Kalau prediksi serapan 100 persen ternyata realisasinya 150 persen, bendera akan berubah warna sehingga bisa segera dilakukan tambahan pengiriman,” ucap Veronika.

Melalui sistem itu, perusahaan dapat segera mengalihkan distribusi ke wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan sebelum terjadi kelangkaan pupuk.

Tidak hanya kapal, armada truk distribusi juga dipantau melalui truck tracking system. Seluruh data kendaraan, pengemudi, muatan, hingga tujuan pengiriman tercatat secara digital. Sistem bahkan dapat mengirim peringatan otomatis apabila pengiriman melebihi batas waktu layanan. “Ini namanya transparansi. Truk yang sudah terlayani dan bergerak juga termonitor,” imbuhnya.

 

iPubers Rekam Jutaan Transaksi Pupuk Subsidi

Digitalisasi juga diterapkan dalam proses penebusan pupuk subsidi melalui aplikasi iPubers yang mulai diterapkan secara nasional sejak Februari 2024. SPV Digitalisasi dan Data Science Pupuk Indonesia, Yetty Endarwati mengatakan, aplikasi tersebut merekam seluruh transaksi pupuk subsidi di kios secara langsung.

“iPubers bukan sekadar alat transaksi, tapi alat untuk menjaga ekosistem penebusan pupuk bersubsidi dari end-to-end berjalan dengan baik,” ujarnya.

Hingga 2026, sistem itu telah mencatat lebih dari 13 juta transaksi, termasuk transaksi berbasis kartu tani. Seluruh proses penebusan, baik individu maupun kelompok, terekam dalam sistem dan menjadi basis pengawasan distribusi pupuk subsidi.

Melalui digitalisasi tersebut, hanya petani yang memiliki alokasi resmi dalam RDKK yang dapat menebus pupuk subsidi. “Di iPubers bisa terbaca NIK-nya,” kata Yetty.

Data yang tercatat melalui iPubers mencakup identitas penerima, jumlah pupuk, waktu transaksi, hingga lokasi penebusan sehingga penyaluran pupuk menjadi lebih tertelusur dan akuntabel. Integrasi tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap anomali penebusan maupun potensi penyimpangan distribusi.

 

Efisiensi Distribusi di Tengah Tantangan Industri

Digitalisasi juga menjadi strategi perusahaan menghadapi tingginya biaya distribusi dan tekanan industri pupuk nasional. Selain biaya transportasi, perusahaan juga harus mengelola biaya pergudangan dan distribusi lintas wilayah yang besar.

Yetty mengatakan, sistem digital membantu perusahaan melakukan efisiensi tanpa mengurangi keandalan distribusi. “Dengan digitalisasi, kami bisa merasionalisasi gudang atau melakukan perampingan tanpa mengorbankan keandalan distribusi,” katanya.

Saat ini sistem perusahaan mampu memantau sekitar 1.300 truk distribusi secara bersamaan. Data tersebut membantu perusahaan mendeteksi titik kemacetan distribusi maupun potensi gangguan logistik secara lebih cepat.

Selain distribusi, transformasi digital juga mendukung revitalisasi industri pupuk nasional. Mayoritas pabrik pupuk nasional telah berusia puluhan tahun sehingga membutuhkan modernisasi untuk menekan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi produksi.

“Dengan revamping, konsumsi energi bisa diturunkan sehingga efisiensi industri pupuk tetap terjaga,” ujar Yehezkiel.

Di tengah tantangan distribusi nasional dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, Yehezkiel menegaskan, digitalisasi menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran penyaluran pupuk subsidi bagi jutaan petani Indonesia. “Pengawasan ada dua lapis, melalui digitalisasi iPubers dan pengawasan regional. Dengan dua lapis ini kami meyakini penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran dan sesuai HET (harga eceran tertinggi),” tandasnya.

 

 

Windi Listianingsih

Tag:

Bagikan:

Trending

OL210526-PI Insight2
Digitalisasi Jadi Senjata Pupuk Indonesia Jaga Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Sebut Indonesia Jadi Tumpuan Dunia
Presiden Sebut Indonesia Jadi Tumpuan Dunia Dalam Sektor Pangan
Amankan Pangan, Indonesia Harus Swasembada
Amankan Pangan, Indonesia Harus Swasembada
OL2005-PSR forwatan
PSR Butuh Kepastian Agar Petani Berani Meremajakan Sawit
KKP Jembatani Hasil Produk KNMP & Budidaya Tematik Bantul
KKP Jembatani Hasil Produk KNMP dan Budidaya Tematik Bantul
Scroll to Top